Musim Hujan Mundur, BPBD Gunungkidul Siapkan 5.100 Tangki Air

David Kurniawan
David Kurniawan Jum'at, 16 Oktober 2026 17:27 WIB
Musim Hujan Mundur, BPBD Gunungkidul Siapkan 5.100 Tangki Air

Mobil tangki air milik BPBD Gunungkidul saat meyalurkan bantuan kepada warga di Dusun Kwarasan Kulon, Kedungkeris, Nglipar. foto diambil beberapa waktu lalu. /Ist- dok BPBD Gunungkidul

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Penyaluran bantuan air bersih di Kabupaten Gunungkidul dipastikan berlanjut hingga akhir 2026 meski musim hujan diperkirakan baru tiba pada awal Desember. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menyatakan anggaran untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat yang terdampak kekeringan masih mencukupi, termasuk tambahan alokasi melalui Belanja Tak Terduga (BTT) milik pemerintah kabupaten.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan bantuan air bersih terus didistribusikan kepada masyarakat yang mengalami kekeringan. Hingga Jumat (16/10/2026), penyaluran bantuan tersebut telah menjangkau 17 kapanewon di Kabupaten Gunungkidul.

Perkiraan mundurnya musim hujan menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam penanganan kekeringan tahun ini. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan yang semula diperkirakan turun pada dasarian pertama November diprediksi bergeser hingga Desember.

“Berdasarkan perkiraan dari BMKG, hujan di Gunungkidul akan tiba di awal Desember,” kata Purwono, Jumat (16/10/2026).

Menurut Purwono, fenomena El Niño menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dibandingkan periode-periode sebelumnya. Meski hujan diperkirakan datang lebih lambat, ia memastikan ketersediaan anggaran bantuan air bersih masih memungkinkan penyaluran dilakukan sampai penghujung tahun.

Anggaran awal 800 tangki mendapat tambahan BTT

Purwono menjelaskan, alokasi awal untuk penyaluran air bersih melalui APBD 2026 sebanyak 800 tangki telah habis digunakan. Untuk melanjutkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan, Pemkab Gunungkidul kemudian memberikan tambahan alokasi sebanyak 5.100 tangki melalui anggaran Belanja Tak Terduga (BTT).

Tambahan tersebut menjadi dukungan bagi keberlanjutan distribusi air bersih ketika musim kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan awal. BPBD Gunungkidul pun masih menjalankan penyaluran bantuan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.

“Jadi, tidak ada masalah karena anggarannya masih ada. Untuk droping juga masih berlangsung hingga sekarang,” katanya.

Di tengah keterlambatan datangnya hujan, Purwono mengimbau masyarakat untuk ikut mengurangi dampak kekeringan dengan menggunakan air bersih secara bijak. Penghematan air dinilai menjadi bagian dari mitigasi yang dapat dilakukan masyarakat selama musim kemarau.

“Penghematan air ini menjadi bagian dari mitigasi di musim kemarau. Sehingga harus benar-benar bijak dalam memanfaatkan, apalagi banyak sumber-sumber yang sudah menyusut debit airnya,” kata mantan Panewu Purwosari ini.

Distribusi melibatkan kapanewon dan pihak ketiga

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, menjelaskan seluruh alokasi awal bantuan air bersih sebanyak 800 tangki dari APBD 2026 telah didistribusikan. Sementara itu, untuk tambahan 5.100 tangki yang dialokasikan melalui BTT, capaian distribusinya telah melampaui 1.021 tangki.

Penyaluran bantuan tidak hanya dilakukan oleh BPBD Gunungkidul. Sejumlah kapanewon juga menjalankan distribusi secara mandiri, sedangkan pihak ketiga turut memberikan bantuan melalui donasi air bersih.

“Ada juga donasi dari pihak ketiga, yang saat ini sudah tersalurkan sebanyak 915 tangki,” katanya.

Edy memastikan pendistribusian air bersih masih terus berjalan. Untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Gunungkidul, BPBD tidak hanya mengandalkan armada tangki milik instansi tersebut, tetapi juga melibatkan pihak swasta.

“Kita hanya punya enam mobil tangki sehingga tidak mampu untuk menjangkau di seluruh wilayah di Gunungkidul. Makanya, didalam penyaluran yang menggunakan anggaran BTT, pihak ketiga dilibatkan agar bisa menjangkau di seluruh wilayah,” katanya.

Keterlibatan pihak ketiga diperlukan karena BPBD Gunungkidul hanya memiliki enam mobil tangki untuk mendukung penyaluran bantuan. Dengan kerja sama tersebut, distribusi air bersih dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan di tengah musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga awal Desember.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online