7.500 Obor Bakal Menyala di Perayaan HUT ke-75 Kulonprogo, Ini Maknanya
Disbud Kulonprogo menyiapkan 7.500 obor untuk HUT ke-75 Kulonprogo. Api menyala sekitar dua menit dengan pengamanan petugas damkar.
Suasana di YIA, Jumat (27/10/2023). Anisatul Umah-Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Ruang Terbuka Publik (RTP) Bulak Tabak di Kapanewon Temon mulai disiapkan sebagai kantong parkir kendaraan pengantar jemaah haji menjelang dimulainya embarkasi haji Kulonprogo pada akhir April 2026. Lokasi ini sekaligus diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi bagi pelaku UMKM setempat.
Fasilitas tersebut akan mulai dimanfaatkan seiring keberangkatan kloter pertama pada 21 April 2026. Setiap kloter diperkirakan membawa ratusan jemaah, yang juga diiringi kehadiran keluarga pengantar dalam jumlah besar.
Kepala DisperinkopUKM Kulonprogo, Iffah Mufidati, memastikan area RTP Bulak Tabak tidak hanya difungsikan sebagai parkir, tetapi juga sebagai lokasi berjualan bagi UMKM, khususnya warga Temon.
“Insyaallah RTP Bulak Tabak sudah pasti untuk fasilitas parkir dan pelaku UMKM berjualan. Kita prioritaskan kepada teman-teman UMKM warga Temon untuk nanti ada tenda-tenda UMKM berjualan di sana,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Menurut Iffah, momentum embarkasi ini menjadi peluang awal untuk mengukur potensi pasar. Selain keluarga pengantar, peluang juga datang dari petugas haji yang jumlahnya diperkirakan mencapai 93 orang.
Ia menilai kebutuhan konsumsi di luar fasilitas hotel menjadi celah pasar yang bisa dimanfaatkan. Pelaku UMKM bahkan didorong menyediakan layanan pesan antar untuk menjangkau segmen tersebut.
“Kalau siang dan malam mereka mungkin tidak mendapat fasilitas langsung, itu jadi potensi. Kita dorong teman-teman UMKM bisa menyediakan layanan delivery order,” katanya.
Dari sisi jenis usaha, sektor kuliner diprediksi paling dominan. Namun, peluang juga terbuka bagi produk non-makanan seperti kerajinan dan batik khas Kulonprogo yang berpotensi diburu sebagai oleh-oleh.
Sementara itu, Panewu Temon, Rusdi Suwarno, menjelaskan RTP Bulak Tabak memiliki luas sekitar 10.123 meter persegi dan mampu menampung hingga 300 kendaraan roda empat seperti minibus dan SUV.
“Jaraknya dengan asrama haji hotel hanya sekitar 300 meter. Peruntukannya memang untuk kendaraan pengantar jemaah haji non bus besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kendaraan yang diperbolehkan masuk ke area tersebut dibatasi hingga ukuran elf, mengingat akses jalan belum mendukung untuk bus besar. Alternatif lokasi lain seperti Lapangan Janten dan Dangaran sempat diajukan, namun belum disetujui karena berbagai kendala teknis.
Dengan kesiapan ini, RTP Bulak Tabak diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran embarkasi haji, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal di wilayah Temon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disbud Kulonprogo menyiapkan 7.500 obor untuk HUT ke-75 Kulonprogo. Api menyala sekitar dua menit dengan pengamanan petugas damkar.
Konvensi Humas Indonesia 2026 di Solo membahas pentingnya kepercayaan publik, peran strategis humas, dan tantangan disinformasi di era AI.
Inter Milan mengalahkan Bologna 3-1 dan mengoleksi 19 poin dari tujuh laga untuk memperkuat posisi di puncak klasemen Liga Italia 2026/27.
Timnas Futsal Indonesia kalah 1-2 dari Peru di Copa das Nacoes 2026. Gol Yogi Saputra belum mampu menyelamatkan skuad Garuda.
SEMA UGM menyurati Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn untuk mendesak evaluasi kepatuhan Indonesia dalam penanganan karhutla dan kabut asap lintas negara.
PSG menang 3-1 atas Strasbourg setelah sempat tertinggal 0-1. Hasil ini membawa Les Parisiens ke puncak klasemen Liga Prancis.