Masuk Gorong-gorong Bersihkan Sumbatan, Warga Sentolo Ditemukan Meninggal

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Minggu, 27 September 2026 13:17 WIB
Masuk Gorong-gorong Bersihkan Sumbatan, Warga Sentolo Ditemukan Meninggal

Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik

Harianjogja.com, KULONPROGO— Seorang warga Sentolo, Kabupaten Kulonprogo, berinisial S, 57, ditemukan meninggal dunia setelah masuk ke dalam gorong-gorong untuk membersihkan sampah, Sabtu (26/9/2026) malam.

S masuk ke gorong-gorong atas inisiatif sendiri. Rekan-rekannya yang saat itu bekerja bersamanya telah mengingatkan agar tidak masuk karena kondisi gorong-gorong dinilai berbahaya, tetapi korban tetap memaksa masuk.

Kepala Seksi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko menjelaskan saat kejadian korban bersama enam orang lainnya tengah bekerja untuk mengairi sawah.

Mereka kemudian mendapati adanya luapan air di salah satu titik yang diduga terjadi akibat sumbatan di dalam gorong-gorong yang berada di selatan Puskesmas Sentolo II.

"Selanjutnya bersama-sama membersihkan gorong-gorong lantas sekira pukul 22.00 WIB korban masuk gorong-gorong dan oleh teman-temannya sudah diingatkan agar tidak masuk," katanya kepada wartawan, Minggu (27/9/2026).

Korban Tak Lagi Menjawab Panggilan

Sarjoko mengatakan S masuk ke gorong-gorong karena ingin membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.

Pada awal korban masuk, kondisi S masih terpantau aman. Rekan-rekannya terus mengawasi dengan sesekali memanggil untuk memastikan korban masih dalam keadaan baik.

Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Beberapa menit setelah korban masuk, S tidak lagi menyahut ketika dipanggil.

"Setelah 20 menit di dalam gorong-gorong korban dipanggil-panggil tidak menjawab karena merasa khawatir selanjutnya menghubungi Polsek Sentolo, PMI dan Basarnas," lanjut Sarjoko.

Petugas gabungan kemudian melakukan evakuasi dengan dibantu masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Evakuasi Terkendala Cor Beton

Proses evakuasi berlangsung tidak mudah karena kondisi gorong-gorong yang sempit. Petugas gabungan terpaksa menjebol cor beton gorong-gorong agar dapat mengeluarkan korban.

Cor beton yang tebal membuat proses pembobolan membutuhkan waktu. Petugas menggunakan berbagai alat untuk menjebol bagian beton tersebut agar korban dapat dievakuasi.

"Baru pada Minggu [27/9/2026] sekira pukul 02.30 WIB korban dievakuasi dengan kondisi meninggal dunia berjarak sekitar 10 meter dari titik awal korban masuk gorong-gorong," jelas Sarjoko.

Korban S akhirnya berhasil dikeluarkan dari dalam gorong-gorong dalam kondisi meninggal dunia. Kepolisian masih mendalami penyebab pasti korban meninggal dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online