Jelang Lawan Iran, Pelatih Mesir Soroti Keadilan bagi Semua Tim
Pelatih Mesir Hossam Hassan mendukung Iran mendapat perlakuan setara di Piala Dunia 2026 jelang laga penentuan Grup G di Seattle.
Refleksi Satu Tahun Hasto dan Wawan yang digelar di Taman Budaya Embung Giwangan, Senin (30/3/2026)/ Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, JOGJA—Pengamat sosial dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Ari Sujito, menyampaikan catatan kritis sekaligus apresiasi terhadap setahun kepemimpinan Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, dan Wakil Wali Kota Wawan Harmawan.
Menurut pria yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM ini, pasangan Hasto-Wawan ini memiliki ide besar yang menantang untuk diimplementasikan di tengah dinamika sosial dan birokrasi kota.
“Saya ingat cara yang dipakai Hasto: teknokrasi dan birokrasi. Ide ini tidak mudah,” ujar Ari Sujito, di Taman Budaya Embung Giwangan, Senin (30/3/2026).
Ia menambahkan bahwa ide besar Hasto-Wawan mencakup rekonstruksi sosial agar Yogyakarta tetap aman, nyaman, dan bergerak tanpa rasa ketakutan.
Ari menekankan tantangan utama terletak pada kemampuan birokrasi menerjemahkan visi pimpinan menjadi aksi nyata. Di era digital saat ini, di mana generasi muda bebas mengekspresikan diri, kota diharapkan mampu mengelola sumber daya secara optimal meski menghadapi keterbatasan fiskal.
“Masyarakat harus dijadikan subjek, jangan objek. Pengalaman Pak Hasto bisa dilembagakan dan harus saling support,” tegas Ari.
Menuju Peradaban Baru Jogja
Refleksi setahun pemerintahan Hasto-Wawan dipandang bukan sekadar evaluasi, melainkan pijakan untuk langkah besar berikutnya. Rekonstruksi sosial yang digaungkan pasangan kepala daerah ini membutuhkan konsistensi waktu yang panjang.
Dengan semangat noto urip bareng dan keterlibatan aktif warga—seperti dalam program Jumilah—Ari menilai Yogyakarta berpotensi menuju peradaban baru yang lebih tertib, bersih, dan manusiawi. Meski perubahan belum sempurna, langkah-langkah kecil yang berkelanjutan menjadi kunci kemajuan kota.
Ari Sujito menekankan pentingnya integrasi ide besar dengan dukungan birokrasi dan partisipasi masyarakat. Setahun Hasto-Wawan memimpin menjadi fondasi perubahan sosial berkelanjutan bagi Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih Mesir Hossam Hassan mendukung Iran mendapat perlakuan setara di Piala Dunia 2026 jelang laga penentuan Grup G di Seattle.
Steve Clarke resmi mundur dari Timnas Skotlandia usai gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2026, mengakhiri era tujuh tahun yang penuh pencapaian.
Portugal ditahan Kolombia 0-0 dan lolos sebagai runner-up Grup K. RD Kongo bangkit kalahkan Uzbekistan 3-1 sekaligus menyingkirkan Korea Selatan.
Google Finance resmi hadir kembali dengan aplikasi Android dan fitur AI canggih untuk analisis saham, pengelolaan portofolio, serta ringkasan pasar otomatis.
Korban gempa Venezuela mencapai 1.430 jiwa, 68.900 orang hilang di La Guaira. Warga kritik respons pemerintah saat operasi penyelamatan berpacu dengan waktu.
Harry Kane resmi jadi pencetak gol terbanyak Inggris di Piala Dunia dengan 11 gol usai membobol Panama dan melampaui rekor Gary Lineker.