5 Pemain ke Timnas, STY Akui Persija Minim Latihan Bareng Jelang Lawan PSIM
Shin Tae-yong mengakui Persija tak leluasa berlatih organisasi permainan karena lima pemain membela Timnas. Persija akan melawan PSIM di Bantul.
Siswa SDN Soprayan sedang antre untuk menerima program Makan Bergizi Gratis di SDN Soprayan, Kalurahan Girikerto, Turi, Sleman, Rabu (7/10/2026)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, JOGJA—Penerapan metode prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum diperluas ke sekolah lain. Badan Gizi Nasional (BGN) masih menunggu hasil evaluasi uji coba di dua sekolah sebelum menentukan langkah berikutnya.
Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, mengatakan uji coba MBG prasmanan berlangsung pada 5–16 Oktober 2026. Dua sekolah yang menjadi lokasi percontohan yakni SD Negeri Soprayan di Turi, Sleman, dan SD Muhammadiyah Bantar di Sentolo, Kulonprogo.
Menurut Gagat, pelaksanaan uji coba masih terbatas pada sebagian siswa di sekolah yang ditunjuk. BGN belum menetapkan jumlah sekolah di DIY yang akan menerapkan metode tersebut setelah masa uji coba berakhir.
“Untuk uji coba MBG hanya dilaksanakan di satu sekolah dan dua sampai tiga kelas saja,” kata Gagat, Jumat (16/10/2026).
Gagat mengatakan hasil pelaksanaan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi sebelum BGN menentukan kebijakan lanjutan. Evaluasi diperlukan untuk mengidentifikasi kelebihan, kekurangan, serta kendala yang muncul ketika makanan disajikan dengan metode prasmanan.
“Akan dievaluasi terlebih dahulu sebelum menentukan langkah-langkah selanjutnya,” ujarnya.
BGN DIY akan memperhatikan sejumlah aspek dalam evaluasi, mulai dari keamanan pangan, pemenuhan standar gizi, efektivitas pelayanan, kesiapan sarana dan prasarana, hingga kenyamanan penerima manfaat.
Aspek-aspek tersebut menjadi pertimbangan untuk memastikan perubahan cara penyajian tidak mengurangi kualitas layanan MBG. Pelaksanaan di sekolah juga perlu mempertimbangkan kebutuhan siswa dan kelancaran kegiatan belajar.
Gagat mengatakan setiap metode pelayanan memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, uji coba diperlukan untuk mengetahui persoalan yang mungkin muncul sebelum model prasmanan diterapkan lebih luas.
BGN DIY juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, dan masukan. Masukan tersebut akan dihimpun sebagai bahan pertimbangan dalam proses evaluasi.
Menurut Gagat, perbaikan akan dilakukan dengan tetap mengutamakan keamanan pangan, kualitas gizi, dan kepentingan penerima manfaat.
Secara nasional, BGN menargetkan 5.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menerapkan metode prasmanan pada akhir 2026. Namun, target tersebut merupakan sasaran nasional dan tidak otomatis menjadi target jumlah sekolah di DIY.
Hingga Jumat (16/10/2026), BGN DIY belum menetapkan jumlah sekolah maupun jadwal perluasan penerapan metode prasmanan di wilayahnya. Keputusan tersebut masih menunggu hasil evaluasi uji coba di SD Negeri Soprayan dan SD Muhammadiyah Bantar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Shin Tae-yong mengakui Persija tak leluasa berlatih organisasi permainan karena lima pemain membela Timnas. Persija akan melawan PSIM di Bantul.
Situs palsu iPhone Duo menawarkan voucher 500 dolar AS dan berpotensi menyerang iPhone rentan melalui DarkSword. Kenali ciri situs dan cara melindungi perangkat
Hamdan Tour mengumumkan Ruben Onsu tak lagi menjadi brand ambassador sejak 31 Agustus 2026. Perusahaan menegaskan kehidupan pribadi Ruben bukan representasi mer
Ranking koefisien Liga Indonesia disebut turun ke posisi 18 Asia setelah Kamboja meraih hasil positif di ACL Two. Persib sebelumnya menang 1-0 atas The Cong-Vie
Pelajari cara mengatur sorot lampu mobil, mulai dari menyiapkan dinding datar hingga memeriksa pola cahaya agar berkendara malam lebih aman.
Kabut asap dari karhutla memperburuk udara Singapura. PSI wilayah tengah mencapai 227, sementara pemerintah mempercepat distribusi masker N95.