Mengapa Jogja Belum Hujan hingga Oktober? Ini Penjelasan BMKG

Sunartono
Sunartono Senin, 12 Oktober 2026 07:17 WIB
Mengapa Jogja Belum Hujan hingga Oktober? Ini Penjelasan BMKG

Foto ilustrasi dibuat dengan artificial intellegence.

Harianjogja.com, JOGJA—Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diprediksi baru memasuki musim hujan pada akhir November hingga pertengahan Desember 2026. Mundurnya awal musim hujan ini berkaitan dengan dinamika atmosfer dan laut, termasuk Monsun Australia yang masih aktif serta kondisi El Niño yang diprediksi bertahan hingga awal 2027.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seluruh wilayah DIY telah memasuki musim kemarau pada April dasarian II hingga Mei dasarian II 2026. Kondisi tersebut menjadi bagian dari gambaran musim yang mendasari prediksi musim hujan 2026/2027.

Stasiun Klimatologi Yogyakarta menjelaskan bahwa sejumlah faktor meteorologis dan oseanografis turut memengaruhi mundurnya awal musim hujan di wilayah DIY.

"Dinamika atmosfer–laut terkini menunjukkan Monsun Australia masih aktif, ENSO berada pada kategori sangat kuat dengan El Niño diprediksi bertahan hingga awal 2027, serta Dipole Mode Index (DMI) berada pada fase positif hingga akhir 2026," demikian penjelasan dari pihak Stasiun Klimatologi Yogyakarta sebagaimana dikutip dari laman resminya, Senin (12/10/2026).

BMKG memperkirakan awal musim hujan di DIY berlangsung pada dasarian III November hingga dasarian II Desember 2026. Seluruh wilayah diprakirakan mengalami awal musim hujan yang mundur sedikitnya tiga dasarian dibandingkan kondisi normal periode 1991–2020.

"Seluruh wilayah D.I. Yogyakarta diprakirakan mengalami awal musim hujan yang mundur lebih dari atau sama dengan 3 dasarian dibandingkan normal 1991–2020," ungkap perwakilan Stasiun Klimatologi Yogyakarta.

Durasi Musim Hujan Diprediksi Lebih Pendek

Selain mengalami kemunduran awal musim hujan, seluruh wilayah DIY diprediksi memiliki durasi musim hujan yang lebih pendek. Pengurangannya diprakirakan mencapai tiga dasarian atau lebih dibandingkan kondisi normal.

BMKG memperkirakan puncak musim hujan di DIY terjadi pada Februari hingga Maret 2027. Sementara itu, akhir musim hujan diprediksi berlangsung pada April 2027.

Curah hujan selama musim hujan 2026/2027 diprakirakan berada pada kisaran 1.001–2.000 milimeter. Sifat hujan di sebagian besar wilayah diprediksi berada pada kategori Normal hingga Bawah Normal.

"Curah hujan musim hujan diprakirakan berkisar 1.001–2.000 mm dengan sifat hujan umumnya Normal hingga Bawah Normal, sedangkan akhir musim hujan diprediksi berlangsung pada April 2027," imbuhnya.

BMKG Imbau Warga Antisipasi Kekeringan hingga Bencana Hidrometeorologi

Menghadapi prediksi musim hujan yang mundur, BMKG mengimbau pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, institusi terkait, serta masyarakat untuk menyiapkan langkah antisipasi. Persiapan diperlukan untuk menghadapi dampak kondisi cuaca selama masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

Sejumlah langkah yang dapat dilakukan meliputi:

1. Menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas tanaman berumur pendek.
2. Mengoptimalkan pemanfaatan dan penyimpanan air, termasuk pengelolaan waduk dan drainase.
3. Melakukan konservasi lingkungan serta meningkatkan kesiapsiagaan sektor kesehatan terhadap penyakit yang berkaitan dengan genangan.
4. Meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan, khususnya pada September–Oktober 2026.
5. Memperkuat kesiapan menghadapi potensi banjir dan tanah longsor menjelang awal serta puncak musim hujan.

BMKG berharap informasi Prediksi Musim Hujan 2026/2027 dapat menjadi peringatan dini atau early warning yang ditindaklanjuti dengan aksi dini atau early action oleh seluruh pemangku kepentingan.

Langkah antisipasi tersebut diharapkan membantu pemerintah dan masyarakat mempersiapkan diri menghadapi perubahan kondisi cuaca, baik selama musim kemarau maupun menjelang datangnya musim hujan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online