Kantor Imigrasi Baru Bakal Hadir di Gunungkidul Mulai 2027
Kantor imigrasi baru direncanakan hadir di Gunungkidul pada 2027. Pemkab menyiapkan lahan 2.000 meter persegi beserta gedung.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Gelaran Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 mulai mengerek permintaan kamar hotel di Kota Jogja. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat reservasi hotel untuk 6-7 Oktober 2026 naik sekitar 5%-15% dibandingkan hari biasa.
Kenaikan tersebut terjadi menjelang malam puncak WJNC yang digelar di kawasan Malioboro pada Rabu (7/10/2026) sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-270 Kota Jogja.
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan okupansi hotel per 5 Oktober 2026 berada di kisaran 25%-40%. Sementara itu, reservasi untuk 6-7 Oktober telah mencapai sekitar 40%.
"Melihat reservasinya 6 dan 7 Oktober naik 5% sampai dengan 15% [dibandingkan hari biasa]," ujar Deddy, Selasa (6/10/2026).
Menurut Deddy, hotel yang berada di sekitar Malioboro menjadi salah satu kawasan yang paling merasakan peningkatan permintaan kamar. Meski demikian, PHRI berharap lonjakan tersebut tidak hanya terkonsentrasi di pusat kota, tetapi turut mengalir ke hotel di wilayah lain.
Dia mengatakan peningkatan okupansi juga belum dapat menggambarkan seluruh aktivitas wisatawan. Sebab, sebagian pengunjung berpotensi memilih homestay atau akomodasi nonhotel yang datanya tidak terpantau oleh PHRI.
Untuk ikut mendorong kunjungan selama perayaan HUT ke-270 Kota Jogja, PHRI DIY juga memberikan program promosi melalui hotel dan restoran anggotanya.
Deddy menyebut potongan harga yang diberikan berkisar 10%-27% dari publish rate. Sejumlah restoran anggota PHRI juga telah menerima reservasi berkaitan dengan pelaksanaan WJNC.
"Ketersediaan kamar hotel di Jogja masih cukup banyak. Tentunya restoran anggota kami juga sudah ada reservasi di WJNC ini," katanya.
Dengan target sekitar 60.000 pengunjung, Pemkot Jogja sebelumnya berharap WJNC tidak berhenti sebagai pertunjukan budaya, tetapi memberikan dampak lebih panjang terhadap sektor pariwisata dan masyarakat lokal. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan sekitar 50.000 pengunjung pada WJNC 2024.
Tahun ini WJNC juga dipusatkan di kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menilai lokasi tersebut memberikan ruang yang lebih panjang bagi penonton dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Di tengah peningkatan reservasi menjelang acara, PHRI DIY meminta persiapan promosi WJNC dilakukan lebih jauh sebelum hari pelaksanaan.
Deddy berharap promosi event besar seperti WJNC dilakukan setidaknya enam bulan sebelumnya. Bahkan, menurut dia, promosi idealnya sudah dimulai sekitar satu tahun sebelum acara dengan disertai rangkaian event pendukung.
"Kedepannya promosi paling tidak enam bulan sebelumnya, bahkan satu tahun sebelumnya sudah dipromosikan dengan event pendukungnya," ujarnya.
Menurut PHRI, waktu promosi yang lebih panjang dapat memberi kesempatan kepada wisatawan untuk menyusun rencana perjalanan sekaligus mendorong tingkat hunian hotel dan aktivitas usaha pariwisata di wilayah yang lebih luas.
WJNC 2026 merupakan penyelenggaraan ke-10 dan mengangkat tema Gana Kalajaya. Parade melibatkan perwakilan 14 kemantren di Kota Jogja serta sejumlah delegasi dari luar daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kantor imigrasi baru direncanakan hadir di Gunungkidul pada 2027. Pemkab menyiapkan lahan 2.000 meter persegi beserta gedung.
Nomor tak dikenal terus menelepon? Cek melalui Aduan Nomor Komdigi, identifikasi spam, blokir, dan hindari memberikan data pribadi.
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.
Citroën menghidupkan kembali 2CV sebagai mobil listrik. Konsepnya tampil 11 Oktober 2026 dan versi produksi ditargetkan meluncur 2028.
BRI menggelar Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026 dengan menawarkan lebih dari 5.000 aset di seluruh Indonesia pada 1 Oktober–30 November 2026.
John Herdman membawa ranking FIFA Indonesia dari posisi 122 ke 117. Bagaimana progres Garuda dibanding era Kluivert dan Shin Tae-yong?