Dishub Sleman Kejar Digitalisasi Parkir, QRIS Baru di Bawah 1%

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Minggu, 04 Oktober 2026 06:27 WIB
Dishub Sleman Kejar Digitalisasi Parkir, QRIS Baru di Bawah 1%

Foto ilustrasi pembayaran parkir digital, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, SLEMAN—Digitalisasi pembayaran parkir di Kabupaten Sleman masih berjalan bertahap. Dari sekitar 350 kantong parkir yang ada, penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk pembayaran parkir hingga kini belum mencapai 1 persen.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Heri Kuntadi, mengatakan penerapan pembayaran digital terus didorong sebagai bagian dari upaya menata pengelolaan parkir sekaligus mengurangi potensi kebocoran penerimaan.

Meski demikian, Dishub Sleman belum bisa langsung menerapkan QRIS di seluruh lokasi parkir. Masyarakat masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem pembayaran digital tersebut.

“Kami masih perjuangkan digitalisasi. Masyarakat juga lama-lama paham penggunaan QRIS,” kata Heri dihubungi, Sabtu (3/10/2026).

Pembayaran Tunai Masih Diperbolehkan

Selama masa transisi, warga yang belum memiliki dompet digital masih dapat membayar parkir menggunakan uang tunai. Penerimaan dari pembayaran tunai tersebut selanjutnya ditransfer oleh pengelola parkir melalui QRIS.

Sementara itu, penggunaan karcis parkir juga diarahkan untuk beralih ke sistem digital. Dishub Sleman mulai memilih sejumlah lokasi sebagai tahap awal perubahan dari mekanisme parkir manual menuju sistem berbasis QRIS.

Untuk menunjang penerapan tersebut, Dishub melakukan pengadaan mesin MPOS. Fasilitas digitalisasi parkir juga masih akan dikembangkan, termasuk rencana penerapan gate parkir pada tahun depan.

Taman DLH Sleman Jadi Salah Satu Lokasi Penataan

Salah satu lokasi yang mulai ditata berada di kantong parkir Taman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman. Area tersebut resmi dibuka pada Kamis (1/10/2026) untuk melayani pengunjung kawasan kuliner di Jalan Eks PJKA Sleman.

Penataan lokasi parkir itu merupakan hasil koordinasi Dishub dengan Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi, DLH, pedagang, pengelola parkir, forum lalu lintas, dan kepolisian.

Dalam koordinasi tersebut disepakati bahwa badan jalan tidak digunakan sebagai tempat parkir. Sebagai gantinya, sebagian area taman DLH dimanfaatkan untuk menampung kendaraan pengunjung.

“Kami simpulkan jalan tidak boleh digunakan untuk parkir. Akhirnya sebagian taman DLH kami gunakan untuk parkir,” ucapnya.

Meski sebagian area digunakan untuk kendaraan, Taman DLH tetap dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan menjalankan kegiatan publik lainnya. Penempatan kendaraan di sekitar taman diharapkan tidak mengganggu arus lalu lintas di Jalan Eks PJKA.

Kantong parkir Taman DLH tersebut menampung sekitar 200 motor per hari. Dishub Sleman juga telah menyiapkan juru parkir untuk mengatur kendaraan yang keluar dan masuk area parkir.

Saat ini terdapat dua juru parkir yang bertugas. Namun, jumlah tersebut belum memenuhi kebutuhan karena secara keseluruhan diperlukan empat orang.

Parkir di Pangukan Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Selain Taman DLH, Dishub Sleman masih melakukan penataan di sejumlah lokasi lain. Salah satunya berada di kawasan Pangukan.

Di kawasan tersebut, kendaraan, terutama mobil, masih ditemukan parkir di pinggir jalan. Sementara itu, kendaraan roda dua masih memungkinkan ditata di lokasi yang tersedia.

Penataan kawasan Pangukan menjadi bagian dari pekerjaan yang masih harus diselesaikan Dishub Sleman dalam upaya mengurangi penggunaan badan jalan sebagai lokasi parkir.

“Yang belum terkelola itu di Pangukan. Ini perlu kami selesaikan juga,” katanya.

Dengan jumlah kantong parkir yang mencapai sekitar 350 lokasi, penerapan QRIS parkir di Sleman masih membutuhkan proses. Dishub secara bertahap menyiapkan sistem, sarana pendukung, serta penataan lokasi agar perubahan dari parkir manual menuju pembayaran digital dapat berjalan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online