Batas Diperluas, Desil Enam Bisa Akses Jaminan Pendidikan di Kota Jogja
DPRD Kota Jogja memperluas batas desil tiga program bantuan sosial untuk menjangkau warga yang membutuhkan tetapi belum terakomodasi.
Perpustakaan - ilustrasi
Harianjogja.com, SLEMAN—Rencana pembangunan gedung baru Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Sleman dipastikan belum masuk agenda pembangunan pada 2027. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memilih mengalihkan fokus anggaran ke sektor pelayanan publik yang dinilai lebih mendesak, terutama pembangunan gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman.
Keputusan tersebut menjadi kepastian atas proyek Perpusda yang sebelumnya masih menunggu hasil pembahasan prioritas pembangunan daerah dan kemampuan keuangan pemerintah kabupaten.
Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman, Isti Kurniati, menjelaskan pembangunan gedung Perpusda belum dapat direalisasikan karena hasil pembahasan menunjukkan adanya kebutuhan lain yang harus didahulukan.
"Setelah dilakukan pembahasan prioritas pembangunan, pembangunan gedung Perpusda belum dapat dilaksanakan pada tahun 2027 karena memprioritaskan pembangunan fasilitas pelayanan publik lainnya. Salah satu yang kami prioritaskan adalah gedung RSUD Sleman," kata Isti saat dihubungi, Selasa (21/7/2026).
RSUD Dinilai Lebih Mendesak
Pemkab Sleman menilai peningkatan fasilitas kesehatan memiliki urgensi lebih tinggi dalam mendukung pelayanan masyarakat. Karena itu, alokasi anggaran pembangunan pada 2027 akan lebih banyak diarahkan untuk mendukung pembangunan gedung baru RSUD Sleman.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat layanan dasar yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga.
Pembangunan fasilitas kesehatan juga menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam menjawab peningkatan kebutuhan pelayanan medis di Kabupaten Sleman yang terus berkembang.
Perpusda Tetap Masuk Rencana Jangka Menengah
Meski belum dapat direalisasikan pada 2027, rencana pembangunan gedung baru Perpusda tidak dibatalkan sepenuhnya. Pemkab Sleman masih membuka peluang proyek tersebut dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya setelah kondisi fiskal daerah memungkinkan.
Sebelumnya, pembangunan gedung Perpusda baru dirancang untuk meningkatkan kapasitas layanan literasi masyarakat. Gedung tersebut diharapkan mampu menampung lebih banyak koleksi buku, menyediakan ruang baca yang lebih nyaman, serta mendukung berbagai aktivitas literasi dan edukasi masyarakat.
Kebutuhan pengembangan fasilitas perpustakaan dinilai semakin penting seiring meningkatnya jumlah pengunjung dan kebutuhan ruang layanan yang lebih representatif.
Investasi Capai Rp30 Miliar
Dalam rancangan awal, gedung Perpusda baru akan dibangun dengan konsep empat lantai. Nilai investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp30 miliar.
Besarnya kebutuhan anggaran menjadi salah satu faktor yang membuat realisasi pembangunan harus disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sleman, Anton Sujarwo, mengaku memahami keputusan tersebut. Menurutnya, penentuan prioritas pembangunan merupakan kewenangan pemerintah daerah yang harus mempertimbangkan berbagai kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Fiskal Daerah Jadi Pertimbangan
Sebelumnya, Bupati Sleman Harda Kiswaya juga telah menegaskan bahwa pelaksanaan proyek fisik pada 2027 sangat bergantung pada kondisi fiskal daerah.
Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat saat ini masih melakukan penyesuaian berbagai prioritas belanja agar pembangunan dapat berjalan efektif tanpa mengganggu program yang sudah berjalan.
Karena itu, setiap proyek pembangunan harus melalui proses seleksi berdasarkan tingkat urgensi, manfaat bagi masyarakat, serta kemampuan pembiayaan daerah.
Bagi masyarakat dan pegiat literasi di Sleman, penundaan pembangunan gedung Perpusda memang menjadi kabar yang perlu diterima dengan realistis. Namun, peluang pembangunan di masa mendatang masih terbuka selama kondisi keuangan daerah membaik dan kebutuhan layanan dasar yang lebih mendesak telah terpenuhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja memperluas batas desil tiga program bantuan sosial untuk menjangkau warga yang membutuhkan tetapi belum terakomodasi.
KDK Kaliagung di Kulonprogo memberdayakan penyandang disabilitas lewat usaha keripik tempe benguk dan peternakan. Sebanyak 40 orang telah terlibat.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu, 21 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan dari dua arah. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu, 21 Oktober 2026, tersedia enam keberangkatan setiap arah dengan tarif Rp12.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu, 21 Oktober 2026, lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Simak juga panduan naik KRL untuk pemula.
SIM Keliling Jogja Rabu 21 Oktober 2026 melayani malam hari di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.