BPHTB Sleman Baru 20 Persen, Pemkab Genjot Sinergi
Penerimaan BPHTB Sleman baru 20 persen dari target Rp400 miliar. Pemkab perkuat sinergi dan layanan untuk mengejar capaian.
Foto ilustrasi pemilahan sampah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, SLEMAN—Rumah Pengolahan Sampah (RPS) Hargobinangun di kawasan Kaliurang, Sleman, masih mampu mengelola hingga empat ton sampah per hari meski belum didukung peralatan modern dan armada pengangkut yang memadai. Keberadaan fasilitas ini menjadi ujung tombak penanganan sampah di kawasan wisata lereng Merapi.
Pengelolaan sampah di tingkat kalurahan dinilai semakin penting seiring meningkatnya aktivitas wisata di Hargobinangun yang dipenuhi hotel, penginapan, rumah makan, hingga kawasan UMKM.
Kepala RPS Hargobinangun, Muhammad Guntur, mengatakan rata-rata volume sampah yang masuk setiap hari mencapai tiga ton. Jumlah tersebut bisa meningkat saat kunjungan wisata melonjak.
“Kalau tidak dikelola baik, daerah wisata bisa bermasalah,” kata Guntur, Selasa (12/5/2026).
Menurut dia, seluruh biaya operasional pengelolaan sampah hingga kini masih ditanggung pemerintah kalurahan melalui Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal). Pihaknya belum mendapatkan bantuan corporate social responsibility (CSR) untuk pengadaan alat pengolahan modern.
Padahal, keterbatasan alat dan armada masih menjadi kendala utama dalam pengelolaan sampah di kawasan tersebut.
Saat ini RPS Hargobinangun hanya mengandalkan satu unit mobil L300 milik kalurahan untuk mengangkut sampah dari berbagai titik di wilayah Hargobinangun.
“Sekarang baru ada satu mobil L300 milik kalurahan untuk seluruh Hargobinangun,” ujarnya.
Dalam operasional sehari-hari, RPS menerapkan sistem penyelesaian sampah harian. Sampah yang masuk langsung dipilah berdasarkan jenisnya agar tidak menumpuk seperti yang kerap terjadi di TPS3R maupun TPST.
Sampah organik dibusukkan di sawah atau pekarangan, sementara sisa makanan dimanfaatkan sebagai pakan ternak warga.
Untuk sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan aluminium dipilah lalu dijual kembali. Sedangkan sampah residu yang tidak memiliki nilai ekonomis dimusnahkan menggunakan alat sederhana rakitan mandiri.
“Area pemusnahan jauh dari permukiman dan berada di sekitar hutan sehingga asap tidak mengganggu warga,” jelas Guntur.
RPS Hargobinangun dibangun setelah pemerintah kalurahan menutup lokasi pembuangan sampah terbuka atau open dumping yang sebelumnya digunakan warga.
Setelah lokasi pembuangan ditutup, pemerintah kalurahan memilih membangun sistem pengolahan sampah mandiri agar persoalan sampah tidak semakin parah di kawasan wisata Kaliurang.
Saat ini kapasitas maksimal pengelolaan sampah di RPS mencapai empat ton per hari. Perhitungan dilakukan berdasarkan kapasitas armada L300 yang mampu mengangkut sekitar 1,2 ton sampah sekali jalan.
“Hari biasa bisa tiga sampai empat kali pengangkutan,” katanya.
Selain melayani rumah tangga, RPS Hargobinangun juga menangani sampah hotel, penginapan, rumah makan, hingga kawasan wisata Tlogo Putri dan Taman Kaliurang.
Tarif layanan untuk rumah tangga dipatok Rp20 ribu per kepala keluarga per bulan. Sementara warung makan dan hotel kecil dikenai biaya Rp100 ribu per bulan.
Untuk penginapan dan rumah makan skala sedang, tarif mencapai Rp350 ribu per bulan. Sedangkan hotel besar seperti Griya Persada Convention Hotel & Resort Kaliurang dan D’Kaliurang Resort and Convention dikenai tarif hingga Rp3 juta per bulan karena volume sampah yang lebih besar.
Menurut Guntur, biaya tersebut masih jauh lebih murah dibanding jasa pengangkutan sampah swasta ke luar wilayah Kaliurang yang bisa mencapai Rp2,5 juta per truk sekali angkut.
Ke depan, pihaknya berharap ada dukungan CSR untuk pengadaan insinerator standar, alat pencacah sampah anorganik, serta tambahan armada pengangkut agar pengelolaan sampah semakin optimal.
Sementara itu, Kepala UPTD Persampahan DLH Sleman, Singgih Budiyana, menyebut peningkatan kunjungan wisata turut memicu kenaikan timbulan sampah di Sleman.
Saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 misalnya, rata-rata sampah yang masuk ke TPST dan transfer depo mencapai 64,88 ton per hari atau meningkat 5,61 ton dibanding hari normal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penerimaan BPHTB Sleman baru 20 persen dari target Rp400 miliar. Pemkab perkuat sinergi dan layanan untuk mengejar capaian.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.
Kemenkes mengingatkan cara aman menyimpan dan mengolah daging kurban agar terhindar dari bakteri dan penyakit zoonosis saat Iduladha.