Guru Besar UGM Usulkan 3 Strategi Baru Cegah Karhutla
Guru Besar UGM Prof. Priyono Suryanto mendorong tiga transformasi penanganan karhutla, dari respons krisis menuju penjagaan hutan berkelanjutan.
Petugas pemadam kebakaran dan polisi mendatangi lokasi kebakaran di Saroharjo, Ngaglik, Sleman pada Jumat (28/8/2026) malam./Istimewa -- Polresta Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN— Api melalap sebuah rumah sekaligus tempat usaha di Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Kebakaran tersebut menghanguskan enam kendaraan dan menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.
Lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan kobaran api. Setelah sekitar 1,5 jam penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro menjelaskan kebakaran diduga bermula ketika pemilik rumah mengambil bahan bakar berupa bensin menggunakan selang.
Bensin tersebut disedot dari tangki mobil Daihatsu Grand Max putih. Dalam prosesnya, bensin diduga menetes di sekitar lokasi kejadian.
Pada waktu bersamaan, seorang saksi diketahui sedang menggunakan setrika uap. Panas dari peralatan tersebut diduga menyambar tetesan atau uap bensin hingga memicu munculnya api.
"Diduga panas dari setrika tersebut menyambar tetesan atau uap bensin hingga memicu api," terang Argo pada Sabtu (29/8/2026).
Api kemudian dengan cepat membesar dan membakar kendaraan yang berada di lokasi. Kobaran juga merambat menuju rumah hingga menghanguskan sejumlah perabotan.
Warga yang mengetahui kebakaran segera menghubungi petugas pemadam kebakaran dan kepolisian. Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran kemudian dikerahkan untuk menangani api.
"Api berhasil dipadamkan sekitar 1,5 jam kemudian," terangnya.
Kebakaran tersebut menyebabkan enam kendaraan hangus. Kendaraan yang terbakar terdiri atas satu unit Honda Freed putih, satu unit Daihatsu Grand Max putih, serta empat unit sepeda motor.
Selain kendaraan, sejumlah perabotan rumah turut terbakar. Polisi memperkirakan total kerugian materi akibat peristiwa tersebut mencapai Rp1,5 miliar.
Pemilik rumah juga mengalami luka bakar pada bagian kaki kanan dan kiri serta tumit. Meski demikian, Argo memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Setelah api dipadamkan, petugas Polsek Ngaglik bersama Tim Identifikasi Polresta Sleman melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran yang melanda rumah sekaligus tempat usaha tersebut.
Polresta Sleman mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika memindahkan maupun menyimpan bahan bakar.
Argo meminta masyarakat tidak menempatkan bensin di dekat sumber panas, api, peralatan listrik, maupun benda lain yang berpotensi menimbulkan percikan.
"Proses pemindahan bahan bakar hendaknya dilakukan di tempat terbuka, aman, dan memiliki ventilasi yang baik," tandasnya.
Masyarakat juga diimbau segera menghubungi pemadam kebakaran dan kepolisian apabila terjadi kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan api tidak meluas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru Besar UGM Prof. Priyono Suryanto mendorong tiga transformasi penanganan karhutla, dari respons krisis menuju penjagaan hutan berkelanjutan.
Penjualan mobil nasional menembus 850.000 unit pada 2026, didukung pertumbuhan pasar, ekspor, dan kendaraan elektrifikasi.
Karhutla Gunung Semeru meluas ke tujuh titik di kawasan TNBTS. Dua helikopter dikerahkan untuk water bombing ke area sulit dijangkau.
Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta Kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran lukisan bertajuk “Suara Alam
Anggaran MBG 2026 dipangkas dari Rp335 triliun menjadi Rp229 triliun. Realisasi hingga 27 Agustus mencapai Rp117 triliun.
PTDI optimistis N219 mampu merebut pasar pesawat 19 penumpang global dengan TKDN hampir 45 persen dan mendukung konektivitas wilayah 3T.