Warga Kulonprogo Bagikan Daging Kurban Pakai Anyaman Kelapa

Newswire
Newswire Kamis, 28 Mei 2026 03:17 WIB
Warga Kulonprogo Bagikan Daging Kurban Pakai Anyaman Kelapa

Foto ilustrasi daging sapi. - Freepik

Harianjogja.com, KULONPROGO—Warga di lingkungan Mushola Tirto Rohso, Padukuhan Giling, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menghadirkan inovasi ramah lingkungan saat perayaan Iduladha 1448 Hijriah dengan menggunakan “sarang” dari anyaman daun kelapa hijau sebagai wadah pembagian daging kurban.

Penggunaan wadah alami tersebut dimanfaatkan untuk mendistribusikan daging hasil penyembelihan satu ekor sapi dan lima ekor kambing. Langkah ini dilakukan bukan hanya untuk mengurangi penggunaan plastik, tetapi juga sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mempertahankan tradisi lokal masyarakat setempat.

Ketua Panitia Mushola Tirto Rohso, Muhammad Khoirudin, mengatakan penggunaan wadah dari anyaman daun kelapa menjadi bentuk aksi nyata warga dalam mengurangi timbulan sampah plastik di lingkungan masyarakat.

"Penggunaan wadah alami ini merupakan upaya kita untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melestarikan kearifan lokal," kata Muhammad Khoirudin di Kulon Progo, Rabu.

Anyaman Daun Kelapa Dinilai Lebih Higienis

Selain ramah lingkungan, wadah dari anyaman daun kelapa juga dinilai memiliki keunggulan dibandingkan kantong plastik. Menurut Khoirudin, anyaman daun kelapa memiliki sirkulasi udara lebih baik sehingga kualitas daging kurban dapat tetap terjaga dan tidak cepat rusak akibat suhu panas dalam kemasan tertutup.

Inisiatif penggunaan “sarang” tersebut lahir dari diskusi warga di Bale Nugraha, pendopo yang menjadi pusat aktivitas sosial warga di kompleks Mushola Tirto Rohso. Sejak diresmikan pada 2018, mushola dengan konsep arsitektur bata ekspos itu memang kerap menjadi pusat kegiatan tradisi dan gotong royong masyarakat Padukuhan Giling.

"Aksi warga Padukuhan Giling ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mengimplementasikan praktik berkurban yang ramah lingkungan, sehat, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal," ujar Muhammad Khoirudin.

DLH Kulon Progo Dorong Kurban Tanpa Plastik

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo, Duana Heru, mengatakan sejumlah lokasi lain di Kulon Progo juga mulai menggunakan “sarang” sebagai wadah pembagian daging kurban. Langkah tersebut sejalan dengan Surat Edaran Nomor 600.4.1/1166/2026 tentang Pelaksanaan Hari Raya Iduladha tanpa plastik.

DLH Kulon Progo mengapresiasi inisiatif warga tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program Kulon Progo Berkelas “Bersama Kelola Sampah”. Selain itu, penggunaan wadah ramah lingkungan juga mendukung imbauan pemerintah daerah untuk mengurangi penggunaan plastik kresek yang dinilai kurang higienis dan berpotensi menambah timbulan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).

Menurut Duana Heru, banyak panitia kurban di Kulon Progo kini mulai beralih menggunakan wadah alami seperti besek, daun jati, daun pisang, hingga daun kelapa untuk mendistribusikan daging kurban kepada masyarakat.

"Semoga kurban asyik tanpa plastik ini menjadi amal jariyah bagi kita semua. Sehingga banyak panitia kurban menggunakan bahan yang ramah lingkungan dalam mendistribusikan daging kurban," kata Duana Heru.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online