Penerima Bansos di Gunungkidul Diminta Hindari Judol dan Game Online
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judi online. Dinsos mengingatkan game online dengan top up juga berisiko.
Ibadah haji - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Menjelang keberangkatan ibadah haji tahun 2026, calon jemaah asal Gunungkidul diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan agar tetap prima. Imbauan ini disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umrah Gunungkidul seiring dominasi jemaah yang berusia lanjut.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Gunungkidul, Taufik Ahmad Sholeh, mengatakan bahwa kesiapan fisik menjadi faktor penting agar rangkaian ibadah di Tanah Suci dapat berjalan lancar.
“Kami terus mengingatkan agar jemaah menjaga kondisi tubuh tetap bugar dan sehat, terutama karena mayoritas berusia di atas 50 tahun,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Berdasarkan data, total terdapat 354 jemaah yang akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 273 jemaah atau sebagian besar berada pada rentang usia di atas 50 tahun. Rinciannya, jemaah berusia 81–90 tahun tercatat 10 orang, usia 71–80 tahun sebanyak 29 orang, usia 61–70 tahun sebanyak 96 orang, dan usia 51–60 tahun mencapai 138 orang. Sementara itu, jemaah berusia 17–50 tahun berjumlah 81 orang.
Menurut Taufik, seluruh jemaah sebenarnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Namun, hasil pemeriksaan tersebut bukan jaminan kondisi tubuh akan tetap stabil hingga waktu keberangkatan. Oleh karena itu, jemaah diminta tetap menjaga kebugaran secara mandiri.
Ia menyarankan aktivitas ringan seperti berjalan kaki secara rutin sebagai upaya menjaga stamina. Sebaliknya, aktivitas berat sebaiknya dihindari agar tidak memicu kelelahan yang dapat berdampak pada kondisi kesehatan.
Sementara itu, Fungsional Umum pada Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu Gunungkidul, Tomi Adhe Krisna, memastikan seluruh persiapan administrasi dan teknis keberangkatan telah rampung.
Menurutnya, para jemaah telah mengantongi dokumen penting seperti paspor dan visa dari Arab Saudi. Selain itu, mereka juga telah menjalani vaksinasi wajib seperti meningitis dan polio melalui Dinas Kesehatan Gunungkidul pada akhir Maret lalu.
Tak hanya itu, rangkaian manasik haji juga telah dilaksanakan sebagai bagian dari pembekalan jemaah sebelum berangkat. Secara keseluruhan, jumlah rombongan yang akan diberangkatkan mencapai 360 orang, termasuk petugas pendamping, dan tergabung dalam Kloter 10 YIA dengan jadwal keberangkatan pada 3 Mei 2026.
Dengan seluruh persiapan yang telah dilakukan, pemerintah berharap proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judi online. Dinsos mengingatkan game online dengan top up juga berisiko.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.
Lomba Ayam Bekisar Piala Jogja Istimewa ke-3 diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah dan mengangkat pelestarian budaya serta satwa.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos semifinal Asian Games 2026 dan membidik emas setelah menang atas pasangan Korea Selatan.
Kementerian PU mempercepat pembangunan dan rehabilitasi irigasi untuk menghadapi ancaman El Nino terhadap target swasembada pangan.
OJK mewajibkan laporan insidental PMDK melalui Sistem Pelaporan OJK mulai 1 Oktober 2026 untuk memperkuat pengawasan berbasis teknologi.