Prakiraan Cuaca Jogja 11 Oktober, Suhu Maksimum Capai 34 Derajat

Sunartono
Sunartono Minggu, 11 Oktober 2026 06:37 WIB
Prakiraan Cuaca Jogja 11 Oktober, Suhu Maksimum Capai 34 Derajat

Foto ilustrasi cuaca cerah hasil modifikasi cuaca. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Cuaca di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diprakirakan cerah pada Minggu (11/10/2026). Berdasarkan data prakiraan yang diberikan, Kota Jogja menjadi wilayah dengan suhu maksimum tertinggi, yakni mencapai 34 derajat Celsius.

Kondisi cerah diprakirakan terjadi di seluruh kabupaten dan kota di DIY. Meski mendukung aktivitas di luar ruangan, suhu yang cukup tinggi pada siang hari perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi mereka yang beraktivitas di bawah paparan matahari langsung.

Prakiraan cuaca tersebut mencakup Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul. Selain suhu udara, tingkat kelembapan di setiap wilayah juga menunjukkan rentang yang berbeda.

Prakiraan Cuaca di Lima Wilayah DIY

Berikut rincian suhu dan kelembapan udara di setiap kabupaten dan kota di DIY pada Minggu (11/10/2026).

Kota Jogja: Suhu udara diprakirakan berkisar antara 23–34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 38–85%. Suhu maksimum di wilayah ini menjadi yang tertinggi dalam data prakiraan tersebut.

Sleman: Suhu udara diperkirakan berada pada rentang 22–32 derajat Celsius. Adapun kelembapan udaranya berkisar antara 45–88%.

Bantul: Wilayah Bantul diprakirakan memiliki suhu udara 23–32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 50–92%.

Kulon Progo: Suhu udara diperkirakan berkisar antara 22–30 derajat Celsius. Tingkat kelembapan di wilayah ini mencapai rentang 60–94%.

Gunungkidul: Suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 22–32 derajat Celsius dengan kelembapan 46–93%.

Data tersebut menunjukkan Kota Jogja memiliki suhu maksimum tertinggi, sedangkan Kulon Progo memiliki suhu maksimum paling rendah di antara lima wilayah yang dicantumkan.

Imbauan Menghadapi Cuaca Terik

Masyarakat yang hendak beraktivitas di luar ruangan perlu memperhatikan kondisi cuaca, terutama ketika suhu meningkat pada siang hari. Paparan matahari langsung dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko gangguan akibat panas, khususnya jika kebutuhan cairan tubuh tidak terpenuhi.

Penggunaan pelindung seperti topi, payung, atau tabir surya dapat dipertimbangkan saat beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga disarankan minum air secara berkala sesuai kebutuhan tubuh.

Bagi warga yang ingin berolahraga, waktu pagi dapat menjadi pilihan untuk mengurangi paparan panas dibandingkan beraktivitas saat siang hari. Namun, kondisi tubuh dan situasi cuaca tetap perlu diperhatikan.

Cuaca cerah juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sehari-hari, seperti menjemur pakaian. Masyarakat tetap disarankan memantau pembaruan prakiraan melalui kanal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum merencanakan kegiatan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online