29.493 Siswa Kulonprogo Belajar Demokrasi Lewat Pemilos E-Voting

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Kamis, 08 Oktober 2026 21:27 WIB
29.493 Siswa Kulonprogo Belajar Demokrasi Lewat Pemilos E-Voting

Siswa MAN 2 Kulonprogo tampak begitu serius saat berada di bilik suara untuk melakukan Pemilos berbasis E-Voting, Kamis (8/10/2026)/Istimewa

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 29.493 siswa dari jenjang SMP, MTs, SMA, SMK hingga MAN di Kabupaten Kulonprogo mengikuti Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) serentak berbasis electronic voting atau E-Voting, Kamis (8/10/2026).

Pemilos E-Voting tersebut menjadi sarana bagi para pelajar untuk belajar berdemokrasi sekaligus mendapatkan pendidikan politik awal. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat memahami proses pemilihan dan nantinya mampu menentukan pilihan secara tepat.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulonprogo, Wahib Jamil, mengatakan siswa MTs dan MA di Kulonprogo turut mengikuti Pemilos berbasis E-Voting. Jumlahnya mencapai 1.871 siswa Madrasah Aliyah atau setingkat SMA dan 3.052 siswa MTs.

"Murid Mts dan MA di Kulonprogo mengikuti Pemilos lewat E-Voting yang menjadi media belajar berdemokrasi bagi pelajar madrasah termasuk pendidikan karakter untuk belajar bertindak disiplin, jujur dan bertanggung jawab," ujar Wahib Jamil kepada wartawan, Kamis (8/10/2026).

Menurut Wahib, Pemilos serentak tersebut merupakan kerja sama lintas sektor Kantor Kemenag Kulonprogo bersama KPU, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta pihak lainnya.

Tahapan Pemilos dirancang layaknya Pemilu bagi masyarakat yang telah berusia 17 tahun ke atas. Dengan konsep tersebut, pelajar diharapkan memperoleh pemahaman politik dan berdemokrasi secara utuh sejak di bangku sekolah.

90 Sekolah Ikuti Pemilos Serentak

Kepala Badan Kesbangpol Kulonprogo, Pratiwi Ngasaratun, menyampaikan para panitia dan pemilih dalam Pemilos tahun ini merupakan calon pemilih pemula pada 2029 nanti.

Secara keseluruhan, terdapat 90 sekolah yang melaksanakan Pemilos serentak berbasis E-Voting. Rinciannya terdiri dari 45 SMP, 23 SMA/SMK serta 22 MTs dan MA.

Dari 90 sekolah tersebut, sebanyak 29.493 siswa berpartisipasi sebagai pemilik hak suara. Jumlah ini meningkat dibandingkan Pemilos serentak tahun sebelumnya yang hanya diikuti 81 sekolah dengan 25.956 siswa.

"Jadi yang hari ini menjadi panitia maupun yang menjadi pemilih insyaallah nanti 2029 sudah akan menjadi pemilih pemula. Terdapat bilik suara yang difasilitasi seperangkat komputer untuk aplikasi E-Voting untuk memilih calon Ketua OSIS pilihannya," ucap Pratiwi.

Melalui E-Voting, siswa menggunakan bilik suara yang telah dilengkapi seperangkat komputer untuk menentukan calon Ketua OSIS pilihan mereka. Sistem tersebut sekaligus memberikan pengalaman kepada pelajar mengenai proses pemungutan suara dengan memanfaatkan teknologi.

Pemungutan Suara Susulan 12 Oktober

Bagi sekolah yang mengalami kendala teknis pada hari pelaksanaan, panitia memfasilitasi pemungutan suara susulan pada 12 Oktober 2026.

Pratiwi mengatakan e-Pemilos di Kulonprogo menjadi satu-satunya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pada tahun ini, panitia juga menambahkan pengawas di setiap sekolah guna mempertegas integritas dan transparansi pelaksanaan Pemilos.

Setelah seluruh proses pemilihan selesai, hasil pemilihan akan ditetapkan oleh Panitia Pemilihan Organisasi (PPO) dan diusulkan untuk SK Kepala Sekolah.

"Hasil pemilihan akan ditetapkan oleh Panitia Pemilihan Organisasi (PPO) dan diusulkan untuk SK Kepala Sekolah. Puncaknya, pengukuhan seluruh Ketua OSIS terpilih akan digelar serentak pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda," kata Pratiwi.

Dengan demikian, rangkaian Pemilos serentak berbasis E-Voting di Kulonprogo tidak hanya menjadi agenda pemilihan Ketua OSIS, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran demokrasi bagi pelajar yang nantinya akan memasuki kategori pemilih pemula pada 2029.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online