Sisa Makanan Pasien RS Jogja Turun berkat Program SI SEDAP
Sisa makanan pasien rawat inap di Rumah Sakit Pratama Kota Jogja berhasil ditekan hingga 16,9 persen setelah Dinas Kesehatan Kota Jogja menerapkan inovasi
Warga Jogja, Sri Sunardijati, saat ditemui di kantor BPJS Cabang Jogja, Rabu (15/4/2026). - Harian Jogja/Ariq Fajar Hidayat
JOGJA—Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan terus membuktikan manfaatnya bagi masyarakat. Di Kota Jogja, seorang lansia, Sri Sunardijati, merasakan langsung kemudahan layanan sekaligus penjaminan biaya pengobatan hingga puluhan juta rupiah saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Pengalaman ini menjadi gambaran nyata bagaimana JKN hadir sebagai solusi perlindungan kesehatan yang terjangkau, dengan layanan yang semakin mudah diakses dan responsif terhadap kebutuhan peserta.
JKN Ringankan Biaya Hingga Puluhan Juta
Sri yang telah menjadi peserta sejak era Askes mengaku sudah beberapa kali menjalani rawat inap menggunakan JKN, terutama akibat gangguan lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).
“Iya, pernah opname beberapa kali, mungkin sudah 4 sampai 5 kali karena GERD. Kalau dulu sejak kerja sudah sakit, tapi sering opname itu setelah pensiun,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Ia merasakan langsung selisih biaya yang signifikan saat menggunakan JKN, bahkan ketika memilih fasilitas perawatan lebih tinggi.
“Kalau dipikir seperti itu, ya sangat hemat. Misalnya di rumah sakit swasta kelas VIP bisa 5 sampai 6 juta, di situ saya cuma bayar sekitar 1 juta karena saya naik kelas dari kelas 1,” ujarnya.
Tambahan biaya tersebut, lanjutnya, merupakan pilihan pribadi untuk meningkatkan kenyamanan selama perawatan.
Layanan Mudah, Cepat, dan Tetap Nyaman
Tak hanya soal biaya, Sri juga menilai layanan JKN semakin mudah dan praktis. Proses administrasi dinilai tidak berbelit dan pelayanan tenaga kesehatan tetap optimal.
“Enggak ada keluhan, selalu baik. Pelayanannya juga baik, enggak ada masalah,” katanya.
Kemudahan bahkan tetap dirasakan meskipun kartu fisik tidak tersedia.
“Kartu Askes saya hilang, tapi tadi bisa dilayani pakai KTP. Administrasinya juga mudah, enggak dimintai macam-macam,” ujarnya.
Perlindungan Nyata untuk Kesehatan Keluarga
Manfaat JKN semakin terasa ketika dibandingkan dengan biaya pengobatan tanpa jaminan. Sri menyebut salah satu anggota keluarganya harus mengeluarkan biaya besar saat tidak menggunakan JKN.
“Anak saya operasi hernia tanpa JKN, biayanya sampai 40 juta. Jadi memang terasa sekali bedanya,” ujarnya.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa JKN tidak hanya memberikan kemudahan layanan, tetapi juga perlindungan finansial yang signifikan bagi masyarakat.
Dengan berbagai kemudahan, mulai dari akses layanan, biaya yang lebih terjangkau, hingga proses administrasi yang sederhana, JKN terus menjadi pilihan utama dalam menjamin kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
“Harapan saya sudah baik seperti ini saja. Pelayanan dan administrasinya mudah, sangat membantu,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sisa makanan pasien rawat inap di Rumah Sakit Pratama Kota Jogja berhasil ditekan hingga 16,9 persen setelah Dinas Kesehatan Kota Jogja menerapkan inovasi
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.