Sultan HB X Ingatkan Gunungkidul Jangan Bergantung pada Industri

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 14 Oktober 2026 17:17 WIB
Sultan HB X Ingatkan Gunungkidul Jangan Bergantung pada Industri

Sejumlah peserta peringatan Hari Jadi Gunungkidul berebut gunungan berisi hasil bumi yang berasal dari 18 kapanewon di Alun-Alun Wonosari, Rabu (14/10). Harian Jogja/David Kurniawan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap Kabupaten Gunungkidul terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama ekonomi masyarakat. Ia mengingatkan industrialisasi tidak selalu menjamin masyarakat setempat dapat terserap sebagai tenaga kerja.

Pesan tersebut disampaikan Sultan saat menghadiri upacara peringatan Hari Jadi Gunungkidul ke-196 di Alun-Alun Wonosari, Rabu (14/10/2026). Menurutnya, potensi pertanian perlu dijaga dan dikembangkan agar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani.

“Gunungkidul bisa menjadi Dewi Sri di DIY. Dewi Sri adalah Dewi Padi yang melambangkan kesuburan dan kemakmuran di masyarakat Agraris,” kata Sri Sultan.

Ia menilai sektor pertanian masih menjadi mata pencaharian bagi sebagian besar masyarakat Gunungkidul. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan program yang mampu memperkuat usaha pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.

Sultan juga mengingatkan bahwa keberadaan industri bergantung pada keputusan investor. Kondisi tersebut membuat pengembangan industri tidak bisa menjadi satu-satunya tumpuan dalam membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Jangan haap untuk industrialisasi ya. Karena industri tergantung kemauan dari investor,” katanya.

Hutan jati bisa dimanfaatkan untuk tanaman pangan

Sultan berharap pengembangan pertanian di Gunungkidul diarahkan untuk memperkuat produk pangan lokal. Salah satu potensi yang disorot adalah pemanfaatan lahan di kawasan hutan jati untuk menanam tanaman pangan berumur relatif pendek.

Menurutnya, tanaman seperti kacang tanah dan kedelai dapat menjadi pilihan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberikan tambahan penghasilan bagi petani. Pemanfaatan lahan dengan tanaman tersebut juga dinilai dapat membantu mengurangi penumpukan daun kering yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kalau ada tanamannya, maka bisa lebih bersih, bukan berupa daunan yang mengering dapat memicu kebakaran. Tapi, dengan tanaman seperti kacang dapat menambah penghasilan,” katanya.

Pemkab Gunungkidul siap optimalkan potensi daerah

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan siap mendukung arahan Sultan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah. Menurutnya, pengembangan tidak hanya menyasar pertanian, tetapi juga sektor perikanan, peternakan, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Pesannya agar tidak bergantung pada industrialisasi. Tapi, beliau [Sultan HB X] memaksimalkan potensi dimiliki seperti pertanian, perikanan, peternakan hingga pariwisata dan pengembangan UMKM,” katanya.

Endah menilai Gunungkidul memiliki potensi besar di sektor pertanian. Ia mencontohkan pengalaman saat pandemi Covid-19, ketika sektor tersebut tetap bertahan dan membantu menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pelaku-pelaku usaha mikor juga dapat berkembang. Nah, untuk itu kami akan terus melakukan program pendampingan ke pelaku usaha mikro, para petani dan peternak, yang berarti fokus pada pertanian dan peternakan,” katanya.

Pemkab Gunungkidul, lanjut Endah, akan terus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, petani, dan peternak. Upaya tersebut menjadi bagian dari pengembangan sektor-sektor yang dinilai memiliki potensi untuk mendukung perekonomian daerah.

Peringatan Hari Jadi Gunungkidul ke-196 di Alun-Alun Wonosari berlangsung meriah dan khidmat. Rangkaian acara ditutup dengan kirab gunungan dari 18 kapanewon yang diperebutkan peserta upacara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online