Kisah Inspiratif, Alumni UNU Jogja Tembus Perusahaan Pangan Dunia

Newswire
Newswire Minggu, 10 Mei 2026 18:27 WIB
Kisah Inspiratif, Alumni UNU Jogja Tembus Perusahaan Pangan Dunia

Kirmanto, alumni UNU Yogyakarta asal Pemalang, sukses bekerja di PT Nestlé Indonesia setelah menempuh perjuangan panjang dari keluarga petani. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Perjuangan hidup Kirmanto menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih karier di perusahaan multinasional. Pemuda asal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, itu kini sukses berkarier di PT Nestlé Indonesia setelah menempuh perjalanan panjang penuh tantangan sejak masa sekolah hingga kuliah.

Alumni Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) UNU Yogyakarta tersebut kini bekerja sebagai analis pangan di PT Nestlé Indonesia. Keberhasilannya menjadi kebanggaan keluarga karena Kirmanto merupakan satu-satunya sarjana dari delapan bersaudara di keluarga petani sederhana.

Lahir di Desa Belik, Kabupaten Pemalang, Kirmanto tumbuh dalam kondisi ekonomi yang terbatas. Meski demikian, pemuda kelahiran 20 Juni 2000 itu tetap memiliki tekad besar untuk mengubah masa depan keluarganya melalui pendidikan.

Perjalanannya menuju perguruan tinggi tidak berjalan mudah. Ia sempat gagal saat mengikuti seleksi SBMPTN di Purwokerto. Setelah berencana mencoba kembali pada tahun berikutnya, langkahnya kembali terhambat akibat pandemi Covid-19 pada awal 2020.

“Waktu itu Bapak melarang saya pergi-pergi karena masih Covid-19. Jadi saya tidak bisa ikut seleksi PTN,” kenang Kirmanto.

Titik balik hidupnya datang ketika memperoleh informasi mengenai program beasiswa penuh di UNU Yogyakarta melalui skema Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Program tersebut membuatnya dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya kuliah sekaligus memperoleh uang saku bulanan.

Selama menjalani kuliah di Yogyakarta, Kirmanto tidak hanya fokus pada akademik. Ia juga aktif menjadi relawan di PMI Kota Yogyakarta untuk melatih mental dan kemandirian. Dalam aktivitas tersebut, ia beberapa kali turun langsung membantu penanganan kecelakaan hingga bencana di sela-sela kesibukan kuliah.

Kerja kerasnya selama kuliah membuahkan hasil manis. Kirmanto lulus pada Desember 2024 dengan IPK 3,83 dan predikat cumlaude. Hanya dua bulan setelah wisuda, ia berhasil menembus seleksi kerja di PT Nestlé Indonesia.

“Saya senang karena ini hasil perjuangan saya selama ini. Tapi yang lebih senang lagi adalah orang tua yang sudah sepuh [tua]. Saya satu-satunya sarjana dari 8 bersaudara dan sekarang bekerja di Nestlé yang lokasinya dekat dengan rumah orang tua,” tutur Kirmanto, Jumat (8/5/2026).

Kini, Kirmanto bertugas di Bandaraya Factory, Batang, sebagai fresh milk analyst yang bertanggung jawab memastikan kualitas dan kandungan nutrisi susu sesuai standar industri global.

Ia mengaku pengalaman selama kuliah sangat membantu saat mengikuti proses seleksi kerja. Mulai dari praktik mikrobiologi hingga pendampingan career coaching dari Direktorat Employability UNU Yogyakarta menjadi bekal penting ketika menghadapi wawancara kerja di perusahaan multinasional tersebut.

“Sebelum wisuda, kami didampingi oleh Direktorat Employability untuk coaching seperti membuat CV, menghadapi wawancara kerja, dan menyiapkan portofolio di media sosial. Sewaktu wawancara dengan user, saya mampu menjelaskan analisis susu seperti yang pernah saya lakukan di kuliah mikrobiologi,” paparnya.

Kemampuan Kirmanto juga mendapat apresiasi dari Factory Manager Nestlé Bandaraya Factory, Norman Tri Handono. Menurut Norman, lulusan UNU Yogyakarta memiliki karakter yang kuat karena mampu memadukan kompetensi profesional dengan nilai-nilai kedisiplinan dan kesantunan.

“Mereka juga mampu bekerja dalam tim, memahami efisiensi dan kualitas produksi, memiliki karakter disiplin, penuh inisiatif, serta mampu untuk terus belajar dan punya kemauan menyerap nilai-nilai kerja perusahaan. Dengan karakter santun dan mencerminkan nilai keislaman, kami percaya lulusan akan dicari oleh banyak industri,” ujar Norman.

Bagi Kirmanto, keberhasilan bekerja di perusahaan global bukan hanya tentang pencapaian pribadi. Ia ingin hasil kerjanya dapat membahagiakan kedua orang tuanya yang kini telah memasuki usia lanjut.

“Sebab sekarang bapak ibu sudah berusia 70-an tahun dan tidak bekerja. Jadi hasil dari bekerja ini saya tabung dan saya transfer untuk keluarga. Harapannya ke depan bisa memberangkatkan orang tua umroh,” kata Kirmanto dengan suara bergetar.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pendanaan Kreatif UNU Yogyakarta, Ian Agisti Dewi Rani, mengatakan kurikulum di kampus tersebut memang dirancang untuk menyiapkan mahasiswa agar siap memasuki dunia profesional sejak awal perkuliahan.

“Diferensiasi kami jelas. Sejak semester satu, mahasiswa UNU Yogyakarta sudah dipersiapkan menjadi professional, bahkan sejak awal sudah diarahkan punya pengalaman kerja,” tuturnya.

Melalui program Student Journey, mahasiswa tidak hanya dibekali teori di kelas, tetapi juga dipetakan minat dan bakatnya agar siap terserap di dunia industri setelah lulus.

“Jadi ketika mereka lulus mahasiswa UNU Yogyakarta bukan sekadar lulus dan mampu menyelesaikan tugas-tugas akademik, tetapi juga mampu melaksanakan tugas-tugas profesionalnya,” tandas Ian.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online