Daratan Baru Muncul di Sekitar Anak Krakatau, Benarkah Cucu Krakatau? Ini Kata Pakar
Pakar geologi Daryono menjelaskan daratan baru di sekitar Anak Krakatau bukan gunung api baru, melainkan akumulasi material vulkanik.
Foto ilustrasi hujan ringan. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (3/5/2026) diprediksi didominasi hujan ringan. Kondisi ini membuat aktivitas luar ruang berpotensi terganggu sejak pagi hingga malam.
Berdasarkan pantauan terkini, wilayah Kulon Progo diprediksi akan diguyur hujan sedang dengan suhu udara berkisar antara 23–31°C dan tingkat kelembapan mencapai 76–96%. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra bagi pengendara karena jarak pandang yang mungkin berkurang serta jalanan yang cenderung lebih licin.
Sementara itu, wilayah Bantul, Gunungkidul, dan Sleman diperkirakan akan mengalami hujan ringan. Di Bantul dan Gunungkidul, suhu udara diprediksi stabil pada angka 23–31°C, namun Gunungkidul memiliki tingkat kelembapan yang sedikit lebih tinggi hingga 97%. Untuk wilayah Sleman, suhu udara terasa sedikit lebih kontras dengan rentang 22–33°C dan kelembapan yang lebih rendah, yakni 73–92%.
Di Kota Yogyakarta, kondisi cuaca juga diprediksi akan mengalami hujan ringan. Suhu di pusat kota cenderung lebih hangat, berkisar antara 24–33°C dengan kelembapan udara mencapai 75–97%. "Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak dan menjaga kondisi kesehatan di tengah kelembapan udara yang cukup tinggi ini," pungkas pernyataan resmi terkait situasi meteorologi hari ini.
Berikut rincian prakiraan cuaca di DIY Minggu (3/5/2026):
Kulon Progo
Kondisi: hujan sedang
Suhu udara: 23–31°C
Kelembapan: 76–96%
Bantul
Kondisi: hujan ringan
Suhu udara: 23–31°C
Kelembapan: 77–96%
Gunungkidul
Kondisi: hujan ringan
Suhu udara: 23–31°C
Kelembapan: 83–97%
Sleman
Kondisi: hujan ringan
Suhu udara: 22–33°C
Kelembapan: 73–92%
Kota Yogyakarta
Kondisi: hujan ringan
Suhu udara: 24–33°C
Kelembapan: 75–97%
Mengingat intensitas potensi curah hujan, seluruh lapisan masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, tanah longsor, maupun angin kencang.
Langkah antisipasi dapat dimulai dengan menjaga kebersihan lingkungan, terutama memastikan saluran air tidak tersumbat sampah agar debit hujan dapat mengalir lancar. Selain itu, warga diharapkan memeriksa ketahanan struktur atap rumah serta memangkas dahan pohon yang sudah rimbun guna menghindari risiko tumbang.
Keselamatan adalah tanggung jawab bersama; jangan menunggu bencana datang baru bertindak. Mari menjaga lingkungan tetap bersih dan selalu waspada demi keamanan seluruh anggota keluarga.
Penting juga bagi masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari otoritas berwenang dan menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan pokok serta dokumen penting. Dengan langkah preventif yang dilakukan secara kolektif, diharapkan dampak buruk dari tingginya curah hujan dapat diminimalisir demi keselamatan bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pakar geologi Daryono menjelaskan daratan baru di sekitar Anak Krakatau bukan gunung api baru, melainkan akumulasi material vulkanik.
Guterres bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan mendorong dialog untuk mengakhiri konflik. Iran mengajukan proposal buka Selat Hormuz.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.