Program MBG di DIY Jangkau 888.963 Penerima hingga Mei 2026

Anisatul Umah
Anisatul Umah Jum'at, 03 Juli 2026 13:37 WIB
Program MBG di DIY Jangkau 888.963 Penerima hingga Mei 2026

Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).

Harianjogja.com, JOGJA—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus menunjukkan perkembangan. Hingga akhir Mei 2026, program strategis nasional tersebut telah menjangkau 888.963 penerima manfaat dengan realisasi anggaran mencapai Rp835,55 miliar, berdasarkan catatan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) DIY.

Implementasi Program Makan Bergizi Gratis di DIY didukung oleh 402 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), melibatkan 16.513 petugas serta 2.448 pemasok yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Capaian tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) yang terus diperkuat pemerintah di wilayah DIY.

Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kanwil DJPb DIY, Juli Kestijanti, mengatakan pelaksanaan berbagai PSN di DIY menunjukkan perkembangan yang positif dan diarahkan untuk mendukung pembangunan yang inklusif, berkualitas, serta berkelanjutan.

"Pemerintah terus memperkuat implementasi berbagai PSN di DIY untuk mendorong pembangunan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (3/7/2026).

Selain Program Makan Bergizi Gratis, Juli menyebut perkembangan juga terlihat pada Program Koperasi Desa Merah Putih. Hingga saat ini sebanyak 438 koperasi telah memiliki akun Simkopdes. Program tersebut turut diperkuat melalui dukungan Dana Keistimewaan DIY, antara lain dalam bentuk inkubasi bisnis koperasi serta integrasi ke dalam platform SiBakul.

Di sektor perumahan, Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah menjangkau 21 kawasan perumahan di seluruh kabupaten dan kota di DIY. Hingga Mei 2026, realisasi pembangunan mencapai 100 unit rumah dengan nilai Rp11,85 miliar yang melibatkan tujuh bank, empat asosiasi, dan 19 pengembang.

"Program ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah yang terjangkau," ucapnya.

Pada sektor pendidikan, Program Sekolah Rakyat telah berjalan melalui operasional dua Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) yang menampung total 275 siswa. Selain itu, DIY juga menjadi lokasi SMA Unggul Garuda melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Sleman yang menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) dengan sistem boarding school semimiliter.

Pemerintah juga terus melaksanakan revitalisasi sekolah sebagai bagian dari peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Hingga akhir Mei 2026, sebanyak 211 sekolah telah direvitalisasi dari target sebanyak 215 sekolah.

Sementara itu, dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus diperkuat melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Hingga 31 Mei 2026, penyaluran KUR di DIY telah mencapai Rp2,229 triliun kepada 39.223 debitur.

"Penyaluran terbesar berada di Kabupaten Sleman sebesar Rp703,73 miliar. Sementara itu, penyaluran pembiayaan UMi mencapai Rp29,56 miliar kepada 5.547 debitur, dengan penyaluran terbesar berada di Kabupaten Bantul sebesar Rp10,06 miliar," jelasnya.

Kanwil DJPb DIY juga mencatat hingga akhir Mei 2026 realisasi Belanja Negara di DIY mencapai Rp7,64 triliun atau 39,12 persen dari total pagu Rp19,54 triliun. Sementara itu, Pendapatan Negara telah terealisasi sebesar Rp3.980,43 miliar atau 36,58 persen dari target Rp10.882,22 miliar, seiring berjalannya berbagai Program Strategis Nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis di DIY.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online