Kebakaran Lahan Sleman Meningkat, Damkar Tangani 15 Kasus Sehari

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Jum'at, 16 Oktober 2026 13:47 WIB
Kebakaran Lahan Sleman Meningkat, Damkar Tangani 15 Kasus Sehari

Petugas damkar berupaya memadamkan api yang melalap Trans Home Sleman, Kamis (1/10/2026)/Harian Jogja-Catur Dwi Janati

Harianjogja.com, SLEMAN—Kebakaran lahan di Kabupaten Sleman meningkat selama Agustus hingga Oktober 2026. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sleman mencatat lebih dari 100 kejadian dalam kurun tiga bulan tersebut. Pembakaran sampah yang merembet ke vegetasi kering dan puntung rokok yang dibuang sembarangan menjadi sejumlah pemicu kebakaran.

Komandan Regu I Damkar Kabupaten Sleman, Bayu Ibrahiim, mengatakan jumlah kejadian kebakaran dapat meningkat tajam dalam sehari. Pada Oktober 2026, petugas bahkan pernah menangani 15 kejadian kebakaran sejak pagi hingga menjelang malam.

“Pernah dalam satu hari, dari pagi sampai magrib, ada 15 kejadian. Sebanyak 15 kejadian itu sudah bisa kami kuasai,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).

Menurut Bayu, kebakaran lahan banyak terjadi di area yang kering, seperti lahan kosong di sekitar permukiman, kawasan pinggir sungai, hingga lahan yang ditumbuhi bambu. Rumput, tanaman, dan vegetasi yang mengering membuat api lebih mudah menyebar, terutama ketika cuaca panas disertai angin kencang.

Pembakaran Sampah Jadi Pemicu Kebakaran Lahan

Salah satu hal yang perlu diwaspadai masyarakat adalah kebiasaan membakar sampah di sekitar lahan terbuka. Api yang semula digunakan untuk membakar sampah dapat merembet ke rumput atau tanaman kering di sekelilingnya, kemudian meluas ke area lain.

Selain pembakaran sampah, puntung rokok yang dibuang sembarangan juga berpotensi memicu kebakaran. Risiko tersebut meningkat ketika puntung rokok mengenai material yang sangat kering dan kondisi lingkungan mendukung penyebaran api.

“Kalau kondisinya tidak kering sekali, mungkin tidak mudah terbakar. Namun, saat kondisi sangat kering, ditambah panas dan angin yang cukup kencang, api bisa cepat menyebar,” kata Bayu.

Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang melibatkan api di sekitar lahan kosong, tepi sungai, maupun kawasan dengan banyak tanaman kering.

Warga Diminta Segera Melapor ke Damkar Sleman

Bayu menjelaskan, sebagian warga biasanya mencoba memadamkan api secara mandiri ketika kebakaran baru terjadi. Petugas Damkar baru dihubungi setelah warga merasa kesulitan mengendalikan api.

Padahal, keterlambatan pelaporan dapat membuat api telanjur merembet dan membakar area yang lebih luas. Karena itu, masyarakat perlu segera meminta bantuan petugas apabila kebakaran mulai menyebar atau tidak bisa ditangani dengan aman.

Durasi pemadaman bergantung pada luas area dan tingkat kebakaran. Untuk kejadian yang melibatkan lahan cukup luas, proses pemadaman dapat berlangsung lebih dari tiga jam.

Lamanya penanganan tersebut juga membuat petugas harus mengatur pengerahan personel dan armada secara cermat, terutama ketika beberapa laporan kebakaran masuk dalam waktu berdekatan.

Keterbatasan Personel Jadi Tantangan

Meningkatnya frekuensi kebakaran menjadi tantangan tersendiri bagi personel Damkar Sleman. Dalam satu regu piket, jumlah petugas yang tersedia sekitar sembilan orang.

Sementara itu, setiap armada pemadam umumnya dioperasikan oleh dua hingga tiga personel. Ketika menerima laporan, petugas harus segera mengerahkan armada dan personel menuju lokasi kejadian.

Namun, situasi menjadi lebih sulit apabila beberapa kebakaran berlangsung secara bersamaan. Petugas harus membagi personel untuk menangani kejadian yang sedang berlangsung sekaligus menjaga kesiapsiagaan jika muncul laporan kebakaran berikutnya.

Kondisi ini membuat pencegahan kebakaran menjadi penting agar jumlah kejadian yang harus ditangani petugas dapat ditekan. Masyarakat juga memiliki peran dalam mencegah kebakaran meluas, terutama dengan menghindari aktivitas yang berisiko memicu api di lahan kering.

Imbauan Cegah Kebakaran Saat Cuaca Kering

Damkar Sleman mengimbau warga tidak membakar sampah sembarangan, khususnya ketika kondisi lingkungan sangat kering. Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok di area yang dipenuhi rumput, dedaunan, atau tanaman kering.

Selain melakukan pencegahan, warga diharapkan segera melaporkan kebakaran kepada Damkar Sleman ketika api mulai merembet atau tidak dapat dikendalikan secara aman.

"Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan dan segera melaporkan kebakaran kepada Damkar Sleman ketika api mulai merembet atau tidak dapat dikendalikan secara aman," katanya.

Pencegahan sejak awal dan pelaporan yang cepat diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kebakaran meluas, sekaligus menjaga agar personel Damkar Sleman dapat menangani setiap kejadian secara optimal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online