Ferrari dan McLaren Kuasai Hungaroring, Antonelli Tak Terkejut
Kimi Antonelli tak terkejut Ferrari dan McLaren mendominasi GP Hungaria 2026. Lando Norris merebut pole position pertamanya musim ini.
Foto ilustrasi campak. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA— Dinas Kesehatan Kota Jogja melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap enam kasus campak yang ditemukan sejak awal 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sumber penularan serta mencegah potensi persebaran campak di Kota Jogja.
Ketua Tim Kerja Surveilans Dinas Kesehatan Kota Jogja, Solikhin Dwi Ramtana, menjelaskan hingga pekan kedelapan tahun 2026 tercatat sebanyak 45 kasus suspek campak di Kota Jogja. Dari jumlah tersebut, enam kasus telah terkonfirmasi positif campak.
"Penyelidikan epidemiologi dilakukan untuk memastikan sumber penularan dan mengetahui potensi penularan kepada orang lain," ujar Solikhin saat dihubungi di Jogja, Selasa (10/3/2026).
Menurut Solikhin, penyelidikan epidemiologi kasus campak di Kota Jogja dilakukan dengan menelusuri riwayat perjalanan pasien, waktu munculnya gejala, serta kemungkinan kontak erat dengan orang lain sebelum pasien dinyatakan sakit.
"Begitu menerima laporan, kami melakukan konfirmasi ke fasilitas kesehatan, kemudian bersama puskesmas turun ke lapangan untuk menelusuri sumber penularannya," ujar dia.
Sebagian besar kasus campak yang muncul pada awal 2026 terjadi pada anak usia sekolah. Rentang usia pasien yang terinfeksi antara lain kurang dari satu tahun, 4 tahun, 8 tahun, 11 tahun, dan 15 tahun, serta satu kasus pada orang dewasa berusia 28 tahun.
Solikhin menyampaikan seluruh pasien campak yang terkonfirmasi tersebut telah mendapatkan penanganan medis dan kini berada dalam kondisi sembuh.
"Kalau yang anak sekolah kami sarankan tidak masuk sekolah dulu sampai kondisinya membaik," ucap Solikhin.
Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan Dinkes Kota Jogja, tidak ditemukan penularan lanjutan pada orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien. Kasus yang muncul juga bersifat sporadis di beberapa lokasi berbeda di Kota Jogja.
Sebagai perbandingan, Dinas Kesehatan Kota Jogja mencatat sebanyak 19 kasus campak sepanjang 2024 dan 13 kasus campak pada periode Januari hingga Desember 2025.
"Dibanding awal tahun ini, kalau dirata-rata memang ada kenaikan sedikit," kata Solikhin.
Ia menambahkan cakupan imunisasi campak di Kota Jogja telah mencapai sekitar 96 persen. Angka tersebut dinilai cukup membantu menekan risiko keparahan penyakit pada pasien yang terinfeksi campak.
Dinkes Kota Jogja juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menggunakan masker pada lingkungan yang berisiko, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala campak.
"Kalau ada gejala demam disertai muncul bercak merah pada kulit, masyarakat sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan," kata Solikhin.
Langkah penyelidikan epidemiologi terhadap kasus campak di Kota Jogja ini terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan bersama puskesmas untuk memastikan penyebaran penyakit tetap terkendali serta mencegah potensi penularan baru di masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kimi Antonelli tak terkejut Ferrari dan McLaren mendominasi GP Hungaria 2026. Lando Norris merebut pole position pertamanya musim ini.
Andrea Pirlo terancam gagal jadi pelatih Timnas Italia karena hubungan dagang dengan perusahaan taruhan Rusia yang menuai kontroversi.
MotoGP Inggris 2026 di Silverstone menjadi awal paruh kedua musim. Simak jadwal lengkap serta peluang Veda Ega Pratama di Moto3.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Harga emas Pegadaian hari ini 27 Juli 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga Antam, Galeri 24, dan UBS beserta harga buyback terbaru.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.