AKBP Rosana Jadi Kapolres Gunungkidul, Kenalkan Konsep Ngopeni, Ini Maknanya
AKBP Rosana Albertina Labobar resmi menjadi Kapolres Gunungkidul menggantikan AKBP Damus Asa. Ia memperkenalkan konsep Ngopeni untuk memperkuat pelayanan kepada
Mobil tangki air milik BPBD Gunungkidul saat meyalurkan bantuan kepada warga di Dusun Kwarasan Kulon, Kedungkeris, Nglipar. foto diambil beberapa waktu lalu. /Ist- dok BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Penyaluran bantuan air bersih di Kabupaten Gunungkidul dipastikan berlanjut hingga akhir 2026 meski musim hujan diperkirakan baru tiba pada awal Desember. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menyatakan anggaran untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat yang terdampak kekeringan masih mencukupi, termasuk tambahan alokasi melalui Belanja Tak Terduga (BTT) milik pemerintah kabupaten.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan bantuan air bersih terus didistribusikan kepada masyarakat yang mengalami kekeringan. Hingga Jumat (16/10/2026), penyaluran bantuan tersebut telah menjangkau 17 kapanewon di Kabupaten Gunungkidul.
Perkiraan mundurnya musim hujan menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam penanganan kekeringan tahun ini. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan yang semula diperkirakan turun pada dasarian pertama November diprediksi bergeser hingga Desember.
“Berdasarkan perkiraan dari BMKG, hujan di Gunungkidul akan tiba di awal Desember,” kata Purwono, Jumat (16/10/2026).
Menurut Purwono, fenomena El Niño menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dibandingkan periode-periode sebelumnya. Meski hujan diperkirakan datang lebih lambat, ia memastikan ketersediaan anggaran bantuan air bersih masih memungkinkan penyaluran dilakukan sampai penghujung tahun.
Purwono menjelaskan, alokasi awal untuk penyaluran air bersih melalui APBD 2026 sebanyak 800 tangki telah habis digunakan. Untuk melanjutkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan, Pemkab Gunungkidul kemudian memberikan tambahan alokasi sebanyak 5.100 tangki melalui anggaran Belanja Tak Terduga (BTT).
Tambahan tersebut menjadi dukungan bagi keberlanjutan distribusi air bersih ketika musim kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan awal. BPBD Gunungkidul pun masih menjalankan penyaluran bantuan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.
“Jadi, tidak ada masalah karena anggarannya masih ada. Untuk droping juga masih berlangsung hingga sekarang,” katanya.
Di tengah keterlambatan datangnya hujan, Purwono mengimbau masyarakat untuk ikut mengurangi dampak kekeringan dengan menggunakan air bersih secara bijak. Penghematan air dinilai menjadi bagian dari mitigasi yang dapat dilakukan masyarakat selama musim kemarau.
“Penghematan air ini menjadi bagian dari mitigasi di musim kemarau. Sehingga harus benar-benar bijak dalam memanfaatkan, apalagi banyak sumber-sumber yang sudah menyusut debit airnya,” kata mantan Panewu Purwosari ini.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, menjelaskan seluruh alokasi awal bantuan air bersih sebanyak 800 tangki dari APBD 2026 telah didistribusikan. Sementara itu, untuk tambahan 5.100 tangki yang dialokasikan melalui BTT, capaian distribusinya telah melampaui 1.021 tangki.
Penyaluran bantuan tidak hanya dilakukan oleh BPBD Gunungkidul. Sejumlah kapanewon juga menjalankan distribusi secara mandiri, sedangkan pihak ketiga turut memberikan bantuan melalui donasi air bersih.
“Ada juga donasi dari pihak ketiga, yang saat ini sudah tersalurkan sebanyak 915 tangki,” katanya.
Edy memastikan pendistribusian air bersih masih terus berjalan. Untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Gunungkidul, BPBD tidak hanya mengandalkan armada tangki milik instansi tersebut, tetapi juga melibatkan pihak swasta.
“Kita hanya punya enam mobil tangki sehingga tidak mampu untuk menjangkau di seluruh wilayah di Gunungkidul. Makanya, didalam penyaluran yang menggunakan anggaran BTT, pihak ketiga dilibatkan agar bisa menjangkau di seluruh wilayah,” katanya.
Keterlibatan pihak ketiga diperlukan karena BPBD Gunungkidul hanya memiliki enam mobil tangki untuk mendukung penyaluran bantuan. Dengan kerja sama tersebut, distribusi air bersih dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan di tengah musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga awal Desember.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AKBP Rosana Albertina Labobar resmi menjadi Kapolres Gunungkidul menggantikan AKBP Damus Asa. Ia memperkenalkan konsep Ngopeni untuk memperkuat pelayanan kepada
Kekeringan di Kulonprogo meluas ke delapan kapanewon. BPBD mencatat distribusi 604 tangki atau sekitar 3 juta liter air bersih untuk 4.587 KK.
STNK hilang bisa diganti melalui Samsat. Simak syarat dokumen, tahapan pengurusan, dan biaya resmi penerbitan STNK pengganti.
DIY mendorong keterlibatan usaha mikro dan kecil (UMK), badan usaha milik kalurahan (BUMKal), serta koperasi desa dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Biaya kuliah Harvard, Stanford, dan MIT menembus Rp1 miliar setahun. Simak gambaran biaya kuliah, biaya hidup, dan bantuan keuangan kampus dunia.
Sejumlah tokoh sepak bola Eropa mendorong Arsène Wenger menantang Gianni Infantino dalam pemilihan presiden FIFA 2027. Wenger belum menyatakan maju.