Inkubasi Sakawirausaha 2026 Dibuka, Siapkan Wirausaha Muda Tangguh

Newswire
Newswire Kamis, 04 Juni 2026 19:17 WIB
Inkubasi Sakawirausaha 2026 Dibuka, Siapkan Wirausaha Muda Tangguh

Sakawirausaha DIY membuka Inkubasi Bisnis 2026 untuk mencetak wirausaha muda tangguh di tengah tekanan ekonomi. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) DIY bersama Satuan Karya Pramuka Wirausaha (Sakawirausaha) Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DIY resmi membuka Sosialisasi Inkubasi Bisnis Sakawirausaha 2026. Program ini disiapkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan generasi muda di tengah tantangan ekonomi global dan menurunnya jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia.

Kepala Bidang Kewirausahaan Dinkop UKM DIY, Hana Fais Prabowo, mengatakan peningkatan rasio kewirausahaan menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. Karena itu, pembinaan yang berkelanjutan melalui gerakan Pramuka dinilai mampu melahirkan pelaku usaha baru yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

Menurut Hana, program Inkubasi Bisnis Sakawirausaha DIY 2026 merupakan bentuk inovasi yang mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.

"Kehadiran program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan rasio kewirausahaan, khususnya di kalangan generasi muda melalui Gerakan Pramuka. Kewirausahaan menjadi salah satu faktor penting untuk menghadapi tekanan ekonomi yang saat ini semakin besar," ujarnya saat membuka kegiatan sosialisasi.

Kelas Menengah Menurun, Wirausaha Dinilai Jadi Solusi

Hana menilai kondisi ekonomi saat ini menunjukkan adanya perubahan perilaku pasar yang dipengaruhi menurunnya jumlah masyarakat kelas menengah. Fenomena tersebut terlihat dari tingginya aktivitas masyarakat di berbagai pusat perdagangan yang tidak selalu diikuti peningkatan transaksi maupun omzet usaha.

Kondisi itu, menurut dia, menjadi tantangan yang harus diantisipasi sejak dini melalui penguatan sektor kewirausahaan. Dinkop UKM DIY meyakini pembinaan yang lebih intensif dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat.

"Melalui pengembangan dan pembinaan kewirausahaan yang semakin kuat, kami berharap rasio kewirausahaan meningkat dan menjadi bagian dari solusi menghadapi berbagai tekanan ekonomi yang terjadi saat ini," katanya.

Angkatan Keempat, Miliki 152 Anggota Aktif

Program Sakawirausaha DIY telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan terus menunjukkan perkembangan. Hingga akhir 2025, organisasi tersebut memiliki basis data sebanyak 152 anggota aktif yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di DIY.

Tahun ini, program inkubasi bisnis memasuki angkatan keempat. Untuk memperkuat pelaksanaannya, Sakawirausaha DIY telah memiliki buku panduan resmi yang disahkan oleh Ketua Kwarda DIY sebagai acuan pelaksanaan pembinaan dan pendampingan usaha.

Hana menjelaskan selama tiga tahun berjalan, program tersebut telah menghadirkan berbagai pelatihan, penguatan kapasitas usaha, hingga pendampingan bisnis bagi anggota Pramuka penegak dan pandega yang memiliki minat di bidang kewirausahaan.

"Program ini bertujuan menciptakan wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing. Kami juga telah memiliki buku panduan resmi yang menjadi dasar pelaksanaan Sakawirausaha di DIY," ujarnya.

Perkuat Kolaborasi dengan Berbagai Pemangku Kepentingan

Selain memperluas jumlah peserta, Dinkop UKM DIY juga menargetkan peningkatan kualitas program melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Hana, keberhasilan mencetak wirausaha muda tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi. Dukungan lintas sektor dibutuhkan agar pembinaan mampu menjangkau lebih banyak pangkalan Pramuka di tingkat kabupaten dan kota.

"Harapannya, melalui kegiatan seperti ini kolaborasi dan sinergi antar pemangku kepentingan semakin kuat sehingga kualitas maupun kuantitas kegiatan Sakawirausaha dapat terus meningkat," katanya.

Sosialisasi Jadi Ajang Penyamaan Persepsi

Sosialisasi yang digelar tahun ini juga menjadi momentum penting menyusul adanya perubahan struktur kepengurusan di tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab), Kwarda DIY, Majelis Pembimbing, hingga pimpinan Sakawirausaha.

Konsultan Pelaksana Inkubasi Saka Wirausaha, Bio Hadikesuma, mengatakan forum tersebut menjadi sarana memperkenalkan pengurus baru sekaligus menyamakan persepsi terkait arah pengembangan program pada 2026.

"Momentum pergantian kepengurusan ini menjadi saat yang tepat bagi kita untuk duduk bersama, memperkenalkan diri, menyamakan persepsi, dan menyatukan langkah demi keberlanjutan Saka Wirausaha yang sudah dirintis sejak tahun 2022," ujarnya.

Selain menjadi forum koordinasi, kegiatan itu juga memberikan pembekalan teknis mengenai mekanisme inkubasi bisnis, mulai dari persyaratan peserta, tahapan pendampingan, target capaian, hingga peran masing-masing pemangku kepentingan dalam proses seleksi calon peserta.

Targetkan Dampak Bisnis Lebih Besar

Program Sakawirausaha merupakan inisiatif pengembangan kewirausahaan yang didukung Dana Keistimewaan melalui Dinkop UKM DIY. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan sejak 2023, model pendampingan terus diperbarui agar mampu menghasilkan dampak ekonomi yang lebih nyata bagi peserta.

Bio berharap seluruh pemangku kepentingan dapat melihat manfaat yang telah dihasilkan program inkubasi bisnis tersebut sehingga semakin terdorong mendukung pengembangan wirausaha muda di lingkungan Pramuka.

"Harapannya, setiap pemangku kepentingan dapat melihat seberapa besar dampak yang diberikan dari inkubasi bisnis Saka Wirausaha. Dengan begitu, kita bersama-sama terdorong mempersiapkan anggota saka yang jauh lebih matang dalam inkubasi bisnis tahun 2026 ini," jelasnya.

Rangkaian sosialisasi juga diisi dengan diskusi, sesi berbagi pengalaman, serta Mini Bazar yang menampilkan berbagai produk hasil pengembangan usaha tenant Sakawirausaha angkatan 2023 hingga 2025. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung perkembangan bisnis yang lahir dari program inkubasi sekaligus memperoleh gambaran peluang usaha yang dapat dikembangkan pada masa mendatang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online