Kemenhub Tegur Keras Asuransi Internasional soal Salvage KM Virgo Transport 8
Kemenhub menegur keras P&I terkait lambatnya salvage KM Virgo Transport 8. Sebanyak 64 korban masih dalam pencarian.
Penyelenggara menunjukan jersey Yogyakarta City 10K atau YKC10K 2027 Powered by SUVS Athletic. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Yogyakarta City 10K atau YKC10K 2027 Powered by SUVS Athletic akan kembali digelar pada Minggu (10/1/2027) di kawasan Kompleks Kepatihan. Ajang lari tahunan yang mengambil lokasi di kawasan pusat Kota Jogja tersebut membatasi peserta sebanyak 1.500 pelari.
Pembatasan kuota dilakukan untuk menjaga kualitas penyelenggaraan sekaligus memberikan ruang bagi peserta yang ingin mengejar personal best (PB). Penyelenggara juga menyiapkan peningkatan pengalaman peserta atau race experience pada gelaran mendatang.
Race Director YKC10K, Setiyadi Pityanta, mengatakan ajang tersebut dirancang untuk memfasilitasi pelari yang ingin menguji kemampuan dan mencatatkan performa terbaik di lintasan.
Menurutnya, karakter lintasan di kawasan pusat kota menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi komunitas pelari yang konsisten melakukan persiapan dan mengejar catatan waktu.
"Antusias peserta sangat tinggi, dan catatan waktu peserta dalam YKC10K dari 2025 menunjukkan tren semakin singkat. Tetapi tidak hanya kuantitas yang kami upayakan tetapi juga kualitas, kenyamanan dan keamanan peserta," katanya, Senin (28/9/2026).
Setiyadi melihat kemampuan peserta YKC10K terus berkembang. Hal tersebut salah satunya terlihat dari semakin banyak pelari yang mampu menjaga pace 5 menit hingga 5 menit 30 detik per kilometer. Pace merupakan waktu yang dibutuhkan seorang pelari menempuh satu satuan jarak.
Menurut dia, pace 5 kini bukan lagi catatan yang sulit ditemukan dalam kelompok pelari. Dalam aktivitas lari bersama pun, pelari yang mampu mempertahankan kecepatan 5 menit per kilometer semakin mudah ditemui.
Fenomena itu menunjukkan semakin banyak peserta yang terbiasa berlatih dengan kecepatan tersebut. Kondisi tersebut juga membuka peluang catatan waktu peserta pada penyelenggaraan berikutnya kembali terpangkas.
"Kalau misalnya di tempat lain mungkin ada pace 5,5, pace 5 itu minim, paling dipangkas karena rombongannya di depan. Tapi kalau di sini umum banget," ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut turut membuka peluang peserta mencatatkan personal best (PB), terutama ketika mereka memasuki bagian lintasan yang memungkinkan kecepatan tetap terjaga.
Data hasil perlombaan YKC 2025 juga menunjukkan adanya peserta yang tidak memulai maupun tidak menyelesaikan perlombaan. Pada penyelenggaraan pertama YKC10K 2025, peserta berstatus Did Not Start (DNS) mencapai 12,43%. Sementara peserta berstatus Did Not Finish (DNF) tercatat sebesar 5,1%.
Catatan waktu tercepat peserta YKC 2025 juga tercatat berdasarkan sejumlah kategori. Pada kategori Under 17, catatan waktu tercepat mencapai 38 menit 41 detik.
Sementara pada kategori Female tercatat waktu tercepat 50 menit. Kategori Male Master mencatat waktu tercepat 37 menit, sedangkan kategori Female lainnya mencatat waktu tercepat 44 menit. Adapun catatan waktu tercepat kategori Open mencapai 33 menit 21 detik.
Data tersebut menjadi salah satu catatan penyelenggaraan YKC 2025 sekaligus menggambarkan perkembangan kemampuan peserta dalam menjaga kecepatan selama mengikuti perlombaan.
Peningkatan kemampuan tersebut juga diikuti kebutuhan untuk memberikan ruang kepada pelari yang ingin mengejar PB. Penyelenggara melihat cukup banyak pelari dengan pace sekitar 5 hingga 5.30 menit per kilometer yang ingin difasilitasi untuk mencetak catatan waktu terbaik.
Project Director YKC10K, Ricky Kurniawan, menargetkan 1.500 pelari ambil bagian dalam YKC10K 2027. Jumlah tersebut sekaligus menjadi kuota peserta yang disiapkan untuk gelaran mendatang. Namun, fokus penyelenggara bukan sekadar meningkatkan jumlah peserta. Perbaikan pengalaman selama mengikuti perlombaan juga menjadi perhatian.
Penyelenggara menyebut race experience menjadi salah satu fokus utama YKC10K 2027. Kapasitas venue akan sedikit diperbesar dan sejumlah aspek terkait alur peserta kembali ditata. "Tahun ini kita hanya di 1.500 runner, jadi kita fokusnya untuk memastikan race experience-nya naik kelas," ujar Riki.
Penataan dilakukan terhadap alur peserta sejak tiba hingga meninggalkan venue. Dengan demikian, peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan lebih nyaman.
Perhatian terhadap pengalaman peserta juga mencakup pelari yang datang dari luar kota. Penyelenggara menargetkan sekitar 50% hingga 70% peserta YKC10K berasal dari luar kota.
Target tersebut didukung lokasi venue yang berada di kawasan pusat Kota Jogja, tepatnya di Jalan Malioboro, Kepatihan. Lokasi tersebut dinilai memudahkan peserta dari luar daerah untuk mengakses berbagai fasilitas pendukung.
Akomodasi dan perhotelan juga tersedia di sekitar kawasan tersebut. Peserta dari luar kota diharapkan lebih mudah mengakses venue selama mengikuti YKC10K.
Pengalaman penyelenggaraan sebelumnya juga menunjukkan tingginya minat pelari dari luar kota. Penyelenggara menyebut banyak peserta dari luar daerah bahkan terlihat mengenakan kaus YKC10K ketika melakukan perjalanan menggunakan kereta. "Di kereta Bangunkarta, itu mereka bangga banget pakai kaos YKC10K. Ternyata banyak banget yang dari luar kota," katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan berkembangnya komunitas pecinta Jogja yang mengikuti YKC dari berbagai daerah.
Sementara itu, perwakilan Kayana Creative, Dian Isnawati, menyoroti peningkatan performa pelari yang semakin signifikan sejak gelaran pertama pada 2025 hingga 2026. Batasan waktu atau cut off time ketat di bawah 70 menit yang diterapkan YKC10K disebut memicu antusiasme pelari untuk menjalani program latihan yang lebih terstruktur dan terukur.
"Mungkin kalau dulu sebelum di tahun 2024 mungkin ya, pace 7, pace 6.30, itu mungkin sudah luar biasa. Tapi ternyata setelah hadirnya YKC, pace 7 belum lolos. Ternyata pace 6 banyak banget, pace 5 juga banyak, itu surprising-nya. Dan menariknya lagi, ketika kita mencoba launch di tahun 2026, ternyata itu menimbulkan animo, calon peserta jadinya lebih banyak berlatih," tutur Dian Isnawati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenhub menegur keras P&I terkait lambatnya salvage KM Virgo Transport 8. Sebanyak 64 korban masih dalam pencarian.
MacSync versi terbaru mengincar pengguna Mac dengan infostealer dan backdoor. Password, data browser, kripto hingga Keychain dapat dicuri.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.