Pertamina Resmi Luncurkan Road to MotoGP Indonesia 2026
Pertamina meluncurkan Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Jakarta dengan menghadirkan Mario Aji dan Veda Ega Pratama.
Foto ilustrasi makanan dengan kemasan rusak dan kedaluwarsa sehingga tidak layak jual. Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan Bantul melakukan penarikan makanan kemasan tidak layak jual dari sejumlah supermarket dan toko modern di wilayah Bantul setelah menemukan produk dengan kondisi kemasan rusak saat sidak keamanan pangan menjelang Lebaran 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan masyarakat, terutama produk yang biasa digunakan dalam parsel Lebaran.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Tri Widiyantara menjelaskan sidak keamanan pangan tersebut digelar pada 10–11 Maret 2026 di berbagai sarana distribusi makanan dan minuman di wilayah Bantul. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah makanan kaleng dengan kondisi kemasan peyok sehingga dinilai tidak layak dijual kepada konsumen.
"Untuk sidak makanan kemasan kaleng di supermarket (toko modern) beberapa waktu lalu, ada beberapa yang ditemukan peyok, jadi untuk kemasan yang tidak layak jual ini kita tarik semua," kata Agus Tri Widiyantara di Bantul, Sabtu (14/3/2026).
Meski ditemukan beberapa produk dengan kemasan rusak, Dinas Kesehatan Bantul memastikan jumlah produk yang ditarik tidak banyak. Petugas juga tidak menemukan makanan kemasan yang telah melewati masa kedaluwarsa dalam sidak tersebut.
"Sehingga yang dijual itu hanya yang kemasan layak jual, tidak peyok, kalau dari sisi kemasan tidak layak jual kita tarik semua, jumlahnya tidak banyak, sedangkan untuk kedaluwarsa dari hasil sidak kemarin tidak ada," katanya.
Selain pengawasan produk kemasan, Dinas Kesehatan Bantul juga melakukan pengawasan terhadap makanan takjil yang dijual di pasar Ramadan di Bantul. Kegiatan ini dilakukan bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta guna memastikan jajanan berbuka puasa aman dikonsumsi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil sejumlah sampel makanan untuk dilakukan pengujian laboratorium secara langsung di lokasi sekaligus memberikan edukasi kepada pedagang maupun pengunjung pasar Ramadan.
"Terdapat 10 sampel pangan yang diuji dengan hasil negatif dari bahan berbahaya, seperti boraks, formalin, rhodamin B, metanil yeloow," katanya.
Sampel makanan yang diperiksa meliputi berbagai jenis jajanan populer yang banyak dijual saat Ramadan, antara lain kue mochi, jelly ball, cincau, bakmie goreng, agar-agar, bakso, tahu bacem, es buah, bakso tusuk, dan udang keju.
"Hasilnya negatif, tidak ditemukan bahan berbahaya, sehingga dinyatakan aman untuk dikonsumsi," katanya.
Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan makanan takjil yang diuji di pasar Ramadan Bantul tidak mengandung bahan kimia berbahaya, sehingga masyarakat dapat mengonsumsinya dengan aman selama bulan Ramadan, sementara pengawasan keamanan pangan oleh Dinas Kesehatan Bantul dan BBPOM Yogyakarta tetap dilakukan secara berkala di berbagai titik penjualan makanan di wilayah Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina meluncurkan Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Jakarta dengan menghadirkan Mario Aji dan Veda Ega Pratama.
Jumog River Tubing resmi beroperasi di Karanganyar. Wisatawan bisa menyusuri sungai 800 meter selama 20 menit dengan tiket Rp25.000.
PSIM Jogja mempertahankan 12 pemain lokal usai evaluasi tim sebagai persiapan menghadapi Super League 2026/2027.
Basarnas Makassar menemukan lima korban KM Nurul Salsa dalam kondisi selamat di perairan Selayar. Sebanyak 20 penumpang masih dalam pencarian.
Apple dan Departemen Kehakiman AS mulai membahas penyelesaian gugatan antimonopoli yang diajukan sejak 2024.
Harga emas mencatat penurunan mingguan terdalam dalam sebulan akibat ekspektasi suku bunga AS tetap tinggi meski konflik Timur Tengah memanas.