Sering Main HP Saat Hamil, Benarkah Bisa Pengaruhi Jantung Janin? Ini Kata Studi
Tinjauan 20 penelitian menemukan kemungkinan kaitan penggunaan HP saat hamil dengan fungsi jantung janin dan masa kehamilan. Bukti belum konklusif.
Foto ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan mengalami fenomena udara kabur pada Senin (10/8/2026). Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi jarak pandang, terutama pada pagi hingga siang hari di sejumlah wilayah.
Wilayah yang diprediksi mengalami udara kabur meliputi Kabupaten Kulonprogo, Bantul, Sleman, hingga Kota Jogja. Sementara itu, Kabupaten Gunungkidul menjadi satu-satunya daerah di DIY yang diprakirakan memiliki kondisi cuaca lebih cerah dengan dominasi cerah berawan.
Secara umum, suhu udara di wilayah DIY berkisar antara 19 hingga 30 derajat Celsius. Adapun tingkat kelembaban udara cukup tinggi, berada pada rentang 48 hingga 99 persen.
Gunungkidul Berpotensi Menjadi Wilayah dengan Cuaca Terbaik
BMKG memprediksi cuaca cerah berawan akan terjadi di sejumlah wilayah Gunungkidul, seperti Semanu, Saptosari, dan Tanjungsari. Sementara wilayah lain, termasuk Wonosari, Playen, Patuk, Karangmojo, Ponjong, Rongkop, Semin, Gedangsari hingga Girisubo diperkirakan mengalami kondisi berawan.
Kabupaten Gunungkidul memiliki suhu udara berkisar 20–29 derajat Celsius dengan kelembaban 54–96 persen.
Kondisi ini menjadikan Gunungkidul sebagai salah satu wilayah yang relatif lebih nyaman untuk aktivitas luar ruangan dibandingkan daerah lain di DIY yang didominasi udara kabur.
Kulonprogo dan Bantul Didominasi Udara Kabur
Di Kabupaten Kulonprogo, fenomena udara kabur diprakirakan terjadi di Lendah, Sentolo, Pengasih, Kokap, Girimulyo, Nanggulan, dan Samigaluh. Sementara wilayah Temon, Wates, Panjatan, dan Galur diprediksi berawan.
Adapun Kalibawang berpotensi mengalami kondisi kabut atau asap.
Suhu udara di Kulonprogo diperkirakan berada pada kisaran 19–28 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban 62–98 persen.
Sementara itu, Kabupaten Bantul diprediksi memiliki suhu udara 19–30 derajat Celsius dengan kelembaban mencapai 56–99 persen.
Cuaca berawan diprakirakan terjadi di Srandakan, Sanden, Kretek, Pundong, Bambanglipuro, Pandak, Jetis, Imogiri, Dlingo, Banguntapan, Pleret, Piyungan, Sewon, dan Kasihan.
Sedangkan wilayah Pajangan, Bantul, dan Sedayu berpotensi mengalami udara kabur.
Sleman dan Kota Jogja Perlu Waspadai Penurunan Jarak Pandang
Kabupaten Sleman menjadi salah satu wilayah yang paling luas terdampak fenomena udara kabur. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi di Gamping, Godean, Moyudan, Minggir, Seyegan, Mlati, Depok, Kalasan, Ngemplak, Ngaglik, Sleman, Pakem, hingga Cangkringan.
Sementara Berbah dan Prambanan diprediksi berawan. Adapun Tempel dan Turi berpotensi mengalami kabut atau asap.
Suhu udara di Sleman berkisar antara 19–29 derajat Celsius dengan kelembaban udara 53–90 persen.
Di Kota Jogja, udara kabur diperkirakan terjadi di Kemantren Tegalrejo, Jetis, Gondokusuman, Danurejan, Gedongtengen, Ngampilan, Wirobrajan, Kraton, Gondomanan, dan Pakualaman.
Sedangkan Mantrijeron, Mergangsan, Umbulharjo, serta Kotagede diprakirakan mengalami cuaca berawan.
Kota Jogja memiliki suhu udara antara 19–30 derajat Celsius dengan kelembaban udara berkisar 48–92 persen.
BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Fenomena udara kabur umumnya terjadi akibat partikel-partikel halus di atmosfer yang menyebabkan jarak pandang berkurang. Meski tidak selalu berkaitan dengan hujan, kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas berkendara, terutama pada pagi hari.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun pengguna kendaraan diimbau tetap berhati-hati dan memperhatikan kondisi jarak pandang selama perjalanan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca terbaru sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan kondisi atmosfer yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tinjauan 20 penelitian menemukan kemungkinan kaitan penggunaan HP saat hamil dengan fungsi jantung janin dan masa kehamilan. Bukti belum konklusif.
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.
Guterres bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan mendorong dialog untuk mengakhiri konflik. Iran mengajukan proposal buka Selat Hormuz.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.