Wisatawan Gunungkidul Tembus 4,5 Juta, PAD Retribusi Capai Rp56,1 Miliar

David Kurniawan
David Kurniawan Selasa, 06 Oktober 2026 16:07 WIB
Wisatawan Gunungkidul Tembus 4,5 Juta, PAD Retribusi Capai Rp56,1 Miliar

Aktivitas kunjungan wisata di Pantai Ngandong, Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul. Foto diambil 28 Juli 2024. Harian Jogja/David Kurniawan\r\n\r\n

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul sepanjang 2026 telah mencapai sekitar 4,5 juta orang. Tingginya kunjungan tersebut ikut mendorong pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi wisata hingga Rp56,17 miliar.

Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga (Dispar Ekrafpora) Gunungkidul Eko Nur Cahyo mengatakan realisasi PAD pariwisata hingga Senin (5/10/2026) telah mencapai Rp56.175.167.000.

Angka tersebut jauh melampaui target awal 2026 sebesar Rp36,06 miliar. Dengan capaian tersebut, realisasi PAD pariwisata Gunungkidul telah mencapai sekitar 155,7% dari target tahunan.

“Capaiannya sudah menembus 155,7% dari target Rp36 miliar,” kata Eko, Selasa (6/10/2026).

4,5 Juta Wisatawan Berkunjung

Selain pendapatan daerah, jumlah kunjungan wisatawan juga telah melampaui proyeksi awal. Pemkab Gunungkidul sebelumnya menargetkan sekitar 3,2 juta wisatawan sepanjang 2026.

Namun, hingga awal Oktober, jumlah kunjungan telah mencapai sekitar 4,5 juta orang.

“Target awal yang kami tetapkan hanya 3,2 juta orang, tapi sekarang sudah tembus sebanyak 4,5 juta pengunjung,” ujar Eko.

Menurut Eko, kawasan pantai masih menjadi tujuan utama wisatawan yang datang ke Gunungkidul. Sejumlah perkembangan destinasi, termasuk munculnya destinasi baru di kawasan Pantai Drini dan penataan kawasan Pantai Sepanjang, turut disebut sebagai faktor pendukung.

Capaian PAD tahun ini, kata Eko, menjadi yang tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun-tahun sebelumnya, pendapatan retribusi wisata Gunungkidul disebut masih berada di kisaran Rp30 miliaran.

Pembayaran Tiket Mulai Diperluas secara Nontunai

Pemkab Gunungkidul juga terus melakukan pembenahan dalam sistem pemungutan retribusi wisata. Salah satunya melalui penerapan pembayaran nontunai di tempat pemungutan retribusi (TPR).

Eko mengatakan sistem pembayaran nontunai sebelumnya telah diterapkan di TPR Baron. Pemkab berencana memperluas sistem tersebut ke sejumlah TPR lainnya.

Beberapa di antaranya yakni TPR JJLS, Banjarejo, Ngestirejo, hingga TPR Pulegundes di Kapanewon Tepus.

Selain digitalisasi pembayaran, pembinaan terhadap petugas pemungut retribusi juga terus dilakukan untuk menjaga capaian pendapatan daerah.

DPRD Dorong Target PAD Wisata Dinaikkan

Anggota Badan Anggaran DPRD Gunungkidul Ery Agustin Sudiyanti mendorong Pemkab mengoptimalkan penerimaan PAD dari sektor pariwisata.

Ia menilai capaian yang telah melampaui target awal menunjukkan masih adanya ruang untuk meningkatkan target pendapatan dalam pembahasan APBD Perubahan.

“Kami yakin tahun ini PAD wisata bisa tembus Rp60 miliar. Makanya, saat pembahasan APBD Perubahan, kami minta targetnya dinaikkan agar lebih optimal,” kata Ery.

Menurut Ery, optimalisasi pendapatan tidak cukup hanya melalui pembinaan petugas. Pemanfaatan teknologi dalam pembayaran retribusi juga perlu diperluas.

“Sudah dimulai penerapan 100% pembayaran cashless di TPR Baron. Harapannya, bisa diikuti TPR-TPR lainnya sehingga capaian bisa dimaksimalkan,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

David Kurniawan
David Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online