Jaga Kualitas Ikan, Pabrik Es Dibangun di Pantai Baron Gunungkidul

David Kurniawan
David Kurniawan Selasa, 06 Oktober 2026 17:47 WIB
Jaga Kualitas Ikan, Pabrik Es Dibangun di Pantai Baron Gunungkidul

Pabrik es portabel di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Gesing, Kabupaten Gunungkidul, DIY. – Antara/ist/Kabid Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Nelayan di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, bakal memiliki fasilitas pabrik es untuk mendukung penyimpanan hasil tangkapan. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari program Kampung Nelayan Merah Putih yang mendapatkan alokasi sekitar Rp3 miliar dari Pemerintah Pusat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, M Johan Prasetyo, mengatakan Pantai Baron menjadi salah satu lokasi penerima program Kampung Nelayan Merah Putih. Namun, program yang diterapkan di Baron merupakan tipe penyangga sehingga alokasi anggarannya tidak sebesar kawasan dengan tipe penuh.

“Anggarannya sekitar Rp3 miliaran dan program sudah dijalankan sejak satu bulan lalu,” kata Johan saat dihubungi, Selasa (6/10/2026).

Menurut Johan, anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan pabrik es. Program juga mencakup pembangunan talut serta kios untuk pembekalan nelayan.

Adapun pabrik es yang direncanakan di Pantai Baron memiliki kapasitas produksi sekitar satu ton per hari. Berbeda dengan es balok yang selama ini umum digunakan, fasilitas tersebut nantinya menghasilkan bubur es.

“Yang diproduksi nantinya bukan bentuk balok, tetapi bubur es yang bisa lebih menyerap ke dalam tubuh ikan sehingga kualitasnya bisa lebih bagus,” ujarnya.

Johan mengatakan seluruh pelaksanaan program berada di bawah penanganan Pemerintah Pusat. Pemkab Gunungkidul dalam program tersebut membantu proses perizinan serta menyiapkan lahan yang dibutuhkan.

Dibutuhkan untuk Menjaga Kualitas Ikan

Keberadaan fasilitas pendingin dinilai penting bagi nelayan karena hasil tangkapan membutuhkan penanganan segera setelah ikan diangkat dari laut. Dengan kondisi ikan yang tetap dingin, kualitas hasil tangkapan diharapkan dapat dipertahankan sebelum dipasarkan.

Johan berharap pembangunan seluruh fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih di Pantai Baron berjalan sesuai rencana. Pengerjaan ditargetkan berlangsung selama empat bulan dan rampung pada Desember 2026.

“Pengerjaan empat bulan dan ditarget selesai pada Desember mendatang,” katanya.

Rencana pembangunan tersebut mendapat sambutan positif dari nelayan Pantai Baron. Mardi, salah seorang nelayan setempat, mengatakan fasilitas yang dibangun tidak hanya pabrik es, tetapi juga mencakup perbaikan talut serta sejumlah sarana dan prasarana pendukung aktivitas nelayan.

“Harapannya bisa memberikan manfaat yang baik untuk nelayan,” kata Mardi.

Menurut dia, ketersediaan es menjadi kebutuhan penting, terutama bagi nelayan yang menggunakan kapal berukuran besar dan membawa hasil tangkapan dalam jumlah banyak.

“Banyak nelayan, khususnya yang menggunakan kapal-kapal besar, butuh es untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan. Mudah-mudahan sarana dan prasarana yang dibangun bisa memberikan berbagai kemudahan bagi nelayan,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online