Pengguna QRIS di DIY Tembus 1,2 Juta, Transaksi Capai Rp6,85 Triliun
BI DIY mencatat pengguna QRIS mencapai 1,20 juta hingga Agustus 2026. Jumlah merchant 1,17 juta dengan transaksi Rp6,85 triliun.
Panitia menunjukkan sketsa batik Sumbu Filosofi dalam Konferensi Pers di D'Senopati Malioboro Grand Hotel, Selasa sore, (29/9/2026). Anisatul Umah-Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 1.001 pembatik akan membatik bersama di kawasan Malioboro, Jogja, pada Sabtu (3/10/2026) dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional.
Kegiatan bertajuk Simfoni 1001 Pembatik tersebut berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 15.00 WIB. Khusus pelaksanaan membatik di jalan, ruas Malioboro akan ditutup sementara selama tiga jam, yakni pukul 06.00-09.00 WIB.
Penutupan jalan diberlakukan dari Perempatan Batik Terang Bulan hingga kawasan Titik 0 Kilometer Jogja.
Kegiatan ini digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja, Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta, serta Dekranasda DIY.
Simfoni 1001 Pembatik juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Jogja yang jatuh pada 7 Oktober 2026.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X direncanakan membuka kegiatan tersebut.
Ketua Organizing Committee Simfoni 1001 Pembatik, Indah Rahayu Murniati, mengatakan panitia memilih Sumbu Filosofi Jogja sebagai motif yang akan dibatik bersama.
Motif tersebut akan menampilkan sejumlah elemen yang menjadi bagian dari Sumbu Filosofi, di antaranya gunung, Tugu, Krapyak, Keraton, dan Plengkung Gading.
Peserta nantinya mendapatkan sketsa sebagai panduan sebelum mulai membatik.
"Kainnya sudah ada polanya, sudah digambar Sumbu Filosofi. Jadi nanti ada contohnya, jadi nanti kita ngasih sketsa lalu dibatik," ujar Indah dalam konferensi pers di D'Senopati Malioboro Grand Hotel, Selasa (29/9/2026).
Peserta dikenai biaya pendaftaran Rp100.000. Biaya tersebut sudah mencakup kaos, kain, perlengkapan membatik, hingga proses pewarnaan.
Setelah selesai dibatik, kain akan dibawa ke Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta untuk menjalani proses pewarnaan. Kain kemudian dikembalikan kepada peserta.
Panitia menyediakan waktu sekitar dua jam untuk proses membatik karena kegiatan berlangsung di jalan umum yang ditutup sementara.
Indah mengatakan Simfoni 1001 Pembatik menjadi kegiatan membatik bersama pertama yang digelar Kadin DIY untuk masyarakat luas.
Menurut dia, panitia sempat khawatir target 1.001 peserta tidak terpenuhi. Namun, antusiasme masyarakat justru tinggi hingga masa pendaftaran berakhir.
"Sampai tanggal yang sudah kami tentukan masih banyak yang telepon, masih ada tempat tidak, mungkin karena penasaran," ucapnya.
Ketua Bidang Publikasi dan Dokumentasi Simfoni 1001 Pembatik, Y. Sri Susilo, mengatakan mayoritas peserta berasal dari DIY dan sekitarnya.
Meski demikian, panitia juga mencatat peserta dari sejumlah daerah di luar DIY, di antaranya Jakarta, Kalimantan, Surabaya, Solo, Magelang, Purworejo, dan Semarang.
Menurut Sri Susilo, dominasi peserta dari DIY tidak terlepas dari keterlibatan sejumlah instansi dan sekolah yang mengirimkan peserta.
"Kita cakupannya sementara ini memang Yogyakarta dan sekitarnya, bahwa ada satu dari Jakarta, Kalimantan, Surabaya, itu juga ada," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BI DIY mencatat pengguna QRIS mencapai 1,20 juta hingga Agustus 2026. Jumlah merchant 1,17 juta dengan transaksi Rp6,85 triliun.
Empat shio dipandang punya prospek keberuntungan menarik pada 2027, Tahun Kambing Api. Simak daftar shio dan peruntungannya.
Colliers Indonesia menilai Gen Z sulit menembus KPR bukan sekadar karena gaya hidup, tetapi terkendala affordability dan bankability.
Komisi IV DPRD Kulonprogo mengintensifkan pengawasan revitalisasi sekolah untuk memastikan bangunan aman, layak, dan berkualitas.
Stefan Ashkovski mengalami cedera ringan dan berlatih terpisah jelang PSS Sleman menghadapi PSM Makassar akhir pekan nanti.
Polresta Sleman mencatat dua kasus penelantaran bayi sepanjang 2026. Keduanya dilakukan pasangan di luar nikah yang bingung mengasuh anak.