Rupiah Melemah, DPRD Jogja Minta UMKM dan Pariwisata Diselamatkan

Newswire
Newswire Selasa, 16 Juni 2026 17:07 WIB
Rupiah Melemah, DPRD Jogja Minta UMKM dan Pariwisata Diselamatkan

Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, M. Sofyan. /Istimewa-PAN.

Harianjogja.com, JOGJA—Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS mulai menjadi perhatian serius di Kota Jogja. Komisi B DPRD Kota Yogyakarta meminta Pemkot Yogyakarta segera menyiapkan langkah konkret untuk melindungi pelaku UMKM yang terdampak kenaikan biaya produksi akibat ketergantungan pada bahan baku impor.

Di tengah tekanan nilai tukar yang masih berlangsung, kalangan dewan menilai sejumlah sektor usaha berisiko menghadapi peningkatan beban operasional. Salah satu yang dinilai paling rentan adalah usaha pengolahan tahu dan tempe yang masih mengandalkan pasokan kedelai impor sebagai bahan baku utama.

Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, M. Sofyan, mengatakan pelemahan rupiah dapat memberikan dampak langsung terhadap biaya produksi pelaku usaha. Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu hadir melalui kebijakan yang mampu menjaga keberlangsungan usaha masyarakat.

"Skema penyelamatan ini sedang kami matangkan dalam diskusi internal Komisi B. Poin utamanya adalah bagaimana pemerintah bisa hadir mengintervensi kebijakan pengadaan bahan baku impor tersebut. Ini menjadi langkah strategis yang harus segera diambil," ujar Sofyan, Selasa (16/6/2026).

Menurut Sofyan, perhatian khusus perlu diberikan kepada perajin tahu dan tempe di Jogja. Kenaikan harga kedelai akibat pelemahan kurs rupiah berpotensi menekan margin usaha mereka hingga mengganggu keberlangsungan produksi apabila tidak segera diantisipasi.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menambahkan, konsep perlindungan bagi UMKM terdampak kurs rupiah akan dibahas lebih lanjut bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta sebagai mitra kerja terkait.

Ia menegaskan dukungan terhadap sektor UMKM tidak cukup hanya melalui kebijakan, tetapi juga perlu diperkuat dengan alokasi anggaran yang memadai. Salah satu opsi yang dinilai realistis adalah memasukkan program penguatan UMKM dalam pembahasan APBD Perubahan 2026.

"Intervensi kebijakan ini membutuhkan dukungan dana. Jika situasinya dinilai sudah sangat darurat di lapangan, maka penguatan anggaran untuk UMKM wajib masuk skala prioritas dalam pembahasan APBD Perubahan 2026 nanti," imbuhnya.

Pelemahan Rupiah Dinilai Bisa Dongkrak Pariwisata Jogja

Di sisi lain, Sofyan melihat pelemahan rupiah tidak selalu membawa dampak negatif. Menurutnya, kondisi tersebut justru dapat menjadi peluang bagi sektor pariwisata Jogja karena biaya berwisata di Indonesia menjadi lebih murah bagi wisatawan mancanegara.

Dengan nilai tukar yang menguntungkan, wisatawan asing diperkirakan memiliki daya beli lebih tinggi selama berada di Indonesia. Situasi ini dinilai dapat menjadi momentum untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Yogyakarta.

"Kondisi ini membuat turis asing akan berbondong-bondong datang karena daya beli mereka menguat di sini. Ini adalah peluang emas yang harus kita tangkap. Kalau Pemkot tidak gesit memanfaatkannya, kita hanya akan jadi penonton dan kehilangan momentum," kata Sofyan.

Ia menilai peluang tersebut perlu dimanfaatkan melalui penguatan promosi wisata internasional, penyelenggaraan festival budaya, serta berbagai agenda yang mampu menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke Jogja.

Selain meningkatkan jumlah kunjungan, upaya tersebut juga diharapkan dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan atau length of stay. Semakin lama wisatawan berada di Jogja, semakin besar pula potensi perputaran uang yang dinikmati pelaku usaha lokal, termasuk UMKM kuliner, kerajinan, hingga sektor jasa.

"Kami mendorong agar masa tinggal wisatawan asing di Jogja bisa diperpanjang. Hal ini akan membuka keran rezeki yang lebih besar bagi UMKM kuliner maupun kerajinan, sebab para turis dipastikan bakal berbelanja lebih banyak karena nilai tukar yang menguntungkan mereka," pungkasnya.

Sebagai informasi, pergerakan kurs rupiah pada pertengahan Juni 2026 masih berada dalam tekanan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat berada di kisaran Rp17.700 hingga Rp17.855 per dolar AS. Kondisi tersebut membuat isu pelemahan rupiah, perlindungan UMKM Jogja, dan optimalisasi sektor pariwisata Jogja menjadi perhatian berbagai pihak karena berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi daerah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online