Pakar UGM: Latsarmil Tidak Relevan dengan Tugas Manajer KDMP
Latsarmil KDMP telan 5 korban jiwa. Akademisi UGM minta evaluasi total karena dinilai tak relevan dengan tugas manajer koperasi.
Taman Bunga Matahari Nawari./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menginginkan penataan ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan eks Parkir Abu Bakar Ali (ABA) dibuat taman yang nyaman dengan tanaman bunga.
Sultan mengatakan, yang namanya taman, ditata sebagai taman yang nyaman untuk masyarakat bersantai duduk dan menikmati suasana sore dan lainnya, bukan menyerupai kawasan hutan.
Menurutnya, keberadaan pohon yang besar untuk perindang saja, namun area taman juga perlu dipercantik dengan tanaman berbunga dan mungkin ditambah elemen dekoratif seperti plengkung.
"Tapi kan bisa sing jenenge [yang namanya] taman itu mungkin ada hiasan seperti masuk kaya plengkung, tapi mungkin di situ yang merambat itu bunga mawar sehingga berbunga. Jangan hijau semua, nek hijau kan kehutanan," ujarnya.
Sultan mengatakan, RTH ini akan dibuat minum bangunan, nantinya akan disediakan fasilitas toilet di sisi barat. Kemudian akan disediakan kursi untuk duduk-duduk pengunjung dengan tanaman bunga warna warni, tidak hanya warna hijau.
"Kan gitu sing jenenge [yang namanya] taman. Ngenggar-enggar penggalih itu ya, ya wis taman. Bukan, ini pohon besar ini, pohon besar ini. Bukan, bukan itu. [penyelesaian] mungkin tahapnya sudah di, ada anggaran di tahun 2026 ini."
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan rancangannya RTH ABA akan minim bangunan sebagaimana permintaan dari Gubernur DIY. Made mengatakan, Sri Sultan ingin agar keberadaan RTH ABA nantinya bisa memberikan suasana yang berbeda di Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta.
"Dan kalau desainnya memang menjadi taman, beliau menginginkan tidak perlu banyak bangunan. Dan memang nanti tidak ada bangunan, hanya ada toilet saja," paparnya.
Made menjelaskan, desain RTH ABA yang ada dan telah diajukan kepada Sri Sultan adalah hutan kota. Pada desain awal ini, keberadaan toilet di tengah RTH karena selama ini sisi utara dari kawasan Malioboro ini juga belum terdapat toilet umum.
Menurutnya berdasarkan hasil rapat, posisi toilet akan digeser ke sisi barat sedikit dan ukuran bangunannya diperkecil. Menurut Made, Sri Sultan pun lebih menginginkan jika tanaman yang dipilih nantinya tidak hanya tanaman perdu saja.
"Nanti bisa kita kombinasikan, perdunya nanti tidak terlalu banyak. Mungkin akan kita kombinasikan dengan jenis perdu yang ada bunga-bunganya."
Ia memastikan kawasan eks ABA nantinya tetap difungsikan sebagai taman kota yang ramah bagi masyarakat. Terkait target penyelesaian, Sultan menyebut tahapan pembangunan kemungkinan mulai berjalan melalui dukungan anggaran pada 2026. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Latsarmil KDMP telan 5 korban jiwa. Akademisi UGM minta evaluasi total karena dinilai tak relevan dengan tugas manajer koperasi.
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
PDIP Jawa Tengah belum menentukan sikap atas penangkapan Bupati Sukoharjo Etik Suryani oleh KPK. Partai masih menunggu rilis resmi.
Parfait stroberi dan yogurt kaya protein, serat, dan probiotik, bantu kenyang lebih lama dan dukung program penurunan berat badan.
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku bertajuk Destinasi Wisata Super Prioritas di Balai RW 4, Semaki Gede, Kelurahan Semaki Jogja