Bantul Perpanjang Siaga Darurat Kekeringan, 752 Tangki Air Telah Disalurkan

Yosef Leon
Yosef Leon Senin, 28 September 2026 13:47 WIB
Bantul Perpanjang Siaga Darurat Kekeringan, 752 Tangki Air Telah Disalurkan

Foto ilustrasi kekeringan. - Magnific

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memperpanjang status siaga darurat kekeringan hingga akhir 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi masih adanya wilayah yang mengalami kekurangan air bersih.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol mengatakan, perpanjangan status siaga darurat kekeringan telah diajukan untuk periode 26 September hingga 31 Desember 2026. Saat ini, surat keputusan (SK) perpanjangan masih menunggu proses administrasi di tingkat kabupaten.

"Sudah diajukan perpanjangannya, tinggal menunggu suratnya di bupati," kata Antoni, Senin (28/9/2026).

Sebelumnya, status siaga darurat kekeringan di Kabupaten Bantul ditetapkan melalui SK Bupati Bantul No. 263 Tahun 2026. Status tersebut berlaku hingga 25 September 2026 lalu.

Distribusi Air Bersih Capai 3,7 Juta Liter

Perpanjangan status dilakukan ketika penanganan kekeringan di Bantul masih diikuti distribusi air bersih kepada masyarakat. Berdasarkan data BPBD Bantul per 28 September 2026, total air yang telah disalurkan mencapai 3.766.000 liter atau setara 752 tangki.

Air bersih tersebut didistribusikan kepada warga yang tersebar di delapan kapanewon, 18 kalurahan, dan 43 dusun. Sebanyak 3.406 kepala keluarga atau 12.186 jiwa tercatat sebagai penerima manfaat.

"Sebanyak 3.406 kepala keluarga atau 12.186 jiwa tercatat menjadi penerima manfaat," kata Antoni.

Dalam pelaksanaannya, distribusi air melibatkan sejumlah pihak. BPBD Bantul telah mengerahkan 121 tangki, PMI sebanyak 113 tangki, TAGANA 33 tangki, sedangkan bantuan donasi mencapai 485 tangki.

Pundong Jadi Wilayah dengan Distribusi Terbesar

Dari delapan kapanewon yang menerima distribusi air bersih, Pundong tercatat sebagai wilayah dengan penyaluran terbanyak. Total distribusi di wilayah tersebut mencapai 1.550.000 liter atau 310 tangki.

Setelah Pundong, distribusi air bersih terbesar berikutnya berada di Dlingo sebanyak 922.000 liter dan Imogiri sebanyak 857.000 liter.

Distribusi juga dilakukan di sejumlah kapanewon lainnya. Pajangan menerima 212.000 liter, Piyungan 150.000 liter, sedangkan Sedayu dan Srandakan masing-masing memperoleh 35.000 liter.

Sementara itu, Kasihan tercatat menerima distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter.

Pada tingkat kalurahan, Seloharjo, Pundong menjadi wilayah dengan distribusi terbesar, yakni 1,55 juta liter. Selopamioro menerima 463.000 liter, Terong 457.000 liter, Jatimulyo 360.000 liter, dan Karangtengah 329.000 liter.

SK Perpanjangan Masih Diproses

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan Pemkab Bantul tengah memproses perpanjangan status siaga darurat kekeringan. SK tersebut masih berada dalam proses di bagian hukum dan diharapkan segera diterbitkan.

"Masih diproses di bagian hukum. Dalam waktu dekat diharapkan surat keputusannya keluar," katanya.

Dengan pengajuan perpanjangan untuk periode 26 September hingga 31 Desember 2026, status siaga darurat kekeringan Bantul disiapkan untuk tetap berlaku hingga penghujung tahun. Keputusan tersebut masih menunggu penerbitan SK di tingkat kabupaten.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online