KA Bandara YIA Catat 1,9 Juta Pergerakan, Ini Perubahan Setelah Dikelola KAI Commuter

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Jum'at, 09 Oktober 2026 13:07 WIB
KA Bandara YIA Catat 1,9 Juta Pergerakan, Ini Perubahan Setelah Dikelola KAI Commuter

Penumpang KA Bandara YIA./ KAI

Harianjogja.com, JOGJA — Layanan Kereta Api Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) mencatat sekitar 1,9 juta pergerakan penumpang hingga 16 September 2026, saat pengelolaannya masih berada di bawah PT Railink. Sejak 17 September 2026, operasional layanan tersebut beralih kepada KAI Commuter dan berganti nama menjadi Commuter Line Bandara YIA.

Peralihan operator tidak mengubah rute, jadwal, maupun tarif perjalanan. Namun, penumpang perlu memperhatikan perubahan kanal pemesanan tiket yang kini terintegrasi dengan layanan KAI Commuter.

PT Railink dalam laporan yang dipublikasikan pada 8 Oktober 2026 menyebut layanan KAI Bandara di Sumatera Utara dan Yogyakarta mencatat total 5,1 juta penumpang. Dari jumlah tersebut, 3,2 juta tercatat di Sumatera Utara, sedangkan catatan untuk wilayah Yogyakarta mencapai 1,9 juta hingga 16 September 2026.

Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kereta api bandara menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menunjang mobilitas, terutama perjalanan menuju dan dari bandara.

“Capaian 5,1 juta penumpang pada Triwulan III 2026 menunjukkan bahwa layanan kereta api bandara terus menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung mobilitas, khususnya di wilayah Sumatera Utara dan Yogyakarta,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Porwanto mengapresiasi masyarakat yang menggunakan layanan kereta api bandara. Menurut dia, konektivitas dengan moda transportasi lain turut mendukung kemudahan perjalanan penumpang.

Pengelolaan Beralih, Tarif dan Jadwal Tetap

KAI Commuter mulai mengelola operasional KA Bandara YIA pada 17 September 2026. Layanan itu selanjutnya menggunakan nama Commuter Line Bandara YIA sebagai bagian dari upaya mengintegrasikan layanan kereta di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Direktur Utama KAI Commuter, Purnomo Sidi, menyatakan perubahan pengelolaan tidak mengubah jadwal maupun tarif perjalanan yang telah berlaku.

Layanan tersebut tetap menyediakan dua pilihan, yakni layanan dengan tarif subsidi atau Public Service Obligation (PSO) dan layanan ekspres. Berdasarkan keterangan KAI Commuter saat pengalihan pengelolaan, terdapat 50 perjalanan setiap hari pada relasi Stasiun Yogyakarta–Stasiun Bandara YIA.

Meski jadwal dan tarif tetap, kanal pembelian tiket mengalami perubahan. Penumpang dapat memesan tiket melalui aplikasi C-Access atau Access by KAI, situs airport-train.kci.id, serta mesin penjualan tiket yang tersedia di stasiun.

Perubahan kanal pembelian ini menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pengguna setelah peralihan operator, terutama bagi penumpang yang sebelumnya terbiasa menggunakan kanal pemesanan lama.

Maret Jadi Periode dengan Mobilitas Tinggi

Dalam laporan kinerja yang sama, PT Railink menyebut jumlah penumpang pada Maret 2026 mencapai sekitar 633.000 orang. Perusahaan mengaitkan tingginya mobilitas pada periode tersebut, antara lain, dengan perjalanan masyarakat selama masa libur serta arus mudik dan balik Lebaran.

PT Railink menyatakan akan terus mendukung konektivitas transportasi melalui layanan kereta api bandara di wilayah yang masih dikelolanya.

Sementara itu, pengelolaan Commuter Line Bandara YIA kini berada di bawah KAI Commuter. Perusahaan tersebut menyatakan integrasi layanan akan terus dikembangkan untuk memudahkan perjalanan masyarakat menuju maupun dari Yogyakarta International Airport.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online