Warga Villa Banguntapan Asri 3 Desak Kolam Koi Ditutup, Siapkan Langkah Hukum
Warga Villa Banguntapan Asri 3 meminta kolam koi ditutup dan menagih tindak lanjut Satpol PP Bantul atas rekomendasi OPD.
Ilustrasi Pengunjung melihat berbagai produk kain tenun di salah satu stan pameran UMKM Jatim Fest 2026 di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (2/10/2026)./Antara-Moch Asim/tom.\r\n
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menggandeng PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) untuk memperkuat layanan perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Bangunjiwo, Kasihan, Selasa (6/10).
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan kerja sama dengan BSI membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Bantul.
“Dengan kehadiran BSI di Bantul yang akan bekerja sama, terbentang harapan yang luas bahwa peluang-peluang yang mungkin kita kerjasamakan dengan BSI bisa memperbaiki layanan publik pemerintah dan mendorong perekonomian Kabupaten Bantul,” ujar Halim, Kamis.
Menurut Halim, Bantul tengah mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Perkembangan tersebut salah satunya dipengaruhi posisi Bantul sebagai bagian dari kawasan aglomerasi DIY serta pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
Pertumbuhan wilayah tersebut diperkirakan turut meningkatkan aktivitas ekonomi di Bantul. Sejumlah sektor seperti perumahan, pendidikan, perdagangan, dan jasa juga terus berkembang seiring dengan perkembangan wilayah.
Ada 100.000 UMKM di Bantul
Salah satu potensi ekonomi yang menjadi perhatian adalah sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bantul, terdapat sekitar 100.000 UMKM yang telah terdata dengan berbagai jenis usaha.
“Sekitar 100 ribu UMKM kita yang terdata di DPMPTSP, dengan berbagai jenis usahanya. Ini merupakan potensi yang bisa dimanfaatkan baik oleh pemerintah maupun BSI,” kata Halim.
Selain UMKM, sektor pendidikan juga disebut memiliki potensi untuk dikembangkan. Sejumlah perguruan tinggi berencana mengembangkan kampus di Bantul dengan proyeksi daya tampung mencapai puluhan ribu mahasiswa.
Potensi tersebut menjadi bagian dari ruang kerja sama yang dapat dikembangkan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat di Bantul.
Kerja Sama BSI Berlanjut ke PKS
Regional CEO BSI Ficko Hardowiseto mengatakan kerja sama antara BSI dan Pemkab Bantul telah diupayakan sejak awal. Setelah MoU ditandatangani, kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Menurut Ficko, ruang lingkup kerja sama mencakup layanan perbankan, penerimaan dan pengelolaan keuangan, digitalisasi keuangan, serta pemberdayaan UMKM.
“Dengan kerja sama dengan Kabupaten Bantul, kami berharap semakin banyak layanan yang bisa digunakan, baik oleh instansi, stakeholder, pegawai, masyarakat, maupun pelaku …”
Dalam kesempatan tersebut, BSI juga memaparkan sejumlah program yang berpotensi dikembangkan bersama Pemkab Bantul dalam jangka pendek. Program tersebut antara lain berkaitan dengan pembiayaan dan edukasi finansial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Villa Banguntapan Asri 3 meminta kolam koi ditutup dan menagih tindak lanjut Satpol PP Bantul atas rekomendasi OPD.
Kustomfest ke-15 di JEC mendorong industri kreatif otomotif terus berinovasi menghadapi tekanan ekonomi dan persaingan produk China.
Wantimpres menyiapkan enam bidang kerja untuk 26 anggota. Pratikno menyebut pembidangan belum final dan akan tetap fleksibel.
BPBD Kota Jogja membekali sukarelawan KTB dengan mitigasi bencana dan pertolongan pertama untuk menghadapi kondisi darurat di cagar budaya.
Tiga pihak PT Virgo Karya Shipping ditetapkan tersangka dan ditahan terkait kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
Siswa SDN Soprayan Sleman dilibatkan dalam pemorsian MBG prasmanan. Sistem ini menjadi sarana edukasi gizi, disiplin, kebersihan, dan tanggung jawab.