BPD DIY Salurkan CSR di Kulonprogo, 15 Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
Pembangunan talud yang dilakukan secara gotong royong melalui program BBGRM di Kapanewon Galur, Kulonprogo./Istimewa -
Harianjogja.com, KULONPROGO— Pemerintah Kabupaten Kulonprogo kembali menggerakkan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) sepanjang Mei 2026. Program ini tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi warga berbasis potensi lokal.
Kegiatan BBGRM diawali di Kapanewon Galur dan Panjatan pada Selasa (5/5/2026), lalu berlanjut di Kapanewon Pengasih pada Rabu (6/5/2026). Pelaksanaannya melibatkan partisipasi langsung masyarakat sebagai bentuk penguatan solidaritas dan kebersamaan dalam pembangunan.
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, menilai gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat dalam mendorong perubahan. Ia mengapresiasi keterlibatan warga yang aktif dalam berbagai kegiatan pembangunan.
"Saya bangga masyarakat masih menjunjung tinggi gotong royong yang menjadi bukti bahwa kita benar-benar siap melakukan perubahan dan pembangunan secara bersama-sama," ujar Agung, Rabu (6/5/2026).
Dalam pelaksanaan BBGRM tahun ini, sejumlah program konkret dijalankan. Di antaranya pembangunan talud, penataan lingkungan, hingga pengembangan sektor ekonomi melalui pelibatan pelaku UMKM lokal. Salah satu contoh nyata adalah produksi wingko boro khas Karangsewu di Kapanewon Galur yang digerakkan oleh kelompok ibu-ibu.
Selain itu, terdapat pula pengelolaan kandang komunal sapi yang dilakukan secara gotong royong. Sistem ini dinilai lebih efisien dari sisi penggunaan lahan, sekaligus memperkuat kebersamaan karena perawatan dilakukan secara bergiliran oleh warga.
"Ini bukti bahwa masyarakat tidak tinggal diam tetapi terus bergerak meningkatkan kesejahteraan," jelas Agung.
Sementara itu, Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, menegaskan bahwa BBGRM memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, gotong royong bukan sekadar tradisi, melainkan solusi nyata dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Ia menyebut, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan.
"Gotong royong dapat mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat," tegasnya.
Dalam rangkaian kegiatan BBGRM ini, juga dilakukan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai bentuk kepedulian terhadap warga kurang mampu. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara langsung.
Di Kapanewon Panjatan, bantuan juga disalurkan kepada kelompok tani, kelompok usaha bersama, serta warga penerima bantuan rumah tangga miskin (RTM). Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat perekonomian lokal.
Melalui BBGRM, pemerintah daerah berharap semangat gotong royong tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi terus hidup dalam keseharian masyarakat sebagai kekuatan utama pembangunan daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
America.gov jadi chatbot AI pemerintah AS untuk mencari informasi federal. Simak fitur, Gemini-Grok, rencana layanan dan privasinya.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.