Gempa M5,6 Guncang Barat Daya Bayah Banten, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Gempa M5,6 mengguncang barat daya Bayah Banten pada Senin sore. BMKG memastikan gempa berkedalaman 10 km itu tak berpotensi tsunami.
Rute Mubeng Beteng Jogja 2026 melintasi kawasan Benteng Keraton sejauh 5 kilometer. Simak jadwal, jalur lengkap, dan aturan peserta. /Dokumentasi-Keraton Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Ribuan masyarakat bersama Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dijadwalkan mengikuti tradisi sakral Lampah Budaya Mubeng Beteng dalam rangka memperingati Tahun Baru Jawa 1 Sura Be 1960 pada Selasa malam hingga Rabu dini hari (16-17 Juni 2026). Bagi warga yang hendak melintas di kawasan pusat Kota Jogja, penting mengetahui rute Mubeng Beteng Jogja 2026 karena sejumlah ruas jalan diperkirakan mengalami kepadatan lalu lintas.
Prosesi budaya yang identik dengan tapa bisu atau berjalan tanpa berbicara tersebut akan menempuh jalur mengelilingi Benteng Keraton Yogyakarta dengan jarak sekitar lima kilometer. Kegiatan dimulai tengah malam, tetapi peserta telah diwajibkan hadir lebih awal untuk mengikuti rangkaian pembukaan dan doa bersama.
Lampah Budaya Mubeng Beteng akan diawali dari Kagungan Dalem Bangsal Pancaniti yang berada di kawasan Kamandungan Lor atau Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta. Dari titik tersebut, peserta bergerak menuju sisi barat Alun-alun Utara sebelum melanjutkan perjalanan mengitari benteng keraton.
Tingginya antusiasme peserta dari berbagai daerah diperkirakan membuat arus kendaraan di kawasan dalam maupun luar Benteng Keraton mengalami perlambatan. Masyarakat yang memiliki aktivitas di sekitar rute Mubeng Beteng Jogja 2026 disarankan menyesuaikan waktu perjalanan atau menggunakan jalur alternatif.
Ketua Paguyuban Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Kusumanegara, menjelaskan bahwa Lampah Budaya Mubeng Beteng merupakan bagian dari laku prihatin sekaligus refleksi diri dalam menyambut Tahun Baru Jawa. Oleh karena itu, peserta diwajibkan menjaga ketertiban dan suasana hening selama prosesi berlangsung.
Rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan meliputi:
Pukul 21.00 WIB: Pembacaan Macapat di Bangsal Pancaniti.
Pukul 23.00–23.50 WIB: Seremonial dan persiapan peserta.
Pukul 00.00 WIB: Pelepasan peserta Lampah Budaya Mubeng Beteng.
Karaton Yogyakarta juga menetapkan sejumlah ketentuan bagi peserta yang mengikuti tradisi tahunan tersebut. Abdi Dalem diwajibkan mengenakan busana pranakan dan kebaya jangkep sesuai ketentuan adat.
Sementara itu, masyarakat umum yang ingin mengikuti prosesi diwajibkan mengenakan pakaian yang rapi dan sopan. Panitia juga melarang penggunaan celana pendek selama kegiatan berlangsung sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya dan kesakralan tradisi.
Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung di sepanjang rute Mubeng Beteng Jogja 2026, jalannya prosesi tetap dapat disaksikan melalui siaran langsung yang disediakan Karaton Yogyakarta melalui akun Instagram @kratonjogja dan TikTok @kratonjogja.id sehingga masyarakat tetap bisa mengikuti suasana malam 1 Sura dari berbagai daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M5,6 mengguncang barat daya Bayah Banten pada Senin sore. BMKG memastikan gempa berkedalaman 10 km itu tak berpotensi tsunami.
Como menang 2-1 atas Parma dan mengoleksi 10 poin dari empat laga Serie A. Tim Cesc Fabregas juga meraih empat kemenangan beruntun.
Cashless di TPR Baron Gunungkidul dinilai sukses. Sistem pembayaran non tunai akan diperluas ke lima TPR untuk mengoptimalkan PAD wisata.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Musim kemarau 2026 diprediksi lebih kering dan panjang. Simak kebutuhan cairan dan cara mencegah dehidrasi saat cuaca panas.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini Selasa 15 September 2026 tersedia di PJR Temon. Cek jadwal, lokasi, jam layanan dan syaratnya.