BPD DIY Salurkan CSR di Kulonprogo, 15 Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
Ruas Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo. Istimewa - Jasamarga
Harianjogja.com, KULONPROGO — Proses pembebasan lahan untuk proyek jalan tol Jogja–YIA di Kabupaten Kulonprogo terus menunjukkan progres. Hingga awal Juli 2026, total uang ganti kerugian (UGR) yang telah digelontorkan mencapai lebih dari Rp1,5 triliun.
Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kantor Pertanahan Kulonprogo, Eko Herry Supriyanto, menyebutkan bahwa nilai UGR yang sudah dibayarkan mencapai Rp1.566.999.927.283. Pembayaran tersebut mencakup luasan lahan sebesar 735.138 meter persegi atau sekitar 36,9 persen dari total target 1.991.409 meter persegi.
“Lahan yang sudah dibebaskan tersebar di tiga kapanewon, yakni Pengasih, Sentolo, dan Wates,” ujar Eko, Kamis (2/7/2026).
Meski secara administratif kepemilikan tanah telah beralih menjadi aset negara, kondisi di lapangan menunjukkan sebagian besar lahan tersebut masih ditempati oleh pemilik lama. Eko mengakui bahwa proses pengosongan lahan belum berjalan sepenuhnya.
“Sebagian besar masih dihuni atau dipergunakan oleh bekas pemilik,” jelasnya.
Secara aturan, kondisi tersebut sebenarnya tidak dibenarkan. Mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2023, warga yang telah menerima UGR otomatis kehilangan hak atas tanah tersebut. Artinya, lahan yang sudah dibayarkan ganti ruginya wajib segera dikosongkan karena telah menjadi milik negara.
Namun demikian, hingga kini belum ada batas waktu tegas terkait pengosongan lahan oleh warga. Eko menjelaskan bahwa jadwal tersebut masih menunggu kesiapan dari pihak pelaksana pembangunan jalan tol.
“Belum ada estimasi waktu pengosongan. Itu akan mengikuti kapan pelaksanaan konstruksi dimulai,” imbuhnya.
Di sisi lain, proses pembebasan lahan secara umum dinilai berjalan relatif lancar tanpa kendala signifikan. Pemerintah kini memfokuskan upaya pada wilayah yang belum tersentuh pembebasan lahan.
Berdasarkan data terbaru, masih terdapat tiga kalurahan yang belum masuk tahap pembayaran, yakni Hargomulyo, Kaligintung, dan Kulur. Ketiga wilayah ini menjadi prioritas berikutnya agar keseluruhan target lahan dapat segera terpenuhi.
Pemerintah berharap proses pembebasan lahan bisa rampung 100 persen dalam waktu dekat, sehingga pembangunan fisik jalan tol Jogja–YIA dapat segera dipercepat. Proyek strategis ini digadang-gadang akan memperkuat konektivitas menuju Bandara YIA sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Jogja dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.