Layanan Adminduk Makin Mudah, Gunungkidul Genjot Tertib Administrasi
Gunungkidul mendorong tertib adminduk melalui layanan online, jemput bola, penghargaan Pelanduk, dan perhatian bagi kelompok rentan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Edy Basuki (kanan nomor 2) saat meninjau pembangunan tempa aviary dome di Kalurahan Giritirto, Purwosari, Rabu (16/9). /Istimewa Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul menargetkan lanjutan pembangunan aviary dome atau tempat konservasi burung di Kalurahan Giritirto, Purwosari, selesai pada pertengahan Desember 2026. Namun, pembangunan kawasan konservasi tersebut belum akan tuntas seluruhnya karena masih membutuhkan tahapan pengembangan hingga beberapa tahun ke depan.
Hingga saat ini, progres lanjutan pembangunan aviary dome tersebut baru mencapai 17% dari target pengerjaan yang direncanakan. DLH Gunungkidul tetap optimistis proyek yang dikerjakan tahun ini dapat diselesaikan sesuai kontrak.
“Masih proses, tapi kami yakin bisa selesai tepat waktu,” kata Kepala Bidang Konservasi dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hana Kadaton Adinoto, Minggu (20/9/2026).
Fokus Pembangunan Klinik dan Mess Konservasi
Adinoto menjelaskan lanjutan pembangunan tempat konservasi burung tahun ini difokuskan pada pembangunan gedung klinik hewan dan mess konservasi ekosistem lokal.
Total pagu anggaran yang disediakan melalui dana keistimewaan mencapai Rp4,8 juta. Namun, setelah melalui proses lelang, pengerjaan proyek tersebut menelan anggaran Rp3,92 miliar.
Untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai rencana, DLH Gunungkidul terus melakukan pengawasan di lapangan. Pengecekan ke lokasi pembangunan dilakukan secara rutin setiap dua minggu sekali.
“Monitoring dan evaluasi terus kita lakukan. Harapannya pengerjaan bisa selesai sesuai dengan kontrak di pertengahan Desember mendatang,” katanya.
Butuh Anggaran Rp40 Miliar
Meski pembangunan yang dilakukan pada 2026 ditargetkan selesai pertengahan Desember, Adinoto mengakui proyek aviary dome tersebut belum dapat diselesaikan secara menyeluruh pada tahun ini.
Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, agar lokasi penangkaran dapat beroperasi secara optimal masih dibutuhkan anggaran sekitar Rp40 miliar.
Kebutuhan tersebut tidak hanya untuk pembangunan kandang burung sebagai tempat konservasi maupun klinik perawatan. Kawasan tersebut juga membutuhkan sejumlah fasilitas pendukung seperti area parkir, perpustakaan, coffee shop, ampitheater, jalur pedestrian hingga instalasi jaringan listrik.
Hingga 2026, Adinoto mengatakan total anggaran yang telah dikucurkan, mulai dari pengadaan tanah hingga pembangunan yang direncanakan tahun ini, mencapai Rp15 miliar.
“Kalau berdasarkan perencanaan kami, maka paling cepat selesainya di 2029,” katanya.
Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Giritirto
Rencana pembangunan aviary dome mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kalurahan Giritirto, Purwosari. Lurah Giritirto, Hariyono, menilai keberadaan tempat konservasi burung tersebut dapat memberikan harapan bagi pengembangan kawasan.
Meski pembangunan belum sepenuhnya rampung, Hariyono melihat proyek tersebut memiliki potensi untuk mendorong perekonomian masyarakat di sekitar lokasi.
“Kami menyambut baik karena nantinya bisa menjadi motor penggerak roda perekonomiaan Masyarakat. Jadi, kami sangat antusias dengan lokasi penangkaran burung yang digagar oleh pemerintah,” katanya.
Hariyono berharap proyek aviary dome dapat segera direalisasikan secara bertahap hingga selesai. Menurut dia, keberadaan tempat konservasi burung tersebut nantinya dapat menambah daya tarik wisata di Kalurahan Giritirto.
“Nantinya bisa melengkapi objek wisata di tempat kami yang lebih dulu ada seperti Goa Cerme,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendorong tertib adminduk melalui layanan online, jemput bola, penghargaan Pelanduk, dan perhatian bagi kelompok rentan.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIM Keliling hingga Saturday Night Service. Cek lokasi dan syaratnya.
Harga emas Pegadaian hari ini, Senin 21 September 2026. Cek harga jual dan buyback Antam, UBS, serta Galeri 24.
BLT Kesra tahap 3 Rp900.000 belum masuk rekening? Simak penyebab, syarat pencairan, dan cara cek status penerima melalui Cek Bansos.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.