Maggot Masayu di Bantul Ubah Sisa Dapur Jadi Kas Warga
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Gambar ilustrasi jabatan Lurah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, BANTUL— Sebanyak 304.045 pemilih akan menentukan calon lurah pilihan mereka dalam Pemilihan Lurah (Pilur) serentak Kabupaten Bantul 2026. Pemungutan suara akan berlangsung pada Minggu (4/10/2026) di 30 kalurahan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMKal) Bantul Afif Umahatun mengatakan Pilur tahun ini diikuti 87 calon lurah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 orang merupakan lurah petahana yang kembali mencalonkan diri.
"Pilur serentak tahun ini diikuti oleh 30 kalurahan yang mencakup 375 padukuhan. Jumlah calonnya ada 87 kandidat," ujar Afif, Rabu (30/9/2026).
Para calon tersebut akan memperebutkan suara 304.045 orang yang telah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT). Pemilih akan menyalurkan hak suaranya melalui 648 tempat pemungutan suara (TPS).
Dari 30 kalurahan yang menggelar Pilur, Ngestiharjo menjadi wilayah dengan jumlah pemilih dan TPS terbanyak.
DPMKal Bantul mencatat Ngestiharjo memiliki 23.988 pemilih yang tersebar di 49 TPS.
Jumlah tersebut disusul Panggungharjo dengan 21.499 pemilih dan 44 TPS. Sementara Tamantirto memiliki 18.737 pemilih yang akan menggunakan hak suara di 37 TPS.
"Kalurahan Ngestiharjo menjadi wilayah dengan jumlah DPT dan TPS terbanyak. Di sana jumlah DPT-nya sebanyak 23.988 pemilih dan tersebar di 49 TPS. Urutan kedua ada Kalurahan Panggungharjo sebanyak 21.499 DPT dan 44 TPS, disusul Kalurahan Tamantirto sejumlah 18.737 DPT dan 37 TPS," kata Afif.
Di balik penetapan 87 calon lurah, tahapan pencalonan sempat menghadapi persoalan di sejumlah kalurahan.
Kalurahan Wonolelo, Mangunan, dan Singosaren sempat hanya memiliki satu orang pendaftar hingga masa pendaftaran awal berakhir. Padahal, jumlah minimal bakal calon lurah harus terpenuhi agar proses pemilihan dapat dilanjutkan.
Karena itu, masa pendaftaran diperpanjang. Di Wonolelo dan Mangunan, perpanjangan dilakukan selama 15 hari dan menghasilkan tambahan pendaftar sehingga masing-masing memiliki dua bakal calon.
Sementara itu, Singosaren membutuhkan perpanjangan kedua selama 10 hari. Setelah perpanjangan tersebut, jumlah bakal calon di Singosaren bertambah menjadi dua orang.
"Di Wonolelo dan Mangunan diperpanjang waktu pendaftarannya selama 15 hari sehingga membuat pendaftarnya menjadi dua orang. Sementara di Singosaren dilaksanakan perpanjangan kedua sepanjang 10 hari dan akhirnya mendapatkan dua bakal calon lurah," ujar Afif.
Kondisi berbeda terjadi di Kalurahan Patalan. Jika tiga kalurahan tersebut sempat kekurangan pendaftar, Patalan justru menerima tujuh orang pendaftar sebagai bakal calon lurah.
Karena jumlah tersebut melebihi batas maksimal lima calon, panitia melakukan pembobotan untuk menentukan lima bakal calon lurah yang dapat melanjutkan tahapan pencalonan.
"Awalnya ada tujuh orang yang mendaftar, sehingga dilakukan pembobotan untuk menentukan lima bakal calon lurah," katanya.
Tahapan Pilur Bantul saat ini memasuki hari terakhir kampanye yang berlangsung pada 28–30 September 2026.
Sebelumnya, panitia Pilur tingkat kalurahan telah mengumumkan calon lurah pada 25–27 September 2026.
Setelah kampanye selesai, calon lurah memasuki masa tenang selama tiga hari, yakni 1–3 Oktober 2026. Pemungutan suara kemudian dilaksanakan serentak pada 4 Oktober 2026.
"Kemudian hari tenang pada 1-3 Oktober 2026, dan pelaksanaan pemungutan suara pada 4 Oktober 2026," kata Afif.
Menjelang hari pemungutan suara, Afif juga mengingatkan masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan Pilur, termasuk terhadap potensi praktik politik uang.
Ia meminta warga tidak menerima pemberian yang berkaitan dengan politik uang dan melaporkan jika menemukan praktik tersebut.
"Ini hari terakhir kampanye, bagi warga yang menemukan soal praktik politik uang silakan melapor dan sebisa mungkin jangan diterima karena itu sangat merugikan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Jalur pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani masih ditutup sementara setelah kebakaran berdampak pada 1.098,75 hektare kawasan.