Andi Suwarno Terpilih Jadi Lurah Caturtunggal, Ini Program Dua Tahun ke Depan

Newswire
Newswire Senin, 28 September 2026 22:02 WIB
Andi Suwarno Terpilih Jadi Lurah Caturtunggal, Ini Program Dua Tahun ke Depan

Andi Suwarno terpilih sebagai Lurah Caturtunggal melalui Musyawarah Kalurahan Pemilihan Lurah Pergantian Antar Waktu (PAW) 2026 yang digelar serentak di lima kalurahan di Kabupaten Sleman, Minggu (27/9/2026). Ist

Harianjogja.com, SLEMAN—Andi Suwarno terpilih sebagai Lurah Caturtunggal melalui Musyawarah Kalurahan Pemilihan Lurah Pergantian Antar Waktu (PAW) 2026 yang digelar serentak di lima kalurahan di Kabupaten Sleman, Minggu (27/9/2026).

Dalam proses pemilihan tersebut, Andi memperoleh 247 suara. Ia mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Setiawan Rineksa yang meraih 157 suara dan Adib Arifiyanto dengan 16 suara. Dari total 422 suara yang masuk, sebanyak 420 suara dinyatakan sah dan dua suara tidak sah.

Selain Caturtunggal, musyawarah kalurahan untuk pemilihan Lurah PAW juga berlangsung di Kalurahan Sendangadi, Trihanggo, Candibinangun, dan Maguwoharjo.

Usai terpilih, Andi menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan Caturtunggal dengan mengacu pada perencanaan yang telah ditetapkan. Ia mengatakan tidak akan membuat banyak program baru selama masa kepemimpinannya yang berlangsung sekitar dua tahun.

Menurut dia, pelaksanaan pembangunan akan diarahkan pada program prioritas yang sudah tercantum dalam RPJMD tambahan. Salah satu perhatian utamanya adalah pembangunan infrastruktur dasar, termasuk peningkatan kualitas jalan dan penerangan jalan umum (PJU).

“Fokus utama diarahkan pada pelaksanaan program prioritas, salah satunya pembangunan infrastruktur dasar seperti peningkatan kualitas jalan dan penerangan jalan umum. Program tersebut menjadi bagian dari arahan pembangunan daerah,” tutur Andi.

Andi juga menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Ia ingin masyarakat serta berbagai unsur di Caturtunggal memiliki ruang untuk ikut mengawasi jalannya pemerintahan dan pembangunan.

Menurutnya, karakter masyarakat Caturtunggal yang memiliki latar belakang suku dan budaya beragam membutuhkan kolaborasi lintas kelompok. Karena itu, ia akan berupaya membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat.

“Caturtunggal memiliki banyak keberagaman bangsa dan budaya yang harus disatukan. Semua elemen harus bergerak bersama untuk mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.

Perkuat Pengawasan Anggaran

Dalam pengelolaan anggaran, Andi mengatakan pengawasan perlu dilakukan secara berlapis. Ia juga membuka ruang bagi pihak lain untuk ikut melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran kalurahan.

Ia menilai mekanisme pengelolaan keuangan saat ini semakin terbuka, terutama karena transaksi bernilai besar dilakukan melalui mekanisme transfer.

“Sekarang sistem sudah semakin terbuka. Anggaran besar dilakukan melalui transfer sehingga ruang untuk manipulasi semakin kecil. Kita juga terus diawasi oleh berbagai tingkatan pemerintahan,” jelasnya.

Selain sistem pengawasan, pembinaan kepada para pengguna anggaran juga akan menjadi perhatian. Andi mengatakan masih terdapat perbedaan pemahaman mengenai besaran anggaran dengan penggunaan anggaran dalam pelaksanaan program.

“Selama ini masih ada perbedaan pemahaman antara besaran anggaran dan penggunaannya. Ke depan akan dilakukan pembinaan langsung kepada para pengguna anggaran agar pelaksanaan program lebih tepat sasaran,” katanya.

Andalkan Pengalaman 24 Tahun sebagai ASN

Andi menyebut pengalaman selama 24 tahun sebagai aparatur sipil negara (ASN) menjadi salah satu bekal untuk menjalankan tugas sebagai Lurah Caturtunggal. Selama berkarier di pemerintahan, ia pernah bertugas di sekretariat daerah, bidang perencanaan, hingga menjalankan tugas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Pengalaman tersebut, menurutnya, membuat dirinya memiliki kesempatan mengenal sejumlah tokoh dan warga di Caturtunggal.

“Saya sudah lama berada di pemerintahan, mulai dari sekretariat daerah, bidang perencanaan, hingga pernah bertugas di wilayah. Pengalaman turun langsung ke masyarakat membuat banyak tokoh dan warga sudah mengenal saya,” ungkapnya.

Dalam proses PAW, Andi mengatakan pendekatan kepada pemilih dilakukan secara langsung. Hal itu menyesuaikan karakter pemilihan yang melibatkan unsur masyarakat seperti RT dan RW.

Alih-alih memasang banyak alat peraga di ruang publik, timnya memilih bertemu langsung dengan para pemilih untuk menyampaikan gagasan dan rencana pembangunan.

“Kami tidak banyak menggunakan spanduk. Kami lebih memilih bertemu langsung dengan RT dan RW, menyampaikan program serta rencana pembangunan ke depan,” tuturnya.

Andi menegaskan keberhasilannya dalam pemilihan Lurah PAW tersebut bukan semata hasil kerja pribadi. Ia menyebut dukungan tim dan masyarakat turut berperan dalam proses tersebut.

Setelah terpilih, Andi mengatakan jabatan tersebut akan dijalankan sebagai bagian dari pengabdian setelah menyelesaikan perjalanan panjang sebagai ASN.

“Ini adalah bentuk pengabdian. Setelah 24 tahun menjadi ASN, niat utama saya adalah kembali memberikan kontribusi untuk Caturtunggal,” pungkasnya.

Ke depan, ia berharap pelaksanaan program yang telah direncanakan dapat berjalan efektif dengan dukungan masyarakat dan seluruh unsur pemerintahan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pembangunan Caturtunggal selama masa kepemimpinannya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online