Mini Education Fair GDA Buka Akses Siswa ke Kampus Top Dunia

Newswire
Newswire Kamis, 11 Juni 2026 00:17 WIB
Mini Education Fair GDA Buka Akses Siswa ke Kampus Top Dunia

Mini International Education Fair SMA GDA menghadirkan 11 kampus internasional dan membuka peluang kuliah luar negeri bagi siswa.

Harianjogja.com, SLEMAN—SMA Global Darussalam Academy (GDA) menghadirkan pengalaman berbeda bagi para siswa melalui penyelenggaraan perdana Mini International Education Fair bekerja sama dengan IDP Education Jogja. Kegiatan ini menjadi langkah nyata sekolah dalam memperluas wawasan pendidikan global sekaligus membuka akses informasi kuliah luar negeri sejak dini bagi siswa dan masyarakat umum.

Sebanyak 11 perwakilan universitas internasional dari negara-negara persemakmuran Inggris Raya hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Selandia Baru, Australia, Inggris, hingga Irlandia untuk memberikan informasi langsung mengenai program studi, sistem pendidikan, peluang beasiswa, hingga prospek karier bagi calon mahasiswa internasional.

Sejumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi antara lain Lincoln University, The University of Sydney, University of Warwick, Western Sydney University, The University of Queensland, University of Liverpool, Cardiff Metropolitan University, Trent University, University of Glasgow dan University of Hertfordshire.

Dorong Siswa Berani Bermimpi Lebih Besar

Kepala SMA GDA, Lita Mariana, menjelaskan Mini International Education Fair dirancang untuk memberikan paparan langsung mengenai berbagai pilihan pendidikan tinggi di luar negeri. Menurutnya, banyak siswa yang belum memiliki gambaran luas tentang pilihan studi dan karier karena keterbatasan informasi yang mereka terima.

"Ketika mereka sedang menjalani persekolahan, kami ajari mereka untuk bermimpi. Namun, mimpi kan juga ditentukan oleh batasan imajinasi mereka. Kalau mereka sebelumnya tidak tahu bahwa di situ ada pilihan, maka tidak tahu juga apa yang harus dimimpikan. Acara ini hadir untuk mendobrak batasan itu," ujar Lita.

Pemetaan Karier Dimulai Sejak Awal Sekolah

Lita mengungkapkan SMA GDA telah melakukan pendampingan karier secara sistematis sejak siswa memasuki tahun pertama. Pada term pertama, sekolah memetakan minat, rencana studi, hingga cita-cita jangka panjang siswa untuk mengetahui arah pengembangan mereka.

Data tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam menentukan universitas yang relevan untuk dihadirkan dalam berbagai program pengenalan kampus internasional. Sebelum penyelenggaraan Mini International Education Fair, SMA GDA juga secara rutin mengadakan program University Corner.

Melalui berbagai program tersebut, siswa mendapatkan pemahaman lebih luas mengenai pilihan jurusan yang tersedia di perguruan tinggi. Mereka tidak hanya mengenal bidang-bidang umum seperti IPA, IPS, atau Matematika, tetapi juga program studi yang lebih spesifik sesuai perkembangan dunia kerja.

"Melalui proses ini, anak-anak jadi tahu pilihan program studi yang beyond dari apa yang mereka pelajari saat SMP. Dari yang tadinya hanya tahu Matematika, IPA, atau IPS, sekarang mereka tahu ada jurusan seperti Culinary Arts hingga Hubungan Internasional karena ada siswa yang beraspirasi menjadi diplomat," katanya.

Minat Kuliah Luar Negeri Kian Meningkat

Program konseling karier yang dijalankan SMA GDA juga dinilai mampu mengubah pola pikir siswa terkait pendidikan tinggi. Jika pada awal masuk sekolah sebagian besar siswa hanya berorientasi pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia, kini pilihan mereka semakin beragam hingga mengarah ke perguruan tinggi luar negeri.

Menurut Lita, perubahan tersebut tidak lepas dari peran para guru yang banyak memiliki pengalaman studi internasional dan pernah memperoleh beasiswa luar negeri. Pengalaman tersebut menjadi inspirasi sekaligus referensi nyata bagi siswa dalam menyusun rencana masa depan mereka.

"Dari rekam jejak konselor karier kami, terlihat ada perubahan mimpi. Pilihan mereka kini jauh lebih bervariasi dan spesifik. Tidak hanya ingin jadi dokter, insinyur, atau polisi, tetapi sudah menyasar jurusan yang sesuai dengan minat dan keahlian yang mereka temukan selama satu tahun bersekolah di SMA," ujarnya.

Bangun Komunikasi Positif antara Anak dan Orang Tua

Selain memberikan informasi kepada siswa, kegiatan ini juga mendorong terjadinya diskusi yang lebih terbuka antara anak dan orang tua mengenai rencana pendidikan tinggi. Banyak orang tua mulai mencari informasi mengenai jalur masuk kampus luar negeri, peluang beasiswa, hingga persiapan akademik yang diperlukan setelah memperoleh informasi dari anak mereka.

"Ini menjadi bentuk fasilitasi kami kepada keluarga. Banyak orang tua yang akhirnya datang kepada kami untuk bertanya cara menuju ke sana dan peluang beasiswanya setelah mendapat informasi dari anak mereka," kata Lita.

Melihat tingginya antusiasme siswa, orang tua, serta masyarakat umum yang hadir, SMA GDA berharap kolaborasi bersama IDP Education Jogja dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi agenda tahunan. Dengan demikian, semakin banyak pelajar yang memiliki akses terhadap informasi pendidikan global dan berani merancang masa depan sesuai potensi yang dimiliki.

"SMA adalah tempat yang aman bagi mereka untuk bermimpi. Dari kami tidak ada batasan, yang menentukan batasan mimpi itu hanyalah mereka sendiri," pungkasnya.

Siswa Tertarik Kampus dan Jurusan Teknik Global

Salah satu peserta, siswa kelas X SMA GDA, Rauf Zaydan, menilai kegiatan tersebut memberikan kesempatan lebih luas untuk mengenal berbagai universitas internasional secara langsung. Menurutnya, format pameran memungkinkan interaksi yang lebih personal dibandingkan kegiatan serupa yang pernah diikuti sebelumnya.

"Bagus banget menurutku karena kita bisa melihat berbagai universitas yang dihadirkan di sini. Kalau biasanya hanya bisa mendekati satu universitas, di sini kita bisa lebih personal dan menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing," ujarnya.

Rauf mengaku memiliki minat melanjutkan pendidikan ke luar negeri, khususnya di Amerika Serikat. Beberapa kampus yang menarik perhatiannya antara lain University of Michigan, **Purdue University, Delft University of Technology, Georgia Institute of Technology, hingga Stanford University.

Ia berencana mengambil program Bachelor of Engineering dengan fokus utama pada aerospace engineering. Meski demikian, Rauf masih membuka peluang untuk mendalami bidang teknik lainnya seperti material engineering dan cabang teknik lain yang relevan dengan perkembangan industri masa depan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online