40 KDMP Sleman Beroperasi, 46 Koperasi Masih Hadapi Kendala
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Foto ilustrasi restoran. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sektor pariwisata menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman pada triwulan pertama 2026 dengan realisasi 24,22% dari target Rp1,71 triliun hingga Maret.
Kontribusi terbesar berasal dari pajak hotel, restoran, dan hiburan yang melampaui rata-rata capaian pajak daerah sebesar 21,88%, mencerminkan ketahanan aktivitas wisatawan di tengah tekanan ekonomi.
Pajak jasa perhotelan terealisasi 26,52% dari target, disusul pajak makanan-minuman 26,93%, serta pajak kesenian dan hiburan 27,41% yang menunjukkan konsumsi wisatawan tetap terjaga.
Subsektor hiburan bahkan mencatat capaian lebih tinggi dengan olahraga-permainan 46,69%, diskotek-karaoke-SPA 32,05%, dan permainan ketangkasan 31,56%. Tren ini mengindikasikan minat rekreasi masyarakat dan wisatawan terhadap destinasi Sleman terus meningkat.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman Abu Bakar mengakui kinerja pajak daerah belum merata di semua sektor. Pajak reklame baru 13,73% dengan reklame berjalan nihil, Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) terendah 1,26%, serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) 14,76% meski nominalnya besar.
Realisasi pajak daerah keseluruhan baru 21,88% dari target Rp1,31 triliun karena data retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah terpisah, dan PAD lain belum terhimpun.
Pemkab Sleman optimistis mencapai target PAD akhir tahun dengan mengandalkan momentum pariwisata. "Di tengah situasi ekonomi masyarakat belakangan ini, kami optimistis bisa mencapai target," kata Abu Bakar saat dihubungi, Rabu (22/4/2026). Sektor wisata diprediksi tetap menjadi motor penggerak PAD sepanjang 2026.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto mengungkapkan perekonomian masyarakat belum pulih sepenuhnya terlihat dari okupansi hotel Lebaran 2026 rata-rata 70% turun dari 80% tahun sebelumnya.
"Rerata 70 persen untuk okupansi hotel selama libur lebaran. Kalau melihat periode yang sama tahun lalu malah bisa mencapai 80 persen. Artinya kan ada penurunan untuk lebaran kali ini," ujarnya.
Akomodasi tak berizin berharga murah menjadi tantangan serius dengan persentase belanja akomodasi turun menjadi 25,4% pada Lebaran 2026 dari 29,5% tahun lalu.
"Dan terkonfirmasi dari turunnya persentase belanja akomodasi menjadi 25,4 persen pada libur lebaran 2026, dibandingkan dengan persentase belanja akomodasi tahun lalu sebesar 29,5 persen," tambah Kus Endarto. Pemerintah daerah terus berupaya mengoptimalkan sektor pariwisata formal melalui pengawasan perizinan dan promosi destinasi unggulan Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait tenggelamnya kapal di perairan Laut Jawa.