Prakiraan Cuaca Jogja Hari Ini: Cerah-Udara Kabur, Suhu Hingga 32C

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Kamis, 18 Juni 2026 05:57 WIB
Prakiraan Cuaca Jogja Hari Ini: Cerah-Udara Kabur, Suhu Hingga 32C

Foto ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Prakiraan cuaca Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis (18/6/2026) menunjukkan kondisi dominan cerah di hampir seluruh wilayah. Meski begitu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi perubahan cuaca lokal, terutama pada periode siang hingga sore hari.

Secara umum, suhu udara di DIY berada pada kisaran 20 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi, yakni antara 54% hingga 99%. Kombinasi suhu hangat dan kelembapan ini berpotensi menimbulkan rasa gerah, khususnya bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.

Untuk wilayah Kulon Progo, kondisi cuaca diprakirakan didominasi udara kabur dengan suhu berkisar 20–31 derajat Celsius dan kelembapan tinggi mencapai 99%. Situasi ini berpotensi mengurangi jarak pandang, terutama pada pagi dan malam hari.

Sementara itu, Bantul diprediksi cerah sepanjang hari dengan suhu antara 20–31 derajat Celsius dan kelembapan 62–98%. Cuaca yang relatif bersahabat ini mendukung aktivitas masyarakat, meskipun rasa panas tetap terasa pada siang hari.

Di Gunungkidul, cuaca cerah juga mendominasi dengan suhu berkisar 21–31 derajat Celsius serta kelembapan 59–96%. Kondisi ini membuat wilayah tersebut cukup ideal untuk aktivitas luar ruang, meski tetap perlu perlindungan dari paparan sinar matahari langsung.

Wilayah Sleman diperkirakan mengalami udara kabur dengan suhu sedikit lebih tinggi, yakni 21–32 derajat Celsius dan kelembapan 55–91%. Kondisi udara kabur ini perlu diwaspadai, terutama bagi pengendara karena berpotensi mengganggu visibilitas.

Adapun Kota Jogja diprakirakan cerah dengan suhu 21–32 derajat Celsius dan kelembapan 54–96%. Namun demikian, fenomena udara kabur juga berpeluang terjadi secara lokal, terutama pada waktu tertentu.

BMKG menjelaskan bahwa udara kabur dipicu oleh tingginya kelembapan udara yang bercampur dengan partikel halus di atmosfer. Kondisi ini dapat menurunkan jarak pandang secara tiba-tiba.

Meski tidak ada potensi hujan signifikan, dinamika atmosfer tetap memungkinkan perubahan cuaca dalam waktu singkat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada, khususnya mereka yang memiliki mobilitas tinggi.

Pengendara kendaraan bermotor juga diminta lebih berhati-hati saat melintasi wilayah dengan udara kabur. Selain itu, menjaga kondisi tubuh tetap prima menjadi hal penting di tengah suhu hangat dan kelembapan tinggi, seperti dengan memperbanyak konsumsi air putih dan menggunakan pelindung diri seperti topi atau payung.

Dengan cuaca yang cenderung stabil namun tetap dinamis, kesiapsiagaan menjadi kunci agar aktivitas masyarakat di DIY tetap aman dan nyaman sepanjang hari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online