Warga Karang Sentolo Tolak Tambang Pasir Sungai Progo
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Foto ilustrasi penemuan mayat/jenazah. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, KULONPROGO—Penemuan mayat perempuan di Kali Ngrowo, Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kulonprogo, menggegerkan warga setempat. Polisi kini masih menyelidiki penyebab kematian korban yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Jasad perempuan tersebut ditemukan pada Jumat (24/4/2026) sore oleh warga yang sedang memancing setelah mencium bau tidak sedap dari sekitar lokasi.
Saat didekati, warga melihat bagian tubuh korban dalam kondisi membengkak dan mulai mengelupas. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.
Kepala Seksi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko, menyampaikan bahwa Tim Inafis bersama PMI Kulonprogo langsung melakukan evakuasi jenazah ke RSUD Wates.
“Kulitnya mulai mengelupas sehingga atas temuan tersebut warga langsung melaporkannya ke Polsek Lendah. Menindaklanjutinya Tim Inafis Polres bersama PMI Kulonprogo melakukan evakuasi mayat tersebut untuk diangkat dan dibawa ke ruang jenazah RSUD Wates,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Dari hasil identifikasi awal, korban diketahui berinisial DA (44), warga Galur, Kulonprogo, yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga.
“Memang benar korban merupakan warga Galur yang dilaporkan hilang,” lanjutnya.
Ciri-ciri korban saat ditemukan antara lain berambut hitam, mengenakan jam tangan emas di tangan kiri, serta kuku jari dengan kutek berwarna hitam.
Polisi juga menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, seperti lebam di lengan kiri dan bahu, serta memar di area mata kiri bagian atas dan bawah.
“Lukanya seperti itu, tidak ada luka senjata tajam,” ungkapnya.
Meski ditemukan adanya luka, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian korban, termasuk dugaan tindak pidana.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kulonprogo, Iptu Subihan Afuan, menegaskan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
“Dugaan pembunuhan masih didalami, rencana akan diautopsi di RS Bhayangkara,” jelasnya.
Sementara itu, Lurah Ngentakrejo, Sumardi, memastikan korban bukan warga setempat. Ia menyebut tidak ada laporan warga Ngentakrejo yang kehilangan anggota keluarga.
Penemuan ini menambah perhatian masyarakat terhadap keamanan lingkungan, terutama di area sungai yang kerap menjadi lokasi aktivitas warga, sekaligus mendorong proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.
DPR menerima surat pemberhentian Listyo Sigit sebagai Kapolri dan pengangkatan Kapolri baru. Komisi III menyetujui Suyudi Ario Bayu.
Suyudi Ario Seto diusulkan menjadi calon Kapolri. Simak harta kekayaan, profil, pendidikan, dan perjalanan kariernya.
Harga BBM Pertamina 1 Oktober 2026 masih sama seperti September. Cek harga Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, dan BBM lainnya.