5 RTLH di Sendangsari Bantul Direnovasi Lewat Program TMMD
TMMD Reguler ke-130 di Sendangsari, Bantul, merenovasi lima RTLH dan membangun infrastruktur untuk memperlancar akses warga serta distribusi hasil panen.
Sejumlah wartawan asal negara Arab Saudi melihat dari dekat proses pembuatan gerabah di Desa Wisata Kasongan, Bantul./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL—DPRD Kabupaten Bantul mendorong pemerintah daerah memperluas pelibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam berbagai kegiatan pameran. Langkah ini dinilai penting untuk membuka akses promosi, memperluas pemasaran, serta meningkatkan daya saing produk lokal.
Ketua DPRD Kabupaten Bantul, Hanung Raharjo, mengatakan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul telah melibatkan pelaku UMKM dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap usaha lokal yang berperan dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
"Pameran bukan hanya ajang memperkenalkan produk, tetapi juga membuka peluang pemasaran, memperluas jejaring usaha, serta meningkatkan nilai tambah produk lokal agar semakin berdaya saing," ujarnya, Kamis (15/10/2026).
Menurut Hanung, pameran dapat menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau calon konsumen yang lebih luas. Kesempatan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk membangun jejaring usaha dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Pengembangan UMKM Perlu Diikuti Akses Pemasaran
Hanung menilai penguatan kapasitas UMKM perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses produksi hingga pemasaran. Peningkatan kemampuan produksi, kualitas, dan inovasi produk harus diimbangi dengan akses pasar yang memadai.
Setelah memperoleh pendampingan dan pengembangan kapasitas, pelaku UMKM membutuhkan ruang untuk menampilkan hasil usahanya kepada masyarakat. Dengan begitu, produk yang dihasilkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga semakin dikenal oleh konsumen.
"Nah pameran dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk. Ini penting agar produk UMKM Bantul mampu bersaing di tengah semakin beragamnya pilihan produk di pasaran," katanya.
Karena itu, kesempatan mengikuti pameran dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan usaha. Selain memperkenalkan produk, kegiatan tersebut dapat mendorong pelaku UMKM untuk terus mengembangkan inovasi dan menjaga kualitas agar mampu bersaing di pasar.
Produk Ekonomi Kreatif dan Budaya Lokal Perlu Diangkat
Selain produk UMKM secara umum, Hanung menyoroti pentingnya memberikan ruang bagi produk ekonomi kreatif yang mengangkat potensi dan budaya setempat. Produk yang mengolah identitas budaya menjadi barang bernilai ekonomi dinilai dapat memperkuat daya tarik produk lokal.
Pameran juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan karakter dan potensi Bantul kepada pengunjung. Dengan menampilkan produk yang memiliki unsur lokal, pelaku usaha berkesempatan memperluas pengenalan produk sekaligus mengembangkan nilai ekonomi dari kekayaan budaya daerah.
Hanung menambahkan pengembangan UMKM dapat berjalan beriringan dengan sektor pariwisata. Produk lokal yang dipamerkan dan dipasarkan kepada wisatawan berpotensi melengkapi aktivitas wisata sekaligus membuka peluang pendapatan bagi masyarakat.
DPRD Berharap Pelibatan UMKM Terus Diperluas
DPRD Bantul berharap pemerintah daerah terus memperluas kesempatan bagi UMKM untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan instansi pemerintah. Pelibatan tersebut diharapkan dapat memperkuat keberadaan usaha lokal dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk dalam negeri.
"Karena itu, kami berharap pelibatan UMKM dalam berbagai kegiatan pemerintah dapat terus diperluas. Kesempatan tersebut diharapkan mampu memperkuat keberadaan usaha lokal, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk dalam negeri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," kata dia.
Melalui perluasan ruang promosi, produk UMKM Bantul diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dan penguatan ekonomi daerah melalui keterlibatan pelaku usaha lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TMMD Reguler ke-130 di Sendangsari, Bantul, merenovasi lima RTLH dan membangun infrastruktur untuk memperlancar akses warga serta distribusi hasil panen.
Koalisi Arab menyebut serangan Houthi ke sejumlah bandara Arab Saudi menewaskan 19 orang dan melukai 364 lainnya.
Kementerian Kebudayaan dan CTI menyiapkan pengusulan tenun Indonesia ke UNESCO dengan memperkuat basis data, dokumentasi, dan pelestarian tradisi.
Pasar modest fashion global diproyeksikan mencapai US$444 miliar pada 2029. Indonesia punya peluang melalui wastra dan keunikan budaya.
IHSG anjlok 8,01% ke level 5.393,92 pada pembukaan 16 Oktober 2026. BEI memberlakukan trading halt selama 30 menit.
BPGMN akan melibatkan akademisi dan tenaga profesional untuk memetakan risiko kebakaran, memprediksi kekeringan gambut, serta memperkuat pengelolaan mangrove.