JJLS Parangtritis Diperlebar Jadi 4 Lajur, Ini Lokasinya
Pelebaran JJLS Parangtritis, Bantul, dimulai dari dua menjadi empat lajur. Simak lokasi proyek dan imbauan keselamatan bagi pengendara.
Ilustrasi uang tunjangan/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah guru sekolah swasta di Kabupaten Bantul belum menerima pencairan tunjangan profesi guru (TPG) pada Oktober 2026. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bantul pun meminta pemerintah segera menyalurkan tunjangan tersebut secara tepat waktu dan sesuai hak para guru.
Ketua PGRI Bantul, Totok Sudarto, mengatakan pihaknya menerima sejumlah laporan mengenai keterlambatan pencairan TPG, khususnya dari kalangan guru sekolah swasta. Meski demikian, ia belum merinci jumlah guru yang melaporkan belum menerima tunjangan tersebut.
“Kalau sekolah swasta ada beberapa yang belum terima. Harapannya segera cair karena memang sangat dibutuhkan mereka,” kata Totok saat dihubungi, Jumat (16/10/2026).
Pencairan TPG Oktober 2026 Terlambat
Menurut Totok, keterlambatan pencairan TPG di Bantul sejauh ini baru terjadi pada Oktober 2026. Situasi tersebut berbeda dengan kondisi di sejumlah daerah lain yang dilaporkan mengalami tunggakan pencairan tunjangan selama beberapa bulan.
Ia menjelaskan pencairan TPG biasanya dilakukan pada awal bulan, yakni sekitar tanggal 1 hingga 5. Dalam kondisi normal, waktu penerimaan tunjangan antarguru dapat berbeda sekitar satu hingga tiga hari.
Namun, pada Oktober ini, keterlambatan pencairan disebut terjadi dalam cakupan yang lebih luas. Hingga Jumat (16/10/2026), masih terdapat cukup banyak guru yang belum menerima tunjangan tersebut.
"Sampai sekarang masih ada yang belum menerima, jumlahnya cukup banyak," ungkapnya.
Besaran Tunjangan Guru Berbeda-beda
Totok menjelaskan nominal TPG yang diterima guru bervariasi, menyesuaikan masa kerja masing-masing. Ia menyebut besaran tunjangan paling rendah yang diterima guru sekitar Rp1,5 juta.
Bagi guru sekolah swasta, tunjangan tersebut menjadi salah satu sumber tambahan pendapatan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, keterlambatan pencairan dapat memengaruhi perencanaan keuangan para penerimanya.
Totok menegaskan PGRI Bantul hingga kini belum mengetahui secara pasti penyebab keterlambatan pencairan TPG pada bulan ini. Salah satu kendalanya, menurut dia, adalah mekanisme penyaluran tunjangan yang kini ditangani langsung oleh pemerintah pusat.
"Sebelumnya memang dari pemerintah pusat ke daerah baru diteruskan ke guru. Mulai tahun ini langsung pusat yang ambil alih untuk dicairkan ke rekening guru," kata dia.
PGRI Bantul Berharap Penyaluran Segera Tuntas
Totok menambahkan, penyaluran TPG melalui pemerintah pusat selama ini relatif lebih tepat waktu dibandingkan mekanisme sebelumnya yang melibatkan pemerintah daerah. Meski demikian, keterlambatan pada Oktober 2026 diharapkan segera diselesaikan.
PGRI Bantul meminta pencairan tunjangan tidak berlarut-larut agar para guru dapat menerima haknya tanpa harus menunggu lebih lama. Menurut Totok, ketepatan waktu penyaluran menjadi penting, terutama bagi guru swasta yang memiliki kondisi penghasilan berbeda dengan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS).
"Ya maunya segera dicairkan, karena teman-teman guru swasta ini kan beda dengan PNS besaran bayarannya. Jadi harapannya bisa nambah pendapatan dari TPG, tapi ini malah terlambat," katanya.
PGRI Bantul berharap keterlambatan tersebut segera mendapat penyelesaian sehingga tunjangan profesi guru dapat kembali diterima sesuai jadwal dan membantu menopang pendapatan para guru swasta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelebaran JJLS Parangtritis, Bantul, dimulai dari dua menjadi empat lajur. Simak lokasi proyek dan imbauan keselamatan bagi pengendara.
Universitas Sanata Dharma dan Georgetown University menggelar Georgetown Global Dialogues 2026 di Yogyakarta untuk membahas peran Global South
Pagar SMPN 4 Pengasih, Kulonprogo, miring dan rawan ambruk. Bupati memastikan perbaikan masuk prioritas anggaran 2027.
DPRD Bantul menyoroti infrastruktur Terminal Imogiri yang perlu diperbaiki untuk mendukung transportasi dan kenyamanan wisatawan.
Capaian UCJ Sleman baru 36,48% hingga Oktober 2026. Pemkab memperluas perlindungan pekerja informal melalui jaminan sosial ketenagakerjaan.
PGRI Bantul melaporkan tunjangan profesi guru swasta Oktober 2026 belum cair. Guru berharap hak tersebut segera disalurkan.