Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa
Sebagai perusahaan BUMN yang berkelanjutan, PT Pegadaian terus memperluas cakupan program kemitraan dan bina lingkungan yang menyentuh masyarakat.
Warga Jogja, Sri Sunardijati, saat ditemui di kantor BPJS Cabang Jogja, Rabu (15/4/2026). - Harian Jogja/Ariq Fajar Hidayat
JOGJA—Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan terus membuktikan manfaatnya bagi masyarakat. Di Kota Jogja, seorang lansia, Sri Sunardijati, merasakan langsung kemudahan layanan sekaligus penjaminan biaya pengobatan hingga puluhan juta rupiah saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Pengalaman ini menjadi gambaran nyata bagaimana JKN hadir sebagai solusi perlindungan kesehatan yang terjangkau, dengan layanan yang semakin mudah diakses dan responsif terhadap kebutuhan peserta.
JKN Ringankan Biaya Hingga Puluhan Juta
Sri yang telah menjadi peserta sejak era Askes mengaku sudah beberapa kali menjalani rawat inap menggunakan JKN, terutama akibat gangguan lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).
“Iya, pernah opname beberapa kali, mungkin sudah 4 sampai 5 kali karena GERD. Kalau dulu sejak kerja sudah sakit, tapi sering opname itu setelah pensiun,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Ia merasakan langsung selisih biaya yang signifikan saat menggunakan JKN, bahkan ketika memilih fasilitas perawatan lebih tinggi.
“Kalau dipikir seperti itu, ya sangat hemat. Misalnya di rumah sakit swasta kelas VIP bisa 5 sampai 6 juta, di situ saya cuma bayar sekitar 1 juta karena saya naik kelas dari kelas 1,” ujarnya.
Tambahan biaya tersebut, lanjutnya, merupakan pilihan pribadi untuk meningkatkan kenyamanan selama perawatan.
Layanan Mudah, Cepat, dan Tetap Nyaman
Tak hanya soal biaya, Sri juga menilai layanan JKN semakin mudah dan praktis. Proses administrasi dinilai tidak berbelit dan pelayanan tenaga kesehatan tetap optimal.
“Enggak ada keluhan, selalu baik. Pelayanannya juga baik, enggak ada masalah,” katanya.
Kemudahan bahkan tetap dirasakan meskipun kartu fisik tidak tersedia.
“Kartu Askes saya hilang, tapi tadi bisa dilayani pakai KTP. Administrasinya juga mudah, enggak dimintai macam-macam,” ujarnya.
Perlindungan Nyata untuk Kesehatan Keluarga
Manfaat JKN semakin terasa ketika dibandingkan dengan biaya pengobatan tanpa jaminan. Sri menyebut salah satu anggota keluarganya harus mengeluarkan biaya besar saat tidak menggunakan JKN.
“Anak saya operasi hernia tanpa JKN, biayanya sampai 40 juta. Jadi memang terasa sekali bedanya,” ujarnya.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa JKN tidak hanya memberikan kemudahan layanan, tetapi juga perlindungan finansial yang signifikan bagi masyarakat.
Dengan berbagai kemudahan, mulai dari akses layanan, biaya yang lebih terjangkau, hingga proses administrasi yang sederhana, JKN terus menjadi pilihan utama dalam menjamin kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
“Harapan saya sudah baik seperti ini saja. Pelayanan dan administrasinya mudah, sangat membantu,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebagai perusahaan BUMN yang berkelanjutan, PT Pegadaian terus memperluas cakupan program kemitraan dan bina lingkungan yang menyentuh masyarakat.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Kemhan mengevaluasi total Latsarmil SPPI 2026 usai lima peserta meninggal, mencakup seleksi kesehatan, latihan fisik, dan metode pembelajaran.
Bareskrim menyelidiki 15 perusahaan yang diduga menjadi sponsor 321 WNA dalam kasus sindikat judi online Hayam Wuruk.
Xpeng G6 AWD resmi meluncur di Indonesia dengan motor ganda, tenaga 358 kW, akselerasi 4,13 detik, dan identitas baru Black Edition.