Komite MAN 2 Bantul Klarifikasi Isu Biaya Pendidikan Rp4,2 Juta

Yosef Leon
Yosef Leon Kamis, 01 Oktober 2026 16:47 WIB
Komite MAN 2 Bantul Klarifikasi Isu Biaya Pendidikan Rp4,2 Juta

Aktivitas di MAN 2 Bantul, Kamis (1/10/2026). Sekolah ini membantah tudingan yang viral di sosial media terkait dengan paksaan iuran dana pendidikan kepada murid./Harian Jogja-Yosef Leon

Harianjogja.com, BANTUL—Komite Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul memberikan klarifikasi terkait unggahan media sosial yang mempersoalkan biaya pendidikan sebesar Rp4,2 juta yang disebut dibebankan kepada wali murid.

Persoalan tersebut mencuat setelah akun Instagram @moodpendidikan.co mengunggah informasi mengenai surat kesediaan pemberian sumbangan dana pendidikan kepada wali murid.

Dalam unggahan itu disebutkan terdapat kata-kata sukarela, tetapi surat yang diberikan kepada wali murid juga mencantumkan nominal yang harus diisi.

“sukarela tapi dipatok minimal. Kami dikasih surat perjanjian, jadi bahasanya tidak wajib, namun karena ada surat seperti ada penekanan,” tulis akun tersebut.

Rp4,2 Juta Bukan Nominal Wajib

Ketua Komite MAN 2 Bantul, Atmo Turido, mengatakan angka Rp4,2 juta bukan pungutan dengan nominal yang ditetapkan secara sepihak oleh pihak madrasah.

Menurutnya, komite bersama pihak madrasah terlebih dahulu menyampaikan sejumlah program peningkatan kualitas pendidikan kepada wali murid.

Program tersebut meliputi kegiatan tambahan pembelajaran, les, kursus, keterampilan, hingga kegiatan penunjang bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Program yang tidak dibiayai melalui APBN atau DIPA madrasah kemudian ditawarkan kepada wali murid untuk dibahas bersama.

“Dengan adanya nominal Rp4,2 juta itu kalau masing-masing diisikan semua program berjalan dengan baik. Tapi karena ini musyawarah, kami memenuhi asas kebersamaan,” kata Atmo, Kamis (1/10/2026).

Atmo menjelaskan wali murid mendapatkan formulir kosong untuk mengisi sendiri nominal sesuai kemampuan dan kerelaan masing-masing.

Dengan mekanisme tersebut, dia menegaskan tidak ada nominal tunggal yang wajib dibayarkan oleh seluruh wali murid.

Dana untuk Mendukung Program Pendidikan

Dana yang terkumpul nantinya diserahkan kepada pihak madrasah untuk mendukung program pendidikan yang telah disepakati.

Atmo mengatakan program-program tersebut tetap berjalan meskipun unggahan mengenai persoalan biaya pendidikan ramai diperbincangkan di media sosial.

“Dengan dana yang ada, kami terus berjalan. Karena kami ingin memajukan anak-anak supaya lebih bagus, punya keterampilan, punya keahlian, bisa kuliah,” ujarnya.

Berdasarkan data pihak sekolah, terdapat sekitar 585 wali murid dari kelas X hingga XII. Namun, hingga saat ini baru 193 wali murid yang mengembalikan formulir isian.

Penyerahan dana juga belum dilakukan secara serentak dan masih dalam proses.

Atmo menegaskan wali murid yang masih memiliki pertanyaan mengenai program maupun pembiayaan dipersilakan menghubungi komite secara langsung.

“Kalau ada hal-hal yang kurang pas, silakan langsung tanya kepada komite. Tidak usah lewat mana-mana supaya penjelasan lebih langsung, konkret, dan ada datanya,” katanya.

MAN 2 Bantul Sebut Ada Program Keterampilan

Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, mengatakan rencana kontribusi pendidikan yang ramai di media sosial berkaitan dengan kebutuhan anggaran program madrasah yang tidak seluruhnya dapat dibiayai melalui dana pemerintah.

Nur menjelaskan MAN 2 Bantul memiliki sejumlah program keterampilan yang menjadi pembeda dengan madrasah reguler.

Program tersebut antara lain tata boga, tata busana, multimedia, otomotif hingga pengelasan. Program-program itu membutuhkan peralatan praktik sekaligus bahan habis pakai.

“MAN 2 Bantul ini madrasah keterampilan. Jadi membutuhkan alat-alat praktik dan bahan-bahan habis pakai,” kata Nur.

Menurut Nur, kebutuhan tersebut tidak dapat sepenuhnya ditutup menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

MAN 2 Bantul, kata dia, memperoleh BOS dari pemerintah pusat dengan nilai sekitar Rp900 juta per tahun.

“Anggaran Rp4,2 juta itu memang untuk anggaran program-program kegiatan MAN 2 Bantul yang tidak ter-cover BOS,” ujarnya.

Siswa Tetap Dapat Hak yang Sama

Nur kembali menegaskan nominal Rp4,2 juta yang dipaparkan kepada wali murid bukan merupakan tarif wajib.

Orang tua diberikan kesempatan mengisi nominal sesuai kemampuan dan kerelaan masing-masing.

Dia juga memastikan tidak ada konsekuensi bagi siswa yang memberikan kontribusi lebih kecil maupun yang tidak memberikan kontribusi.

Seluruh siswa tetap mendapatkan hak yang sama untuk mengikuti kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler maupun perlombaan.

“Enggak ada yang tidak bayar terus tidak boleh ikut kegiatan. Semuanya sama,” katanya.

Dengan penjelasan tersebut, pihak komite dan MAN 2 Bantul menyampaikan bahwa nominal Rp4,2 juta merupakan gambaran kebutuhan anggaran program yang ditawarkan untuk dibahas bersama wali murid, bukan tarif wajib yang harus dibayarkan seluruh siswa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online