PSM Nafiri UMBY Raih Emas di Ajang Nasional

Newswire
Newswire Kamis, 11 Juni 2026 13:02 WIB
PSM Nafiri UMBY Raih Emas di Ajang Nasional

PSM Nafiri UMBY meraih Juara 3 Gold Medal Festival Paduan Suara Ubaya #11 setelah lama vakum dan sukses menembus Grand Championship. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Kebangkitan UKM Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Nafiri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) langsung berbuah prestasi. Setelah lama tidak mengikuti kompetisi, kelompok paduan suara kampus ini sukses meraih Juara 3 Gold Medal dalam Festival Paduan Suara Ubaya #11 yang berlangsung di Surabaya pada 2-6 Juni 2026.

Prestasi tersebut menjadi penanda kembalinya PSM Nafiri ke panggung kompetisi nasional. Tidak hanya membawa pulang medali emas, tim juga berhasil menembus babak Grand Championship setelah masuk jajaran 10 besar terbaik dengan perolehan nilai 88,14.

Ketua UKM PSM Nafiri sekaligus Penanggung Jawab Lomba, Ayesha Fakhira Dilruba, mengatakan keikutsertaan dalam Festival Paduan Suara Ubaya #11 bukan sekadar mengejar prestasi. Kompetisi tersebut menjadi momentum penting untuk membangun kembali eksistensi organisasi setelah sempat vakum dari berbagai perlombaan dalam kurun waktu yang cukup lama.

Menurutnya, seluruh anggota tim memiliki semangat yang sama untuk kembali berproses, belajar, dan merasakan atmosfer kompetisi yang selama ini dirindukan.

“Kompetisi ini menjadi langkah penting bagi kami untuk terus belajar, menambah pengalaman, mempererat kekompakan tim, serta membuktikan bahwa PSM Nafiri mampu bangkit dan terus berproses menjadi lebih baik,” ujar Ayesha dikutip Kamis (11/6/2026).

Perjalanan menuju podium juara tidak berlangsung mudah. Sebanyak 38 penyanyi yang tergabung dalam delegasi PSM Nafiri bersama seorang konduktor harus menjalani rangkaian kegiatan yang padat sejak hari pertama kompetisi.

Setelah mengikuti pembukaan pada Selasa (2/6/2026), tim melanjutkan agenda dengan sesi uji coba panggung pada hari berikutnya. Tahapan tersebut dimanfaatkan untuk mengenali karakter akustik ruangan sekaligus mematangkan penampilan sebelum memasuki babak perlombaan utama.

Momen paling menegangkan terjadi saat pengumuman hasil penilaian. Kerja keras yang dijalani selama masa persiapan akhirnya terbayar ketika PSM Nafiri dinyatakan lolos ke Grand Championship dan berhasil mengamankan posisi juara pada Sabtu (6/6/2026).

Ayesha menuturkan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Orang tua, keluarga, sahabat, dan alumni terus memberikan motivasi serta doa selama proses persiapan hingga perlombaan berlangsung.

Selain dukungan moral, kontribusi kampus juga dinilai sangat besar dalam mendukung perjalanan tim. UMBY menyediakan fasilitas latihan, dukungan pendanaan, hingga pendampingan untuk membantu menyelesaikan berbagai kebutuhan teknis selama persiapan kompetisi.

Menurutnya, dukungan tersebut membuat anggota tim dapat lebih fokus mengembangkan kualitas penampilan tanpa harus terbebani persoalan operasional.

PSM Nafiri juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor UMBY, jajaran Kemahasiswaan, pembina UKM, serta para dosen yang terus memberikan pendampingan selama proses latihan hingga kompetisi selesai.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMBY, Reo Sambodo, menyampaikan rasa bangganya atas capaian yang diraih mahasiswa. Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa organisasi kemahasiswaan mampu berkembang secara profesional sekaligus menghasilkan prestasi yang membanggakan di tingkat nasional.

“UMBY akan selalu berkomitmen memberikan dukungan penuh, baik dari aspek fasilitasi tempat maupun anggaran, demi memastikan mahasiswa dapat menyalurkan potensi terbaik mereka secara total,” ungkap Reo.

Meski belum menetapkan target kompetisi berikutnya, capaian di Festival Paduan Suara Ubaya #11 diharapkan menjadi energi baru bagi PSM Nafiri untuk terus berkembang. Prestasi tersebut juga diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain agar berani mengembangkan potensi dan aktif meraih prestasi di berbagai bidang.

“Harapannya mahasiswa UMBY untuk tetap semangat meraih prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Percaya bahwa selama ada kerja keras dan rasa percaya diri, dukungan dari orang-orang sekitar akan selalu mengalir mengiringi setiap proses perjuangan,” pungkas Ayesha.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online