Pemkab Kulonprogo Rotasi Pejabat, Susilaningsih Jadi Direktur RSUD Wates
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Suasana rumah duka Ngadikin jemaah haji Kabupaten Kulonprogo yang meninggal dunia di Makkah. Rumah duka yang berada di Padukuhan Salam II, Plumbon, Temon didatangi kerabat dan tetangga sekitar untuk bertakziah, Jumat (8/5/2026)/Harian Jogja-Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kabar duka datang dari Tanah Suci Makkah setelah seorang jemaah haji asal Kabupaten Kulonprogo, Ngadikin, meninggal dunia pada Jumat (8/5/2026) waktu Indonesia.
Peristiwa tersebut sontak membuat suasana duka menyelimuti rumah keluarga di Padukuhan Salam II, Kalurahan Plumbon, Kapanewon Temon, Kulonprogo, yang pada hari yang sama didatangi kerabat dan tetangga untuk bertakziah.
Ngadikin diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes melitus sebelum berangkat menunaikan ibadah haji. Meski demikian, pihak keluarga menyebut kondisi almarhum dalam keadaan sehat saat keberangkatan menuju Arab Saudi bersama keluarga.
Anak kandung almarhum, Khafid Pradana, menceritakan kronologi terakhir kondisi sang ayah sebelum wafat. Ia menyebut informasi pertama diterima saat ayahnya mengalami gangguan kesehatan ketika berada di Makkah.
“Jadi, saya dapat informasi dari saudara saya yang juga ibadah haji di sana bersama Bapak-Ibu. Semalam kurang lebih sekitar jam sembilan, itu diinformasikan bahwa Bapak mengalami sesak napas. Kemudian sempat juga dirawat, diinfus, dan juga ada oksigen. Sekitar setengah sepuluh juga dikirimi foto, foto tersebut. Kemudian baru tadi pagi kurang lebih jam setengah delapan dikabari dari Makkah bahwa Bapak sudah tiada di sana,” katanya saat ditemui di rumah duka, Jumat (8/5/2026).
Khafid juga menjelaskan bahwa ayahnya berangkat haji bersama istri dan dua anggota keluarga lainnya. Ia menambahkan bahwa Ngadikin sudah lama memiliki keinginan untuk menunaikan ibadah haji, namun baru bisa terwujud setelah mendaftar sekitar tahun 2010.
“Bapak naik haji sama ibu dan dua saudara kita,” tuturnya.
Menurut Khafid, sang ayah dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab dalam keluarga. Ngadikin juga merupakan seorang guru di SD Negeri Bugel, Panjatan, Kulonprogo. Ia meninggalkan seorang istri serta dua anak laki-laki.
“Beliau di mata keluarga, sosok Ayah yang sangat peduli kepada keluarga, baik istri ataupun anaknya. Menjadi sosok pemimpin, panutan, bagi putra-putrinya,” ucap Khafid.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Layanan Haji dan Umrah Kantor Kemenhaj Kulonprogo, Kholistin Arifiyani, menyampaikan bahwa sebelum wafat, Ngadikin sempat mengikuti city tour ke Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah sunah. Aktivitas tersebut diduga cukup menguras kondisi fisik almarhum.
“Iya dimakamkan di sana kalau untuk jemaah haji yang wafat di Makkah disalatkan langsung dikuburkan. Prosesnya cepat tidak pakai nunggu-nunggu dahulu,” jelasnya.
Kholistin menegaskan bahwa almarhum akan dimakamkan di Makkah sesuai ketentuan bagi jemaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
UMKM Keparakan didorong memperkuat higienitas produk agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan membidik wisatawan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.