Wali Kota Hasto Minta Tiap Kemantren di Jogja Terapkan Bapak Asuh Trotoar
Hasto Wardoyo meminta seluruh kemantren di Jogja meniru program Bapak Asuh Trotoar untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan trotoar
Ilustrasi Posyandu – Antara/ Irwansyah Putra
Harianjogja.com, SLEMAN—Ketua Komisi D DPRD Sleman, M. Arif Priyosusanto, mendorong masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keluarga yang memiliki anak stunting. Dukungan sosial dari lingkungan sekitar dan pemahaman mengenai penanganan gizi dinilai dapat membantu mempercepat penanganan stunting.
Arif mengatakan peran masyarakat dapat dimulai dari kepedulian antarwarga dan tetangga. Keluarga yang memiliki anak stunting perlu mendapatkan dukungan agar dapat mengakses penanganan lebih lanjut sesuai kebutuhan.
“Intervensi yang paling pokok dan paling penting dari warga itu kepedulian satu sama lain, antara warga dan tetangga. Ketika ada anak atau keluarga yang dinyatakan stunting, harus ada dukungan dari masyarakat agar bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujarnya, Rabu (13/10/2026).
Anak Stunting Tidak Boleh Dikucilkan
Arif menegaskan anak yang mengalami stunting tidak boleh dijauhi maupun dikucilkan oleh masyarakat. Sebaliknya, warga perlu memberikan dukungan kepada anak dan keluarganya agar proses penanganan bisa berjalan lebih cepat.
Menurut dia, kepedulian lingkungan sekitar dapat membantu keluarga menghadapi persoalan stunting. Dukungan tersebut juga diharapkan mendorong keluarga untuk mendapatkan pendampingan dan penanganan yang diperlukan.
“Jadi tidak dijauhi, tidak dikucilkan, tetapi malah didukung oleh seluruh warga. Harapan kita, kalau ada kasus, penanganannya nanti bisa lebih cepat dengan kepedulian dari tetangga-tetangga,” katanya.
Meski demikian, Arif menilai kepedulian sosial perlu disertai pengetahuan yang memadai. Masyarakat perlu memahami langkah penanganan stunting, termasuk pentingnya pemenuhan gizi yang tepat bagi anak.
“Artinya, kepedulian itu harus diawali dari pengetahuan. Kalau peduli saja tetapi tidak mengerti penanganannya, sama saja,” tuturnya.
Literasi Stunting Dinilai Penting untuk Warga
Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, Arif menilai penyediaan bahan bacaan mengenai stunting menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan. Melalui literasi, warga diharapkan memahami tindakan yang perlu dilakukan ketika menemukan kasus stunting di lingkungan tempat tinggalnya.
Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat berperan aktif mendukung keluarga yang membutuhkan pendampingan. Dengan demikian, kepedulian warga tidak hanya diwujudkan melalui dukungan sosial, tetapi juga melalui pemahaman mengenai penanganan dan pemenuhan gizi anak.
“Materi buku stunting ini agar bisa dipahami oleh warga masyarakat. Sehingga ketika ada warga yang dinyatakan stunting, tetangga-tetangganya sudah paham penanganannya harus seperti apa dan gizi yang tepat seperti apa,” katanya.
Arif berharap peningkatan literasi kesehatan di tingkat masyarakat dapat memperkuat keterlibatan warga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Pemahaman mengenai stunting dan gizi yang tepat juga diharapkan membantu mempercepat upaya penurunan angka stunting di daerah.
Melalui kepedulian sosial yang disertai pengetahuan, masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung keluarga dengan anak stunting. Pendekatan tersebut menempatkan dukungan warga dan pemahaman gizi sebagai bagian penting dalam penanganan stunting di lingkungan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasto Wardoyo meminta seluruh kemantren di Jogja meniru program Bapak Asuh Trotoar untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan trotoar
BMKG memprakirakan cuaca sebagian besar Indonesia cerah pada Rabu, 14 Oktober 2026. Suhu tertinggi di Jogja dan Sleman mencapai 36 derajat Celsius.
Kesbangpol Bantul mendorong Gen Z meningkatkan literasi politik agar memahami demokrasi, kritis terhadap kebijakan pemerintah, dan berpartisipasi dalam pembangu
Kemarau panjang di Bantul membuat petani menyesuaikan pola tanam. DKPP menyebut belum ada laporan gagal panen dan pompa irigasi disalurkan di 21 titik.
Penyaluran KPR subsidi baru 178.211 unit hingga 9 Oktober 2026. Ekonom menyoroti daya beli rendah dan sulitnya pekerja informal mengakses kredit.
Kalurahan Panggungharjo menjaga predikat desa antikorupsi melalui transparansi pemerintahan, partisipasi warga, dan bantuan renovasi rumah.